Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 11 (3 tahun yang lalu) part 11


__ADS_3

ch 11 (3 tahun yang lalu) part 11


Malam hari yang cerah bertabur bintang seolah pertanda ini adalah malam yang sangat bahagia. Tentu benar terlihat Sarah dan Radit tersenyum tanpa hentinya.


Di meja depan berisikan tiga orang dengan mengenakan bros di bajunya yakni Faizal, Tika, dan Arya sedang bercanda gurau menikmati suasananya bahagia dari sahabatnya. Tapi kemana Amel bukankah Amel juga mendapat bros spesial dari Sarah.


Yap Amel sedang makan dengan lahap hidangan yang telah di sediakan. Hanya daging-dagingan saja yang Amel pilih untuk memperbaiki gizi karna pengerjaan skripsi. Maka dari itu Amel memilih tempat yang berjauhan dari panggung.


Semua orang berbahagia tanpa ada terkecuali.


Tiba-tiba Faizal menyadari ada seseorang yang ia kenal jauh disana. Tampak kabur pandanganya sambil menyipitkan mata, Faizal berfikir Apakah iya wanita yang di ujung sana adalah Amel, sambil menggerakkan jarinya di atas meja Faizal berfikir tidak yakin mengingat Amel bukanlah kalangan kolongmerat.


"Aku jalan-jalan dulu ya" ucap Faizal kepada teman-temanya. Dengan tujuan mengecek apakah wanita yang di lihatnya itu Amel atau bukan.


Yap ternyata benar itu adalah Amel. Faizal berdiri terdiam cukup lama tidak menyangka Amel bisa secantik ini, berbeda jauh dari yang selama ini dilihatnya penampilannya sangat anggun dengan rambut yang di gelung menampakan leher jenjangnya yang panjang dan putih.


Faizal pun mendekat ke arah Amel dan duduk di meja bundar dengan Amel. Tapi seperti tidak ada respon dari wanita yang dilihatnya dari tadi.


"Apa Nona butuh minum" ucap Faizal tepat di samping Amel


"Boleh" ucap Amel sambil tetap fokus pada hidangan di depannya


Faizal hanya tersenyum.


Menyadari mengenal suara itu Amel kemudian menengok dan melihat Faizal yang di sampingnya, mata mereka bertemu.


"Apa kau tahu" ucap Faizal dengan melihat Amel dan menompangkan pipinya pada satu tangannya.


"Tidak" ucap Amel dengan cepat dan kembali pada hidangannya


"Aku belum selesai bicara" ucap Faizal dengan nada seperti akan ketawa


"Apa kau tahu, makan daging malam- malam bisa menyebabkan gendut" lanjut Faizal dengan cepat agar enggak di potong lagi dengan Amel


"Terussssssss" ucap Amel sampai bibirnya manyun kedepan


Seketika Faizal melihat ada bros di baju Amel, seperti yang dikenakan oleh teman -temannya dan juga dirinya. Faizal berfikir siapa Amel ini ? Faizal mengira Sarah dan Amel hanyalah teman biasa. Karna menurut Faizal keluarga Sarah sangat peka terhadap kesenjangan sosial, tapi sampai diberi keistimewaan seperti ini.


Dari tadi Faizal hanya mengusap dagunya dengan jadi telunjuknya dengan ekspresi berfikir sambil menatap Amel. Pandangannya seperti melamun tapi otaknya sedang berfikir siapa sebenarnya Amel ini


"Kenapa menatapku terus ? Mau inikah ?" ucap Amel sambil menunjuk piring dihadapannya karna merasa dari tadi Faizal menatapnya. Padahal Faizal menatapnya dengan pandangan kosong.


"Kalau aku mau, apa kau akan menyuapiku ?" tanya Faizal dengan nada menggoda Amel

__ADS_1


"Kau ambil sendiri di sebelah sana" ucap Amel sambil menunjuk arah tempatnya tadi mengambil makanan.


Amel berkata seperti itu padahal dalam hatinya sangat bahagia, di gombalin cowok ganteng hati wanita apa yang tak leleh


"Faizal" ucap Arya sambil menepuk pundak temannya


"Pantes lama, ternyata lagi ngobrol dengan cewek cantik" lanjut Arya


"Eh kenalin ini Amel dulu dia seketaris di grup keluargamu (ZW group)" ucap Faizal kepada Arya sambil menunjuk Amel secara sopan.


"Ah iya" ucap Arya sambil menerima jabatan tangan Amel. Lalu di susul berjabat tangan dengan Tika.


"Amel dia ini pelukis hebat" ucap Faizal sambil menepuk pelan pundak Arya


"Kalau ini, doker hebat kau tahu padahal aku sepantaran dengannya tapi dia sudah lulus S3" Ucap Faizal sambil menunjuk Tika dengan sopan.


.


Jam tangan Amel sudah menunjukkan pukul 9 malam. Amel sedang berjalan menuju Kak Sarah dengan maksud ingin berpamitan pulang.


Kak Sarah melihat Amel dari kejauhan dengan tersenyum, begitu pula dengan Amel.


"Selamat Kak Sarah, semoga lancar sampai hari H" ucap Amel sambil menjabat tangan Kak Sarah.


