
ch 7 (3 tahun yang lalu) part 7
Suasana di hotel bintang 5 dengan iringan biola yang lembut dan canda tawa dari grup anak kolongmerat.
"welcome baby" ucap sarah pada temannya sambil bercipika cipiki.
"Thanks" jawab Tika sambil tersenyum pada Sarah
"Gimana kabar kalian semua ?" lanjut Tika
"Kayaknya aku sakit, Bu dokter tolong periksa aku" ucap Faizal yang mencoba mengambil simpati Tika.
"Tika itu pintar dalam pelajaran tapi tidak dengan hal percintaan" ucap Arya nada mengejek
"Yakkk.." ucap Tika yang di iringi ketawa dari teman temannya
"Arya, dari pada kau urus hidupku lebih baik kau belajar menjadi CEO, kau tahu papamu sering ke rumah sakit kami" lanjut Tika sangat pedas
"Di grup kita ada 2 cewek cantik, tapi yang satunya bermulut pedas yang satunya kayak macan. Jadi kau harus berhati-hati ya Arya" ucap Radit sambil menepuk pundak Arya.
Arya adalah anak dari ZW group (perusahaan tempat kerja Amel). Tapi dia lebih memilih melanjutkan hobinya menjadi pelukis, menurutnya kebebasan lebih indah dari pada terikat oleh aturan perusahaan.
"Mamaku bilang kalian akan menikah ya" ucap Faizal sambil menunjuk Radit dan Sarah
"Kalian cepet nyusul ya" ucap Arya sambil menunjuk Faizal dan Tika
Suasana meriah berada di hotel ini, tapi sayangnya tidak untuk suasana yang sedang terjadi pada Amel.
"Ini" ucap Amel sambil menunjukkan foto kepada salah satu sesepuh pada yayasan yang menurut survey Amel, wanita yang ada di foto itu dibesarkan di panti asuhan ini.
"Ara" ucap sesepuh itu dan kemudian menangis
"Nenek baik-baik saja" ucap Amel yang tiba-tiba syok lawan bicaranya meneteskan air mata
"Tunggu sebentar" ucap nenek itu lalu berdiri mengambil kotak, dan menunjukkan foto yang juga menampilkan wajah sama seperti milikku.
"Nama wanita itu Ara........" penjelasan nenek yang membuat Amel terkejut bukan main, dan ada juga foto bersama wanita itu (Ibu Ara) dengan nyonya besar HK group (Ibu Hani) mereka tampak seperti akrab.
Amel kembali ke hotel dengan lesu dan binggung setelah dari panti asuhan tersebut, tak menyangka bahwa kak Sarah ternyata tidak sesempurna yang dia kira, rasanya ia tak sanggup menyampaikan kenyataan ini semua. Pasti kak Sarah akan hancur.
Tapi tiba-tiba pikirannya berubah harus di sampaikan lebih cepat lebih baik. Di ambillah ponsel yang ada di tasnya.
"Kak Sarah" ucap Amel. Sangat berisik suasana yang ada di sebrang telponnya (sedang di acara perayaan Tika)
"Iya, sebentar aku ke toilet dulu ya" ucap Sarah sambil menjauh dari pusat acara keramaian dan berpamitan dengan teman temannya
"1 minggu lebih aku menunggu telepon darimu, akhirnya kau telepon juga, bagaimana info yang kamu dapatkan ?" lanjut Sarah
"Kak wanita itu bernama Ara, dia adalah ...."
__ADS_1
"Bahkan mama kak Sarah, Ibu Hani ...."
"Sepertinya papa kak Sarah, Pak Budi....."
Sarah hanya terdiam di cermin toilet dipandanginya matanya membengkak, padahal telponnya dengan Amel sudah selesai beberapa menit yang lalu tapi tak ada tanda-tanda kegiatan yang akan di lakukan gadis cantik itu.
"Radit" ucap Sarah pada seseorang di sebrang telpon
"Aku pulang dulu, aku akan menelpon seketarisku untuk menjemputku, titipkan salam maafku kepada yang lainnya" lanjut Sarah yang tidak memberi kesempatan Radit untuk bertanya.
.
"Antarkan saya ke rumah utama, Saya ingin bertemu mama" ucap Sarah pada seketaris Ani
Selama perjalanan Sarah hanya terdiam. Ponselnya berdering Radit menelponnya berkali-kali tapi tak di hiraukannya.
"Selamat datang nona muda" ucap pelayan rumah utama
"Mana mama" tanya Sarah
"Nyonya berada di ruang kerja, sepertinya ada tamu. Silahkan duduk dulu nona" ucap pelayan itu sambil membawakannya secangkir teh hangat
.
"Iya Sarah" ucap mama sambil duduk di hadapan sarah
Sarah berdiri dan mengajak mamanya untuk ke kemar tidur miliknya yang telah lama tidak ia tempati sejak umurnya 17 tahun.
"Mama pasti sangat berat untukmu melihatku dan memanggil namaku setiap waktu, maafkan Sarah yang mengetahui dengan terlambat" ucap Sarah.
