Diary Bunda

Diary Bunda
Bayi Kembar


__ADS_3

Tidak terasa kini Zahra telah siap untuk menjadi murid kelas XII, dirinya yakin akan sibuk nantinya untuk mengikuti UMPTN, walaupun dirinya telah mendapatkan beasiswa, tetapi dirinya tentu harus mendapatkan nilai terbaik agar keterima di Universitas Indonesia dan menuju kejurusan yang dirinya inginkan.


"bang Arya kapan mau belanja buat perlengkapan kelas XII?" tanya Zahra.


Arya yang sedang asik menonton sambil memakan cemilan langsung menoleh kepada saudaranya.


"hehehehehehe......abang udah lulus dek, abang mau siapin diri buat ospek" sambil memamerkan wajah polos tampa dosa.


"eh....ko bisa?....Bundaaaaa abang nih!!!" Zahra langsung teriak histeris mendengar penjelasan Arya.


"Astagfirullah Zahra sayang jangan teriak - teriak kayak di hutan dong" tegur Bunda yang baru saja bergabung di depan tv sambil membawa popcorn yang baru saja matang.


"ini Bun, abang ternyata udah lulus dari pondok, dan langsung masuk masuk PTN" sambil mengembungkan pipi yang bertanda kalau kini Zahra sedang ngambek.


"beneran bang?"


"iya...Bun....maaf yah gak cerita - cerita aku hanya ingin ngasih kejutan sama Bunda dan Zahra" dengan menunjukan wajah bersalah.


"hufth.....yah sudah gak papa....abang ngambil jurusan apa memangnya?"


"ekonomi bisnis Bun...di UI"


"wah Bunda bangga banget sama kamu sayang.....cup." satu kecupan pun mendarat di kening Arya.


"sama aku gak bangga Bun?" tanya Zahra sambil cemberut.

__ADS_1


"tentu saja Bunda bangga juga sama kamu....sini Bunda cium kamu juga...cup."


Akhirnya mereka menghabiskan waktu dengan santai dirumah seharian, karena masih banyak waktu sebelum memulai menjalin hari - hari sibuk.


"Bunda malam ini mau kerumah tante Sarah yah sayang, mau menginap."


"baik Bunda." jawab Arya dan Zahra dengan kompak.


Beberapa saat setelah Bunda pergi dan rasa jenuh menghampiri, Zahra mengajak Arya untuk kekamar sang Bunda.


Saat sedang membolak balik buku diary Bunda, selembar foto tidak sengaja terjatuh. Arya yang penasaran pun mengambil foto tersebut.



"wah foto USG."


15 Oktober 20xx


Dear Diary,


Hari ini aku memutuskan untuk melakukan USG untuk pertama kalinya dan ternyata aku mendapatkan kebahagiaan yang ganda karena aku memiliki lebih dari satu malaikat dalam perutku dan itu sungguh anugerah terindah dalam hidupku.


Sungguh aku tidak menyangka Allah memberikan bayi kembar yang kini telah berusia 6 bulan di dalam rahim ku. Aku berjanji akan berusaha membahagiakan kalian, karena kalian merupakan sumber kebahagiaan ku.


"dia" yang jauh, apakah kau tau kalau ternyata dirimu meninggalkan diriku dengan kedua malaikat. Terima kasih karena dirimu aku memiliki mereka walaupun aku tidak dapat memilikimu.

__ADS_1


Arya yang membaca diary tersebut hanya dapat menahan rasa geram dihatinya, dia berjanji akan membuat Ayah merek menyesal karena telah menyia - nyiakan Bunda dan mereka.


.


.


.


.


Ustad Ahmad yang kini memilih untuk melanjutkan menjalankan perusahaannya di ibu kota akhirnya telah sampai di ruangan yang diatas mejanya telah dipenuhi oleh dokumen - dokumen yang harus segera diselesaikan.


*Hufh....ke pondok niatnya untuk menghindari perjodahan sekalian menambah ilmu ini malah kepincut sama orang tua murid.


Apa kabarnya Arya, Zahra dan Sadiya? Kangen ihh...batin Ahmad*.


tok....


tok....


tok....


"Pak, permisi mau mengabari kalau semua orang telah bekumpul diruang meeting 3." ucap sang asisten yang membuyarkan lamunan sang bos.


"baik....kalau begitu kita berangkat sekarang." sambil mengeluarkan aura seorang pemimpin.

__ADS_1


__ADS_2