
"Bukan nya kamu mau ke boutique terus ke salon?"tanya Hanan.
"Masya Allah,mas!!,aku hampir lupa"ucap Alessia menepuk dahi nya.
"Acara nya akan di lakukan di hotel xx. jadi kita harus bersiap sekarang,karna tempat nya cukup jauh"ucap Hanan.
"Kenapa harus jauh sih,mas?"tanya Alessia.
"Aku juga nggak tau,sekarang aja Fredi masih sibuk di kantor"ucap Hanan.
"Apa?,keterlaluan Fredi nih,apa dia memang tidak menginginkan pertunangan ini mas?"tanya Alessia.
"Hus,ngawur kamu,mana mungkin Fredi kaya gitu,mungkin memang ada kerjaan yang nggak bisa di tinggalkan"ucap Fredi menyangkal ucapan sang kekasih.
"Ya,semoga saja"ucap Alessia menurut.
Mereka sekarang berada di sebuah mall terbesar di Serpong.
"Kita nyari baju yang warna nya senada aja mas,gimana kalau warna hitam?"tanya Alessia.
"Aku ikut kamu aja sayang"ucap Hanan.
"Ada yang bisa saya bantu tuan,nona?"tanya pelayan boutique.
"Tolong Carikan gaun untuk acara formal yang berwarna hitam,jangan terlalu glamor"pinta Alessia.
"Ada lagi nona?"tanya pelayan boutique.
"Satu stel jas berwarna senada dengan gaun nya mbak"ucap Alessia lagi.
__ADS_1
"Silahkan tuan,nona" pinta pelayan yang lain meminta Hanan dan Alessia untuk menunggu di ruangan ganti.
Beberapa saat pelayan yang mengambilkan gaun dan jas tadi kembali ke ruangan ganti dan menyerahkan gaun tersebut pada Alessia untuk di coba lebih dahulu.
"Mohon di coba dulu nona,takut nya ada yang kurang nyaman"ucap pelayan tersebut.
"Baik,akan saya coba dulu"ucap Alessia berlalu.
"Ini jas nya tuan,mohon untuk di coba,apabila kurang nyaman akan kami Carikan yang sekiranya dengan tuan nyaman.
"Hem"jawab Hanan datar dan berlalu pergi.
Sepuluh menit kemudian, Alessia dan Hanan keluar dari ruang ganti bersamaan.
"Gimana mas,bagus nggak,cocok nggak sama aku?"tanya Alessia mematut diri nya sendiri.
Hanan hanya memandang calon istri nya tanpa berkedip sedikitpun.
"Mas?,kok cuma liatin aja sih,di tanya kok nggak jawab"ucap Alessia mengerucut.
"Eh...iya sayang,cantik,cantik banget malah"ucap Hanan.
"Kamu juga tampan mas"ucap Alessia memuji sang kekasih.
"Ambil ini aja ya mas,lagian waktunya udah mepet aja"ucap Alessia.
"Nggak usah buru-buru sayang,telat dikit nggak apa-apa kok"ucap Hanan menenangkan Alessia.
"Ya sudah biar mas ke kasir dulu.
__ADS_1
Selesai dengan belanja,kini Hanan dan Alessia menuju salon langganan Alessia.
"Eh...mbak Alessia,lama nih nggak ke salon,biasanya sendiri,ini calon suami nya ya?"ucap wanita jadi-jadian tersebut.
"Bisa aja kamu ce',iya kenalin ini,calon suami ku,nama nya Hanan"ucap Alessia mengenalkan Hanan.
"Wah,kamu pinter mbak nyari calon suami nya,tampan"ucap ce' Meri.
Hanan bergidik ngeri dengan wanita jadi-jadian tersebut.
"Udah buruan,buat calon istri gue secantik mungkin"ucap Hanan datar.
"Ih bok....dingin bener,kaya kulkas dia pintu,mbak"ucap ce' Meri berbisik yang di tanggapi dengan senyuman oleh Alessia.
Hampir dua jam,akhirnya Alessia sudah cantik bak bidadari,membuat Hanan tak berkedip sama sekali.
"Hallooo!!.,kok bengong tuan,cantik ya saya"ucap ce' Meri menggoda Hanan.
"Idih... amit-amit jabang bayi,biarpun di dunia ini nggak ada manusia lain,selain kamu,gue mending jomblo"ucap Hanan, menggandeng tangan Alessia.
"Nanti biar di transfer sama Alessia"ucap Hanan,ingin cepet-cepet Ergo dari sana.
"Maaf ya ce,atas ucapan mas Hanan"ucap Alessia sebelum pergi meninggalkan salon tersebut.
"Jangan kuatir mbak,yang lebih pedes dari laki nya mbak Alessia banyak kok"ucap ce'Meri.
"Kalau begitu,aku permisi dulu ya mbak,nanti biar aku transfer ya,bye..bye"ucap Alessia melambaikan tangan nya.
"Hati-hati mbak,di jalan?"ucap ce' Meri.
__ADS_1
"Kamu dapat salon model begitu,dapet rekomendasi dari siapa sih yang?"tanya Hanan kesal.