
"Bunda kayaknya Ustad Ahmad suka sama Bunda deh" ucap Zahra yang kini berada di dalam mobil bersama Bunda.
"Hahahaha ....dulu kamu jodohin Bunda sama ayah teman kamu dan sekarang kamu mau jodohin Bunda sama guru abang kamu?" tanya Bunda sambil fokus memperhatikan jalan
"Habis baik aku sama Abang ingin lihat Bunda bahagia dengan adanya pendamping Bun....Lagian Bunda kenapa gak mau nikah lagi sih?"
"Kebahagiaan Bunda itu ada di kalian...anak - anak Bunda.....kamu tenang aja kalau memang Bunda ada jodohnya pasti Bunda juga akan nikah" jelas Bunda secara berlahan.
Jujur bukannya Bunda tidak ingin menikah, tapi rasa trauma ditinggalkan itu masih berbekas sampai saat ini.
.
.
.
Arya saat ini masih sibuk dikantor kakeknya, seorang kakek yang tidak sengaja bertemu saat dirinya belajar di pondok.
Saat itu Arya yang ditugaskan untuk menjadi pendamping untuk donatur terbesar untuk berkeliling pondok memperlihatkan semua aktifitas serta fasilitas yang semakin hari semakin baik.
__ADS_1
Selama berkeliling banyak hal mereka bicarakan sampai dengan masalah keluarga Arya dan Arya pun menceritakan semua yang dialaminya bahkan Arya memperlihatkan foto Bunda dan Zahra kepada donatur yang bernama lengkap Mikhail Alnajah.
Terlihat keterkejutan di wajah kakek Mikhail saat melihat foto Bunda dan kakek pun menceritakan tentang masa lalunya yang kehilangan putri satu - satunya akibat pengkhianatan salah satu anak buahnya.
Kakek Mikhail pun memutuskan untuk langsung tes DNA terhadap Arya dan ternyata terbukti bahwa Arya merupakan cucu kandungnya.
"Tuan muda Arya, apa ada kesulitan dalam memahami semua laporan perusahaan?" tanya Pak Agus yang merupakan sekretaris pribadi kakek Mikhail.
Arya yang sedang melamun mengingat pertemuan pertama dengan sang kakek menjadi terkejut namun dirinya berhasil mengendalikan ekspresi wajahnya dengan baik.
"maaf Pak, apakah berkas - berkas ini boleh saya bawa pulang? Soalnya saya masih ada tugas kuliah yang harus saya selesaikan dan juga tidak perlu memanggil saya tuan muda Pak, cukup panggil nama saya saja " jelas Arya dengan sopan.
"Baiklah... bapak akan manggil kamu 'Nak' saja mulai sekarang dan kamu sudah boleh pulang Nak Arya, bila ada hal yang tidak dimengerti jangan sungkan buat hubungin Bapak yah" ucap Pak Agus.
ibu Sadiya sangat sukses dalam mendidik anaknya, sehingga memiliki anak yang sangat mengerti sopan santun. batin Pak Agus
.
.
__ADS_1
.
* 5 Januari 20xx
Dear Diary,
Tempat baru memang tidak senikmat tempat yang lama.
Ada beberapa yang mengira bahwa aku hamil diluar nikah.
Sedih sekali rasanya disalahpahami, ingin sekali menutup mulut mereka tapi apalah daya diriku yang hanya memiliki dua tangan dan tidak mungkin sanggup menutup seluruh mulut mereka yang menghina.
Aku berharap hinaan ini akan sementara.
Setidaknya ditempat kerja ku yang baru lumayan banyak hal yang bisa aku kerjakan untuk mengalihkan pikiran.
anak - anak ku tersayang Bunda berharap kalian kuat untuk menemani Bunda semoga saat kalian lahir , kalian tidak akan kecewa kepada Bunda karena tidak dapat memberikan keluarga sempurna seperti keluarga yang lain*.
____________-----------------__________-------------_____
__ADS_1
Maaf baru up....semoga tidak bosan dan tetap menunggu cerita ini.....
Jangan lupa Like, Komen, dan kopi atau bunganya biar semakin semangat....