
Selesai mengerjakan tugas kuliah, Arya langsung menuju kedaerah Jakarta untuk bekerja disalah satu perusahaan di bidang fashion yang suatu saat nanti akan dirinya pimpin.
*tok....
tok...
tok*...
"Assalamualaikum Kek......" ucap Arya sambil membuka pintu ruangan pimpinan, saat setelah adanya izin untuk memasuki ruangan.
"Waalaikumsalam cucu Kakek, sini masuk kita duduk dulu aja di sofa, pasti kamu lelah sepulang kuliah harus langsung kesini." balas kakek sambil berjalan dari kursi pimpinan menuju ke sofa santai yang terdapat didalam ruangan tersebut.
"tadi asisten Kakek Pak Agus menelfon Arya dan bilang katanya kakek ingin ketemu Arya, ada apa yah Kek?" tanya Arya dengan rasa penasaran.
"Kakek ingin tanya ke kamu....kapan kamu mulai siap untuk mimpin perusahaan kakek ini? kakek udah ingin istirahat sama nenek kamu." jelas Kakek sambil menunjukkan wajah memelasnya.
"aku belum yakin Kek.....aku kurang mengerti bidang fashion, Bunda jelas lebih mengerti hal ini dari pada aku."
"nanti minta Sadiya bantu kamu aja, Kakek yakin kamu mampu, dulu saat dipondok kita sudah membahasnya kan?"
"lagian Kakek ingin sekali menghabiskan waktu bersama anak Kakek yang sudah lama berpisah, jadi kamu aja yang mimpin sebagai penerus laki - laki, jangan malah Bunda kamu, kan kasian." lanjut Kekek yang masih berusaha merayu Arya.
Dari awal Kakek hanya mengaku memiliki usaha dibidang pakaian dan Arya tidak pernah berfikir bahwa orang tua dari Bundanya merupakan salah satu pengusaha dari bidang fashion dengan brand terkenal.
"Baiklah Kek, akan Arya usahakan untuk amannah dengas tugas dari Kakek."
__ADS_1
"Hahahahahah......Kakek senang mendengarnya yah sudah tunggu sebentar Kakek akan memanggil Agus untuk mengajari kamu tentang perusahaan." ucap Kakek dengan rasa bahagia yang luar biasa karena dirinya berhasil menemukan penerusnya dari anak semata wayangnya.
.
.
.
04 Januari 20xx
Dear diary,
Akhirnya aku memilih pindah.....
Aku pindah ke kota Malang....
Sungguh ini keputusan yang sulit, namun makin lama aku menahan malah akan semakin sakit saat akhirnya nanti.
Aku hanya tidak ingin merusak hubungan yang baru mereka bangun.
Dan aku akan berjuang disini, dilingkungan baru dan tempat baru bersama anak - anak ku.
Aku beruntung karena sebelumnya pemilik tempat aku bekerja memperkenalkan diriku dengan Bu Anggit yang akan menjadi bos baru aku dibutiknya nanti.
Buat kamu Ayah dari anak - anak ku...
__ADS_1
Berbahagialah karena disini aku pun berusaha untuk memulai hidup baru ku tampa mu.
.
.
.
Zahra yang saat ini sedang makan siang dengan Bunda dikejutkan dengan kehadiran Ustad Ahmad.
"Assalamualaikum Zahra, Sadiya. Boleh saya bergabung untuk makan siang?." sapa Ahmad dengan sopan sambil berusaha untuk menutupi rasa gugup nya.
Bunda dan Zahra sempat tertegun melihat penampilan Ustad yang berbeda dengan yang terakhir kali mereka liat.
Dengan memakai kaos hitam dan jaket denim, celana hitam serta sepatu kets, membuat Ahmad terlihat tampan dan lebih muda.
"Waalaikumsalam Ustad, mari silahkan duduk." jawab Zahra dengan semangat dan mendapatkan lirikan mematikan dari Bunda.
" Ustad tidak mengajar lagi dipondok bukan? Ko penampilan Ustad tidak kayak Ustad malah lebih tampan sekarang....." tanya Zahra dengan jujurnya.
"Auuu.... sakit Bunda, Bunda kenapa malah nyubit aku sih?"
Bunda yang dapat pertanyaan tersebut hanya tersenyum.
"Maaf yah Ustad, Zahra memang cerewet." jelas Bunda yang merasa tidak enak dengan kebawelan putri cantiknya.
__ADS_1
"hihihihihi.....gak apa - apa ko, Bunda tenang aja, saya senang dengan sikap Zahra." sambil memperlihatkan senyum tangannya.