
Sebenarnya bingung banget ini....mau ngebiarin Bunda jadi single parent sampai akhir atau Bunda ketemu seseorang menjadi jodohnya.
Ayahnya si kembar harus bahagia atau mengalami yang karma karena meninggalkan Bunda yang sedang hamil.
Asli cerita ini tuh masih abu - abu banget....mungkin efek saya masih penulis pemula kali yah....
Berharap banget cerita ini dapat saran dari para pembaca semua.
///////////////////////////////////////////////////////////////
Arya kini telah tiba di kost - kostan yang akan menjadi tempat tinggalnya untuk beberapa tahun kedepan.
Arya memilih kost an tipe studio dengan kamar mandi di dalam, dirinya berfikir bahwa kostan tersebut hanya untuk tempatnya beristirahat dan dirinya akan lebih banyak menghabiskan waktu di kampus maupun di perusahaan yang saat ini dirinya pimpin.
Sebenernya banyak hal yang disembunyikan oleh Arya Dzakil Pratama yang berhubungan dengan Bundanya. Bahkan tentang perusahaan dan orang tua kandung dari Bunda yang pasti mereka merupakan kakek nenek dari si kembar.
"hei....kamu baru yah disini?" tepukan di pundak yang diterimanya membuat Arya tersadar dari lamunannya.
"eh...iya bang. Perkenalkan nama saya Arya, maba ( mahasiswa baru ) fakultas ekonomi bisnis." kata Arya dengan sopan.
"saya Satria dari fakultas tehnik." jelas laki - laki tersebut.
"apa ada masalah dengan kamarnya? saya perhatiin lu dari tadi fokus banget perhatiin ini ruangan kamar." tanya Satria penasaran.
__ADS_1
"ah.....gak ada masala apa - apa ko, cuman kebetulan aja lagi melamun." sambil memasang senyum ramah.
"kalau lu gak cape, kita beli makan siang yu, kebetulan udah waktunya sekalian gw kasih tau daerah sekitar sini." ajak Satria.
"oke lah yuk kita pergi makan, setelah itu kasih tau mushola atau masjid terdekat yah." pinta Arya , karena waktu sudah menunjukan pukul 12 siang.
Mereka memutuskan untuk makan siang di warteg terdekat yang sudah terjamin kebersihannya dan dengan harga yang terjangkau murah.
Setelah selesai makan dan sholat juga berkeliling daerah sekitar mereka memutuskan untuk balik dan beristirahat.
.
.
.
Dear diary,
Entah kenapa akhir tahun ini banyak sekali orang yang akan menikah, aku sampai menerima 4 pesanan gaun pengantin dan 3 gaun pesta.
Awalnya lebih banyak pesanan untuk gaun pesta, tapi aku tidak yakin akan sanggup untuk membuatnya dan kalau aku terlalu lelah aku takut berimbas pada bayi ku ini.
Wanita itu juga mengundang ku ke pernikahan, mungkin ini kesempatan diriku agar dapat bertemu dan mengatakan kebenaran tentang kehamilan ku ini. Tapi bagaimana bila keluarganya melihat diriku?
__ADS_1
Sudah cukup puas aku dihina oleh keluarga dari "dia" karena status kami yang berbeda dan juga dengan alasan asal usul ku yang tidak jelas.
Jujur akupun ingin mengetahui siap aku sebenarnya dan kenapa aku bisa berada di panti asuhan yang selama ini membesarkan ku.
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan buat diriku agar bertemu dengan keluarga kandung ku.
Lagi - lagi Zahra memiliki waktu untuk membaca lembaran diary Bunda, kebencian timbul di hatinya setelah tau bahwa kakek nenek dari pihak ayahnya telah menghina Bunda.
Dirinya tidak menyangka bahwa orang tua ayahnya masih sangat kuno yang memandang orang dari kekayaan dan latar belakang bukan dari akhlak.
Andaikan Bunda mau terbuka tentang masa lalunya, tentu Zahra dan Arya tidak akan bersikap tidak sopan dengan membaca Diary Bunda secara sembunyi - sembunyi seperti saat ini.
.
.
.
" Pak, kita harus ke lokasi yang berada di daerah Malang untuk melihat lokasi proyek kali ini" ucap asisten Ahmad yang bernama Dahlan.
"baik siapakan semuanya." perintah Ahmad sambil terus memeriksa semua laporan yang kini menumpuk di meja.
Semoga aja nanti punya kesempatan buat ketemu Sadiya saat di Malang, minimal bisa mengajak makan siang bersama. pikir Ahmad
__ADS_1