Sarah melepas pelukannya dan menyentuh wajah mamanya sambil mengatakan "Mama tak pernah tersenyum atau pun berekspresi karna kehidupan pahit yang telah meracuni hati mama, aku baru menyadarinya ternyata aku adalah anak dari sahabat mama yang telah menjadi pelakor. Tapi mama malah memperlakukanku dengan baik dan menjadikanku wanita yang hebat." lanjut Sarah dengan menangis
Sarah melihat sekeliling kamarnya yang pernah menjadi bagian cerita di hidupnya.
"Bahkan aku meninggalkan rumah ini ketika umur 17 tahun. Aku kira mama yang jahat disini. Maafkan Sarah yang berpikiran serendah itu. Aku akan tinggal di rumah ini lagi, besok aku akan membereskan beberapa barang dari Apartemen" ucap Sarah
Nyonya Hani yang dari tadi diam. Kemudian memegang tangan Sarah.
"Semakin kau mencari tahu, semakin kau akan terluka" ucap ibu Hani yang kemudian pergi meninggalkan Sarah.
Nyonya Hani pergi ke kamarnya melamun termenung oleh peristiwa yang telah lama berlalu.
"Sayang" sapa suaminya pak Budi
"Sepertinya Sarah pulang lagi ke rumah ini" lanjutnya
"Iya dia katanya akan tinggal disini lagi, kau sudah makan ?" ucap Ibu Hani
"Sudah, tadi rapatnya di rumah makan" jawab pak Budi
__ADS_1
Mereka terdiam tapi masih dalam kondisi terjaga, mereka saling memikirkan hal yang sama yakni masa lalu yang sempat membuat goyang rumah tangganya.
"Sayang, maafkan aku. Percayalah hanya kamu yang aku cintai. Kau masih ingatkan kita sudah saling mencintai sejak SMA. Kita bukanlah pasangan yang dijodohkan" ucap Pak Budi sambil mencium kening istrinya.
.
...Seminggu kemudian...
"Besok aku akan kembali. Sebelum itu aku akan mengunjungi makam orang tuaku dan membeli oleh-oleh untuk nenek" ucap Amel sambil menyisir rambutnya, dan tersenyum menyambut pagi yang indah dan cerah ini.
.
"Ibu ayah, ini Amel. Maaf Amel jarang kemari, Amel sekarang mahasiswa di universitas A. Amel semester depan akan skripsi, Amel akan berusaha lulus cumlaude dan memperoleh gelar wisudawan terbaik." ucap Amel sambil menabur bunga kemudian pergi
Di depannya terlihat sosok yang di kenalnya, hanya jalan raya besar pembatas antara mereka berdua. Itukan kak Faizal, kenapa dia ada di sini. Tiba-tiba Faizal melihat Amel dan menghampirinya.
"kau ada di sini ?" tanya Faizal
"Ah aku berasal dari daerah ini, baru saja aku mengunjungi makam orang tuaku, dan kakak sendiri ?" tanya Amel. Sejak kami pergi ke wahana permainan tempo hari itu kami menjadi cukup dekat.
"Aku berencana membuka cabang baru di daerah sini, mau makan siang bersama" tanya kak Faizal ke aku
"Dengan senang hati" jawabku sambil menunjuk warung di sebrang sana
"Nasi pecel 2 ya bu" ucapku pada ibu tua sebaya
"Eh, Apa kakak masih takut masuk ke tempat wanaha itu lagi bersama kak Tika?" tanyaku sambil menyemil keripik tempe
"Enggak kok" jawab kak Faizal menatapku tersenyum
"Aku sepertinya tertarik denganmu" lanjut kak Faizal
"No No. Kakak harusnya bilang dengan ada kata romantisnya kalau langsung seperti itu nanti kurang berkesan bagi kak Tika" jawab Amel sambil menggoyangkan tangannya memberi isyarat itu tidak benar tetap dengan memakan cemilannya.
Faizal hanya tersenyum padahal kalimat itu di ucapkan untuk Amel.
Yang sebenarnya terjadi pada Faizal dan Tika pada malam itu
"Thanks udah nyiapain ini semua. Mulai dari acara wahana tadi, dan sekarang makan malam mewah ini" ucap Tika
"Waktu aku pertama kali pulang ke rumah. Mama bilang kita akan di jodohkan, aku merasa tersentuh bisa di jodohkan dengan CEO muda dan berbakat sepertimu. Tapi.." ucapan Tika terhenti
"Maaf aku sudah memiliki kekasih" lanjut Tika sambil memegang tangan Faizal.
"Ah begitu" jawab Faizal tapi entah kenapa Faizal tidak merasa sakit hati sama sekali, padahal dia menyukai Tika sejak mereka SMP. Dan saat di pertengahan SMP Tika memutuskan sekolah di Luar Negri, Faizal menangis bahkan ingin mengikuti sekolah di Luar Negri bersama. Tapi entah kenapa kini rasanya udah hilang, mungkin karna hanya obsesesi dalam otaknya yang tertanam bahwa Tika adalah cinta sejatinya namun dalam hatinya cinta sejatinya udah berubah.
Amel nama yang terukir saat ini di dalam hatinya, sepanjang hari Tika yang menemaninya tapi hatinya sangat rindu dengan Amel, Rasanya lebih seru ketika memasuki wahana bersama Amel daripada bersama Tika.
Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~
__ADS_1
Salam Nana~