"Kak hidangannya sangat enak, aku makan sangat banyak. Padahal amplopku paling tipis di antara semuanya" ucap Amel dengan berbisik di telinga Kak Sarah. Entahlah setan apa yang merasuki Amel, padahal Amel adalah gadis yang sangat menjaga martabatnya tetapi bisa menjadi ambyar jika dengan Kak Sarah, itu semua karna Amel sudah menganggap Kak sarah seperti kakaknya sendiri, begitu pula Sarah yang sudah menganggap Amel seperti adiknya. Maka kita semua tidak akan heran jika mereka akan menjadi bar-bar.


Sarah yang mendengarnya tersenyum. Kemudian berkata " Tak apa. Uangku sudah banyak, amplop kosong pun tak masalah" Sarah mengucapkan dengan berbisik juga dan dengan nada seperti menahan ketawa.


Kemudian mereka berdua ketawa. Radit yang ada di samping Sarah menatap Amel dan Sarah dengan tatapan seolah berartikan apa yang lucu.


"Amel, ada orang yang mau bertemu denganmu, apa kau sibuk sekarang ?" tanya Sarah kepada Amel


"Tidak" jawab Amel sambil menggelengkan kepala, padahal Amel ingin cepat pulang untuk melanjutkan skripsinya. Tapi entah kenapa Amel tidak bisa menolak ucapan Kak Sarah.


Sarah dan Amel menaiki lift menuju lantai atas. Amel yang berada di belakangnya hanya mengangguk-angguk terpesona dengan desain dari hotel bintang lima ini.


Amel dan Sarah berhenti pada salah satu kamar di hotel ini. Masih dengan posisi yang sama Amel mengangguk-angguk mengamati kemewahan yang ada di dalam kamar hotel ini.


Amel melihat wanita cantik sedang duduk dengan memainkan ponselnya, menurutnya wanita itu adalah kakaknya Kak Sarah


"Mama" ucap Sarah pada seorang wanita itu yang tak lain adalah Ibu Hani Nyonya besar HK group. Amel terkejut bagaimana mungkin wanita cantik itu adalah mamanya, cantik dan muda sekali yang terlintas dalam benak Amel


Amel pernah melihat wanita itu di televisi atau koran dan ternyata jika di lihat dari langsung tingkat kecantikannya langsung naik 100 persen.

__ADS_1


Wanita itu menatap Amel, Dan mempersilahkan Amel duduk.


"Aku tinggal ya. Tamu masih banyak di bawah" ucap Kak Sarah kemudian berjalan keluar.


Entah kenapa sepeninggalan Kak Sarah suasana kamar ini menjadi sangat dingin dan mencengkram bagi Amel.


Amel mengamati dengan fokus dan teliti wanita yang ada di depannya, seperti pernah melihatnya tapi dimana ya, ah iya Amel ingat.


Dia wanita yang pernah menyiram Amel dengan minuman es di depan butik waktu Amel membeli gaun. Walau waktu itu Amel menatapnya dengan mata pocong tapi ingatannya cukup tajam (eps.10)


Tapi entah wanita itu mengingat Amel atau tidak. Amel tersenyum dalam hatinya berkata anak sama ibu sama aja pertemuan pertamanya harus menyiramku dengan siraman rohani dulu.


"Langsung intinya saja ya, ada banyak tamu di bawah" akhirnya wanita itu berbicara setelah dari tadi fokus dengan ponselnya


"Iya tante" jawab Amel ragu, bingung mau menyebut wanita yang ada di depannya dengan sebutan apa.


"Ceritakan yang kamu beritahu ke Sarah tentang ibunya" ucap wanita itu


Amel terdiam. Amel sudah bertanda tangan di atas materai dan berjanji tidak ada membocorkan informasi yang di dapat terkait ibunya kak sarah kepada siapapun.


Amel berfikir yang ada di depannya adalah ibu tirinya kak sarah, walau secara surat negara dan masyarakat mengetahuinya Nyonya Hani dan Sarah merupakan hubungan ibu dan anak kandung.


"Maaf" ucap Amel dengan mata tertunduk.


"Saya dan Sarah adalah keluarga, kita semua berada di kapal yang sama" ucap Nyonya Hani


"Bukankah anda tahu, Saya korban disini" lanjut Nyonya Hani pada Amel


"Kenapa anda tidak bertanya langsung kepada Kak Sarah, bukankah kalian berkeluarga ?" ucap Amel terdengar seperti menantang Nyonya besar.


Nyonya Hani langsung berdiri dan berjalan keluar meninggalkan Amel tanpa mengucapkan satu katapun, Nyonya Hani keluar dengan berekspresi tersenyum yang mengartikan Sarah tidak salah dalam mencari informan.


Amel berdiam cukup lama dengan posisi duduknya berfikir apa ucapannya terlalu kasar, apa nyonya besar sakit hati karna sudah menolaknya untuk bercerita, apa.. apa... apa...


Banyak opini yang berterbangan di dalam otaknya


Amel berjalan menuju pintu keluar kamar. Terkejutnya Amel ada wanita yang sudah menunggunya


"Selamat malam Nona Amel. Perkenalkan saya Zia, saya adalah seketaris pribadi Nyonya Hani. Saya mendapat perintah untuk mengatar anda pulang" ucap seketaris itu dengan sopan


Didalam mobil Amel masih berfikir atas kejadian yang barusan terjadi, apa Nyonya Hani marah kepadanya.


Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~

__ADS_1


Salam Nana


__ADS_2