Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 1 (3 tahun yang lalu)


__ADS_3

Prolog


Namaku Amel seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh neneknya, aku memang berasal dan dibesarkan dari keluarga yang kurang mampu tapi tidak dengan tekad dan semangatku untuk merubah hidup. Aku percaya akan suatu quote hidup “ aku memang bukan terlahir dari keluarga kaya tapi aku akan menjadikan keluargaku kelak menjadi kaya”. Banyak orang yang bilang salah satu cara mudah menjadi orang kaya dengan menikahi orang kaya maka kita akan mudah menjadi orang kaya, tapi tidak semudah itu, aku menyadari semuanya setelah aku bertemu mertuaku.


“Diary Hari Ini”


Percayalah mama, aku akan selalu mencintaimu dan menganggapmu seperti ibuku, walau aku tak pernah tahu rasanya kasih sayang dari seorang ibu. Aku akan selalu berjuang untuk melakukan yang terbaik.


~~Amel


..


Eps 1


~~ 3 tahun yang lalu ~~


“Amel, kamu yang bertugas jaga hari ini.” Ucap senior padaku dengan ekspresi datarnya.


“iya bu, sesuai jadwal saya yang jaga hari ini” jawabku dengan lembut bahkan aku menyempatkan tersenyum didepannya walaupun entah dilihat atau tidak.


Perkenalkan nama panggilanku Amel, dengan nama lengkap Amelia. Aku seorang mahasiswa semester 6 sedang menjalankan sesi magang pada suatu perusahaan yang telah bekerja sama dengan pihak kampusku. Selama liburan aku mengisi waktu dengan magang sebagai asisten seketaris dari CEO perusahaan ini. Tugas yang di berikan cukup banyak yakni menjaga dari luar pintu CEO, selalu stay untuk menerima telepon dari CEO atau panggilan dari luar dan menghubungkannya ke panggilan CEO, serta pula membuat laporan untuk rapat yang akan berlangsung ataupun yang sudah selesai dilakukan, untuk tugas ini dilakukan 2 orang bersama rekan magangku Ica, walaupun kami berbeda kampus tapi kami memiliki kepribadian yang sama jadi sangat mudah untuk kami menjadi tim kerja yang ideal.


“Amel, aku denger dari karyawan tadi waktu makan siang Mas Bayu itu jomblo loh ternyata” ucap Ica bahagia sambil menata tumpkan lembaran yang baru keluar dari printer. Ica memang sudah tergila-gila sama Mas Bayu sejak kami magang di perusahaan ini, tapi aku melihat tidak ada tindakan yang dilakukan Ica hanya seperti mengagumi dari belakang saja. Mas bayu adalah CMO perusahaan ini, dia juga keponakan dari CEO.


“yaudah semangat. Semoga sesuai rencana dan bisa jadian” jawabku sambil tetap memandangi layar laptop tanpa memperdulikan kesibukkan rekanku saat ini.


“kamu juga carilah lelaki di perusahaan ini yang mapan, siapa tahu aja sehabis kita magang lalu nikah deh, kan gak papa ingat ada pepatah yang mengatakan menyelam sambil minum air” ucap rekan kerjaku ini yang diselingin dengan ketawa.

__ADS_1


“udah sana ke ruang rapat sebelum senior nyanyi” ucapku untuk mengakhiri percakapan ini.


“ya ya ya Bu Agustin memang suka konser” jawabnya sambil berjalan yang hanya terdengar olehku dengan samar - samar.


 


Ku lihat jam tangan pemberikan nenekku sebagai hadiah waktu aku dinyatakan lolos diterima perguruan tinggi negri menunjukan sudah pukul 1 siang. Aku belum makan siang, akupun beristirahat sejenak dan memutuskan untuk ke kantin di lantai bawah saja. Sambil menunggu lift tiba-tiba aku termenung dengan ucapan Ica menyelam sambil minum air, dan seketika akupun tersenyum.


 


Dan tiba-tiba ....


Bruggg … aww panas yang pertama kali aku rasakan. Ingin marah ya tentu rasanya bukan hanya marah saja ingin ku maki maki orang yang menyiram kopi tepat di perutku. Rasa lapar yang aku rasakan seketika hilang menjadi perasaan ingin marah.


