
Ahmad kini telah tiba di kota Malang, dirinya masih bimbang tentang alasan apa yang digunakan untuk mengajak makan siang Sadiya dan membahas apa nanti saat bertemu dengan Sadiya.
Dirinya pun menghubungi Arya untuk meminta saran.
Ahmad :
Arya menurut kamu bagaimana cara saya untuk mengundang Bunda kamu?
Arya :
Kalau menurut saya, Ustad hubungi Zahra saja minta janjian ketemu makan siang dengan mengajak Bunda, nanti buat seolah - olah tidak sengaja bertemu.
Ahmad :
Wah saran yang keren, makasih yah Arya.
Ahmad pun berhasil menghubungi Zahra dan mereka janjian makan siang disalah satu rumah makan yang tidak jauh dari butik tempat Bunda kerja.
.
.
.
Zahra yang saat ini sedang sekolah sempat terkejut karena mendapat pesan dari Ustad Ahmad yang merupakan guru dari abangnya.
Namun karena melihat ketulusan Ustad Ahmad dalam mendekati Bundanya, Zahra akhirnya ingin membantu, dengan berharap bahwa Bunda memiliki jodohnya.
Dirinya pun langsung menghubungi Bunda.
"Assalamualaikum Bun, hari ini kita makan siang bareng yu, nanti aku ketempat kerja Bunda deh."
"Waalaikumsalam, tumben ngajak makan siang bareng? Nanti hati - hati di jalan yah kalau mau ketempat Bunda."
"heheheheh.....iya Bun lagi pengen aja nih makan siang bareng. Yah udah yah bun, aku masuk kelas dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam sayang."
.
.
__ADS_1
.
Arya yang kini sudah mulai sibuk dengan perkuliahan, harus pintar - pintar mengatur waktu agar dirinya tidak kewalahan, apa lagi dirinya memiliki tanggung jawab ditempat lain.
"Assalamualaikum pak, kemungkinan hari ini saya kesana agak sore yah, masih ada tugas kuliah yang harus saya selesaikan terlebih dahulu."
"......."
"baik pak, terimakasih dan maaf merepotkan."
Setelah menghubungi seseorang dilain tempat Arya menyibukan dirinya diperpustakaan dengan beberapa buku yang kini ada di depannya tidak lupa laptop yang kini menampilakan foto dirinya, Zahra dan Bunda.
Kalau bukan untuk membahagiakan kedua wanita itu mungkin Arya tidak akan memforsir dirinya sendiri.
01 Januari 20xx
Dear Diary,
Awal tahun ini sangat membahagiakan, semenjak pernikahan dirinya dengan wanita itu, "dia" selalu menemuiku bahkan dirinya sempat mengajak untuk memeriksa kandungan, dirinya juga memenuhi semua kebutuhan ku, dari susu hamil, buah - buah an bahkan baju hamilnya dirinya belikan.
Aku yang pertama memilikinya tapi kini terasa diriku sebagai simpananya.
Dan entah bagaimana perasaan wanita itu saat mengetahui suaminya bersama mantan.
Namun izinkan untuk kali ini aku egois.
Izinkan diriku untuk menikmati perhatian darinya.
walaupun sementara.
Saat tiba saatnya.....
aku akan pergi jauh darinya dan keluarganya.
.
.
.
Helaan nafas keluar dari Arya, miris sekali melihat nasib Bunda.
__ADS_1
Ternyata Ayah tidak sejahat yang pikirnya, mungkin memang Bunda tidak berjodoh dengan Ayah nya.
Namun tetap saja kini dirinya akan membuat keluarga dari Ayahnya menyesal karena telah menyakiti hati Bunda.
"Arya kita sholat dulu yuu." ajak Gladis yang merupakan teman sekelas Arya yang saat ini kebetulan merupakan teman kelompok tugas.
"baiklah, nanti setelah makan siang kita lanjutin yah tugasnya, semoga sebelum sore sudah selesai."
Gladis merupakan salah satu dari sekian wanita yang tertarik dengan Arya. Dirinya sangat mengagumi sosok Arya, pria yang sangat menghormati wanita, cerdas dan tampan.
Menurut Gladis melihat wajah Arya sangat membuat hati merasa nyaman dan sulit untuk berpaling, namun dirinya tau bahwa Arya sangat akan tidak nyaman bila dipandangi secara berlebihan.
Bahkan Arya akan langsung menghindari wanita - wanita yang terlalu mendekati dirinya secara berlebihan.
Bagian terakhir bingung mau ceritain apaan...
Hehehehehe....
yuk dukung terus novel ini...
Vote....
Hadiah... .
like.....
komentar yang membangun yah
__ADS_1