Diary Bunda

Diary Bunda
Lembaran kedua


__ADS_3

Hari senin merupakan hari yang paling ingin dilewati, terutama bagi anak sekolah yang harus menjalani upacara, berdiri di tengah lapangan berpanas ria, tapi itu tidak berlaku Azzahra Jannah yang merupakan bagian dari anak PMR yang berdiri di paling belakang, mereka berdiri didaerah yang teduh untuk mengamankan teman - teman yang kemungkinan pingsan.


"Ra....Ra....itu anak kelas X2 ada yang pingsan!" panggilan dari Dido yang merupakan anggota PMR lainnya menyadarkan Zahra dari lamunannya


"Ok biar gue yang bawa ke UKS!" jawab Zahra sambil masuk ke barisan kelas X2 untuk menolong siswi yang sudah mulai pingsan, lalu memapahnya ke UKS.


"Lumayan bisa ngadem di UKS"


Setelah merebahkan siswi di ranjang, Zahra memutuskan untuk membuat teh hangat untuk siswi tersebut agar badannya merasa segar kembali saat dirinya sadar dari pisan.


"Aku harap nanti bisa baca diary bunda lembar keduanya aku sungguh penasaran siapa ayah sebenarnya"


Bel tanda pelajaran pertama akan dimulai sudah mulai, Zahra pun memutuskan kembali kekelas setelah memastikan semuanya aman, bila ia tinggalkan.


Zahra pun memulai pembelajaran dengan semangat dan antusias, karena ia sangat ingin cita - cita nya akan terwujud.


.


.


.


tet...tet....tet


Bel pelajaran terakhir telah berbunyi, seluruh murid behamburan untuk keluar kelas.

__ADS_1


"Zahra, jangan langsung pulang yah, kita kumpul dulu untuk bahas tentang lomba cerdas cermat untuk tingkat kota" ucap Dendi, yang akan menjadi pasangannya dalam lomba cerdas cermat kali ini.


"Yah harus banget hari ini yah Den?"


"Iya, pak Wahyu sudah menunggu kita untuk bimbingan buat lomba"


" Baiklah"dengan lesu.


Saat sedang sibuk bimbingan soal cerdas cermat, ponsel Zahra berbunyi.


"Pak maaf saya ijin angkat telfon dari bunda dulu yah pak, takut penting" izinya


Setelah mendapatkan izin, Zahra memilih untuk keluar ruangan agar bisa lebih enak telfonan dengan bundanya.


"Waalaikumsalam nak, kamu masih disekolah?"


"Iya bun, masih ada yang mau dibahas sama guru bun"


"Nanti bunda jemput yah...kamu lanjut dulu aja pembahasannya...Assalamualaikum"


"Baik bunda aku tunggu, Waalaikumsalam bunda"


Setelah selesai bimbingan, aku langsung menuju gerbang sekolah karena aku yakin bunda sudah menunggu ku, apa lagi sekarang sudah jam 17.00.


"Assalamualaikum bunda, maaf aku keluarnya lama yah?" tanya Zahra dengan menunjukan wajah bersalahnya sambil memasuki mobil.

__ADS_1


"Gak pp ko sayang, kita langsung pulang saja yu, bunda sudah belanja untuk masak buat makan malam" dengan mengelus kepala Zahra.


Sesampainya dirumah dan membersihkan diri dan melaksanakan kewajiban, saat bunda sedang sibuk memasak aku memilih untuk ke kamar bunda untuk memfoto lembaran kedua diary bunda, karena aku tidak bisa membacanya langsung takut ketahuan bunda.


Saat malam sebelum tidur aku memutuskan untuk membaca lembaran kedua diary bunda yang telah ku foto di ponsel ku.


*Surabaya, 19 April 20xx


Dear diary


Hari ini hari kedua aku menulis kisah ku.


Hari ini merupakan hari yang sangat lelah, selain karena pengunjung cafe yang sangat ramai tapi hati ku juga lelah.


Saat jam makan siang aku melihat dia yang tercinta datang ke cafe tempat ku bekerja dengan seorang wanita yang tidak ku kenal.


Mereka terlihat sangat dekat, membuat dada ini sesak dan air mata pun tampa ku sadari mengalir dengan sendiri nya.


Rindu, sedih, kecewa hal itu yang kurasakan, walaupun ia sudah mengecewakan ku, tapi cinta ini masih miliknya, aku bersyukur karena dirinya tidak menyadari keberadaan ku.


Saat pulang aku memilih untuk memeriksakan diri dan ternyata Allah SWT memberikan aku hadiah dengan menitipkan anak di dalam rahim ku.


Sungguh aku sangat bersyukur dengan adanya mereka yang akan menjadi tujuan hidupku kedepannya, setidaknya saat ini aku tau bahwa aku tidak akan sendirian lagi nantinya.


Aku lelah dan bahagia di hari yang bersamaan*.

__ADS_1


__ADS_2