“Maaf, saya sedang terburu-buru bagaimana jika kita selesaikan setelah saya selesai rapat. Seketaris saya akan membantu anda” ucap wanita cantik, putih, tinggi itu dengan lembut. Kulihat dengan sekilas di pastikan orang ini sejenis orang yang berduit. Padahal tadi bukan hanya omelan bahkan makian yang akan keluar dari mulutku tapi sayangnya kini aku lemah hanya senyuman yang tergambar di wajahku saat ini.


.


“itu printernya minta kertas Amel” seruan Ica yang membuatku kaget dan segera mengambil kertas untuk mengisi ulang printer itu.


“ngelihatin apa sih mel sampe gak fokus, gak kayak biasanya deh” lanjutnya lagi yang dengan langsung memegang kartu nama yang ada di atas mejaku. “aku juga punya kartu nama ini, tadi waktu rapat seketarisnya memberikan. Apa kamu sebelumnya sudah pernah berkenalan dengan mereka.”ucap rekan kerjaku yang kemudian semakin mendekat ke arahku. “Tadi di rapat, CEO gak bisa berhasil gol kerja sama bareng HK grup. Bahkan Bu Agustin sampai memberikan penawaran berbagai cara agar mereka mau menandatangani kontrak dengan kita” ucap Ica sambil berbisik bisik sepertinya pembicaraan ini sangat rahasia.


“ah iya gagal” balasku dengan berbisik juga dan tergambar rasa terkejut pada raut wajahku. Bagaimana mungkin perusahaan kami mendapatkan penolakan seperti itu apalagi perusahaan kami bukanlah perusahaan yang kecil lagi.


.


“Nenek aku pulang” ucapku sambil menutup pintu.

__ADS_1


“Ayo cepet masuk kita makan, tadi nenek dapat makanan dari juragan nenek” ucap nenek. Nenekku bekerja sebagai buruh cuci piring di salah satu restoran terkenal di kota ini.


“Amel mau mandi dulu ya nek” ucapku sambil menuju ke arah kamar mandi


Nenekku adalah satu satunya keluarga yang kumiliki setelah bencana alam yang terjadi pada usiaku masih 1 tahun. Hanya tersisa foto pernikahan ayah dan ibu yang kumiliki hingga saat ini. Lebih tepatnya sudah 20 tahun berlalu dan sudah 21 tahun aku hidup sebagai orang yang serba kekurangan. Aku harus merubah hidupku, aku kan menggunakan otakku untuk merubah hidupku bukan dengan menggunakan tubuhku.


.


Sambil memandangi langit - langit kamarku yang akan rubuh. Tiba-tiba aku mengambil kartu nama dari tas kerjaku dan mengambil ponsel. Ku tekan beberapa angka pada ponselku sesuai yang tertera pada kartu nama tersebut.


Tut .. tut .. tut ..


“Selamat malam, dengan seketaris HK Group, ada yang bisa saya bantu?” ucap seseorang di sebrang sana


“Selamat malam, saya tadi di depan lift yang terkena tumpahan kopi” ucapku dengan mantap


“Oh iya, Silahkan kirim alamat tujuan anda kami akan mengganti kemeja anda, maaf sebelumnya atas kejadian yang kurang menyenangkan tadi siang” ucap orang itu dengan lembut.


“Bisakah yang memberikannya langsung orang yang telah menumpahkannya ?” ucapku mencoba menolak tawarannya.


“Kami akan mengganti beserta span dan sepatunya. Nona muda sangat sibuk, maaf” ucap orang di sebrang sana.


“Tapi bukankah itikad baik itu dengan menyelesaikan masalah secara langsung apabila kesalahan itu dibuat secara langsung juga.” Jawab Amel yang berhasil membuat seketaris itu terdiam walau hanya beberapa detik.


“Baiklah, Secepatnya saya kabari setelah berdiskusi dengan nona muda” ucapnya sebagai bentuk penutupan percakapan kami dalam via telepon.


#Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~

__ADS_1


Salam Nana~


__ADS_2