
Sudah hampir seminggu dari babak penyisihan, hari ini merupakan babak final. Zahra dan teman - temannya sedang menuju Jakarta tempat dilaksanakannya babak final didampingi beberapa guru.
"Assalamualaikum Bunda"
" Waalaikumsalam sayang, kamu sudah sampai Jakarta?"
"Alhamdulillah sudah Bun, ini kami lagi di salah satu hotel yang sudah disediakan oleh panitia"
"Kamu istirahat jangan lupa sholat dan makan yah sayang"
"Siap Bunda, doa'in kita yah Bun... Assalamualaikum Bun"
"Pasti, Waalaikumsalam"
Setelah menelfon sang Bunda Zahra memilih untuk mengistirahatkan diri sebelum masuknya waktu sholat.
.
.
.
__ADS_1
Sedangkan Bunda saat ini sedang duduk sendiri di dalam kamar sambil menatap selembar foto yang selama ini ia sembunyikan. Setetes air mata jatuh ke pipi Bunda saat memandangi foto tersebut.
Mas anak kita sudah besar dan aku bahagia sekarang ada mereka disisiku dan aku berharap kamu juga bahagia bersama keluarga baru kamu dimanapun kamu berada. Aku juga berharap suatu saat nanti kamu bisa bertemu dengan mereka dan saat itu tiba semoga kamu menerima mereka terutamanZahra yang suatu saat akan menikah, semoga kamu mau menjadi wali nya.
Foto yang dipegangnya merupakan foto pernikahan Bunda dengan seorang pria yang tampan dengan pakaian sederhananya. Seorang yang sampai saat ini masih ada dihatinya dan disetiap doa nya walaupun dirinya sadar bahwa dirinya sudah tidak memiliki hak apa pun terhadap pria tersebut.
Bagaimana cara aku dapat melupakan kamu mas? Sedangkan kamu pemilik seluruh hati ini, aku sangat ingin melupakan kamu, aku sangat ingin membenci mu, namun aku tidak bisa.
Setelah lelah menagis tampa sadar Bunda tertidur.
.
.
.
"Belum ustad, aku sengaja ingin memberi Bunda ku kejutan.....Ustad sepertinya sangat peduli dengan Bunda yah?.....apa ustad tertarik dengan Bunda ku?"
Mendengar ucapan Arya membuat ustad Ahmad menundukkan kepalanya.
Arya yang tidak mendapatkan jawaban dari ustad, langsung menengok kearah ustad.
__ADS_1
"hahahaha....wajah ustad seperti tomat" tawa Arya saat melihat warna merah pada wajah ustadnya itu.
"Ustad bukan orang pertama yang tertarik dengan Bunda, sudah banyak pria yang tertarik, namun selalu Bunda tolak, sepertinya Bunda belum bisa move on dari Ayah kami"
Arya dengan ustad Ahmad memang sudah sangat dekat. Arya yang sempat kehilangan sosok figur seorang ayah kini mendapatkannya dari Ahmad.
Ustad Ahmad seorang pria dewasa 43 tahun, masih lajang dan memilih mengabdikan diri sebagai pengajar di pondok pesantren milik keluarganya, untuk menghindari perjodohan yang sering orang tuanya lakukan. Bukannya tidak ingin menikah, namun sangat ingin mendapatkan yang benar - benar membuat hati nyaman.
Mendengar ucapan Arya, membuat ustad Ahmad hanya dapat menghela nafas nya. Dirinya sudah sangat tertarik dengan Bunda nya Arya saat pertama kali melihatnya, ada getaran asing yang timbul saat menatap wajah sangat teduh tersebut.
"kalau ustad tertarik dengan Bunda kamu, apa kamu akan merestuinya?"
"Aku sama Zahra akan merestui siapapun yang dapat membuat Bunda kami bahagia ustad. Semoga ustad memang jodoh terbaik buat Bunda kami"
Jawaban Arya membuat ustad lega, dirinya akan berusaha dan berdoa agar berharap dirinya akan berjodoh dengan wanita impiannya.
Maaf sudah lama tidak up....sempat kehabisan ide...semoga aja masih banyak yang minat....untuk sementara, isi dari diary bunda mungkin kisah keseharian keluarga Bunda, soalnya Zahra masih sibuk lomba jadi belum kepoin dairy Bundanya lagi.
__ADS_1
Jangan lupa komen, vote nya yah....