
Nama ku Azzahra Jannah, umurku 17 tahun saat ini aku kelas 2 SMA IPA. Aku memiliki saudara kembar yang lebih dulu lahir dari pada aku, aku memanggilnya abang Arya sedangkan nama lengkapnya Arya Dzaki Pratama yang merupakan lelaki tampan, namun saat ini ia sedang berada di pesantren jadi kita jarang ketemuan. Aku juga memiliki bunda yang cantik dan juga sholeha namanya Sadiya Bilha.
Awal aku menulis cerita ini karena, suatu hari saat aku sedang sendiri dirumah sedangkan bunda belum pulang kerja, aku ingin mencari buku novel di kamar bunda, koleksi novel bunda lumayan banyak. Saat sedang asik mencari novel di rak buku, aku tidak sengaja melirik keatas meja kerja bunda ternyata ada buku, saat aku mendekati buku tersebut karena penasaran ternyata saat aku baca isi buku tersebut itu merupakan diary bunda.
Aku begitu tersentuh membaca halaman demi halaman dari buku tersebut apalagi ada beberapa foto di dalam buku tersebut sebagai pelengkap dari isi diary bunda.
*****
"Zahra, kamu dimana sayang?" teriak bunda saat baru pulang, karena tidak terdengar balasan salam saat awal mesuki rumah.
"Waalaikumsalam bunda ku yang cantik...Cup...." satu kecupan mendarat pada pipi bunda.
"Aku habis cari novel di kamar bunda, nih aku sudah dapat" jelas Zahra sambil menunjukan novel yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Kalau begitu bunda ke kamar dulu yah, mau bersih - bersih. Nanti malam kita makan ini aja yah" sambil memperlihatkan bungkusan yang berisi soto daging yang sempat ia beli saat pulang kerja.
Selesai bersih - bersih dan melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim. Bunda dan Zahra memulai makan malamnya dengan tenang. Mereka sangat membiasakan diri untuk tidak mengobrol saat makan.
"Bagaimana disekolah hari ini Ra? Kamu ada kesusahan gak dengan jurusan yang kamu ambil?" tanya bunda disaat mereka sedang menghabiskan waktu berdua sambil menonton.
"Alhamdulillah bunda, Zahra tidak mengalami kesusahaan apapun kok, bunda tenang yah semua bejalan baik dan semoga selalu baik"
"Tapi kenapa kamu gak mau pesantren seperti abang Arya, Ra?"
"Padahal bunda gak apa - apa loh, kalau kamu ingin pesantren, tapi makasih yah sayang karena sudah mau nemenin bunda, walaupun sering bunda tinggal sendiri karena bunda harus kerja" dengan memberikan usapan pada kepala Zahra.
Malam sudah menunjukan pukul 09.00 bunda dan Zahra memilih untuk beristirahat.
__ADS_1
"semoga bunda gak sadar yah kalau aku sudah membaca buku diary nya"
Setiap memasuki kamar ada sepi yang menerpa di hati bunda Sadiya. Bohong jika dirinya kuat, bohong jika dirinya tidak kesepian.
Menjadi single parent menuntutnya untuk menjadi selalu kuat, selalu tegar dan mangabaikan perasaan nya sendiri di depan anak - anaknya, dia juga dituntut berperan manjadi ayah dan bunda agar anak - anak tidak merasakan kekurangan kasih sayang ataupun merasa diabaikan. Bersyukur bagi bunda Sadiya yang memiliki anak - anak yang penurut juga mandiri.
Bunda yang bekerja di salah satu butik ternama sebagai desainer membuat bunda harus menghasilkan desain - desain baju terbarunya, membuat bunda terkadang harus merelakan waktu istirahatnya untuk bekerja.
"Wah...... sudah jam 23.30 aku haru istirahat, semoga aja bisa kebangun untuk sholat malam" batin bunda.
Jangan luka like dan komen yah.
__ADS_1
Terimakasih