Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
bab 23


__ADS_3

"Dengar gadis kecil,itu rumah ku,tepat berada di depan rumah mu"ucap Farhan menunjuk rumah nya.


"Apa?"ucap Annisa yang terkejut.


"Kenapa terkejut,atau kamu mau mampir kerumah Kaka."ucap Farhan.


Annisa tak menghiraukan ucap Farhan dia pun berlalu pergi meninggalkan Farhan begitu saja.


"gadis kecil!!"panggil Farhan.


"Kenapa kamu melanjutkan sekolah di sini,biasa nya,orang yang melanjutkan sekolah di sini itu,kalau sudah memasuki perguruan tinggi?"tanya Farhan setelah mensejajarkan langkah nya.


"Ya karna mama dan papa ku di sini, sebenarnya di Indonesia ada Kaka ku,tapi karna aku merindukan mama dan papa ku,jadi aku memutuskan sekolah di sini"jawab Annisa.


"Mau mampir kerumah ku?"ajak Annisa.


"Ah tidak perlu,lain kali saja"tolak Farhan.


"Kalau begitu, aku masuk duluan"ucap Annisa berlalu masuk kedalam rumah.


"Kamu dari mana sayang?"tanya nenek Maryam.


"Nenek..!"teriak Annisa berlari dan memeluk erat sang nenek yang dia rindukan. "Nisa kangen banget sama nenek"ucap nya lagi.


"Cih....ngomong kangen,tapi datang dari semalam,tapi tak menemui nenek"gumam nenek mencebik kesal.


"Saat Nisa mau menemui nenek,tadi pagi,mama bilang nenek masih tidur,karna nggak enak badan"kilah Annisa.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Kaka mu di sana?"tanya nenek.


"Alhamdulillah Kaka di sana sehat"ucap Nisa.


Nisa dan nenek nya asyik bertukar cerita,karna memang hampir Beberapa Minggu nenek nya tinggal bersama kedua orang tua nya.


*


*


Hari berlalu,di mana Annisa hari ini akan memulai debut nya di SMP dan memulai semua nya dari nol,karna di London Nisa tak mengenal siapapun.


"Selamat pagi anak-anak,perkenalkan saya adalah wali kelas kalian,bapak harap kalian bisa bekerja sama"ucap guru tampan itu.


Annisa melihat orang yang berdiri di hadapan nya adalah tetangga nya sendiri,yang kemarin di panggil dengan sebutan pedofil.


"Kamu kenapa?"tanya teman sebangku nya.


"Tidak..tidak apa-apa,hanya saja sedikit pusing"bohong Annisa


"Hai kalian berdua,ini belum waktu nya diskusi,jadi dengar kan saya,jangan mengobrol sendiri"ucap Farhan.


Ya guru yang menjadi wali kelas Annisa adalah Farhan. sekaligus pemilik sekolahan,sebenar nya yang mempunyai sekolahan adalah kakek nya,yang di wariskan padanya.


"Maaf pak,seperti nya temen saya sedikit pusing"ucap teman sebangku Annisa.


"Benarkah?"tanya Farhan mendekati bangku Annisa dan memegang dahi Annisa.

__ADS_1


Mendapat sentuhan dari Farhan membuat Annisa terkejut dan memundurkan kepalanya .


"Apakah kamu sakit,jika iya,pergilah ke UKS"pinta Farhan.


"Ah ti...tidak pak,hanya sedikit pusing saja"kilah Annisa.


Waktu berlalu,hari ini tak banyak aktifitas di sekolahan,hanya perkenalan saja,3 hari kedepan mereka akan melaksanakan masa orientasi.


"Mau pulang bersama ku?"tanya Farhan yang sudah berada di samping Annisa


Annisa menoleh dan melihat siapa yang menawarkan tumpangan.


"Om...maaf pak,saya nunggu jemputan jadi silahkan bapak duluan saja"pinta Annisa.


"Lebih baik pulang bareng bapak saja,kita satu arah,telfon supir mu untuk putar balik"ucap Farhan.


"Tapi pak,sudah ayo,ini keburu gosong kamu di sana?"ledek Farhan.


Sedikit menghentakkan kaki akhir nya Annisa masuk kedalam mobil Farhan.


Saat Farhan melakukan mobil nya,saat itu juga handphone Annisa berbunyi.


'Hanan in calling.....'


"Tumben nih orang nelfon terus"gumam Annisa.


"Kenapa tidak di angkat?"tanya Farhan heran .

__ADS_1


__ADS_2