Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 3 (3 tahun yang lalu) part 3


__ADS_3

(3 tahun yang lalu) part 3


.


Sinar matahari menembus kaca dan selambu kamar silaunya menyatu dengan kebisingan di sekitarku menyuruhku untuk lekas sadar dari tidur indah ini.


Ku pandangi langit - langit kamar ini. Dan aku pun kaget dengan posisi langsung duduk.


"Aku dimana ?" ucapku sambil mamandangi diri di depan kaca. Aku mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin.


"Ini masih di Apartemen Kak Sarah" batinku dalam hati. Kemarin aku kan habis makan malam yang enak banget lalu di pijat refleksi dan aku tertidur eh eh sekarang jam berapa aku harus ke kantor. Aku pun berdiri dan mencari handpone. Apa sudah jam 7, Bagaimana pun jam 8 aku harus sudah sampai kantor, ah iya jam 10 kan aku ada rapat. Mana aku baru bangun tidur.


"Kebisingan apa ini aku mendengar seperti ada suara pria, jangan - jangan ada pacar Kak Sarah" ucapku dalam hati sambil mengenakan baju yang baru saja kemarin di kasih oleh kak Sarah. Bahkan masih ada bandrol harganya. Bodo amatlah yang penting wangi.


Akupun memberanikan diri keluar kamar dengan pelan - pelan agar tak mengganggu Kak Sarah dan pacarnya.


Tetapi sayangnya, ternyata kak Sarah dan pacarnya berada di meja makan, yang mana itu tepat di depan pintu kamar yang aku gunakan tidur semalam.


"Amel sini ayo sarapan" sapa Kak Sarah.


"Iya kak" ujarku dengan nurut mengikuti perintah Kak Sarah dan duduk di meja makan bersama dengan posisi Kak Sarah di depanku dan teman prianya di sampingku. Selang beberapa menit ada wanita paruh baya dapat dipastikan dia seorang asisten rumah tangga, memberiku nasi goreng dengan telor ceplok dan susu hangat di letakkannya nampan itu di depanku.


"Oh ternyata kamu punya teman ya nona ingus. Aku kira hanya seketarismu dan aku saja yang pernah menginap di apartemen mu ini" ucap pria itu kepada Sarah dengan nada mengejek.


"Itu penghinaan ya pendek" ucap Kak Sarah tanpa melihat lawan bicaranya matanya tertuju fokus pada apel yang dikupasnya.


"Ternyata mereka punya panggilan sayang yakni pendek dan ingus" batinku dalam hati


"Dia itu satu almamater dengan kita loh. Bahkan fakultasnya sama sepertimu ekonomi. Dia juga anak BEM" lanjut Kak Sarah. Yang hanya mendapat anggukan dari lelaki itu seperti tidak tertarik dengan topik yang sedang membahas aku, bahkan lelaki itu tetap pada ponselnya.


Aku tersenyum bahagia karna aku merasa Kak Sarah memperhatikanku sampai mengingat yang kucerikan semalam.


"Kak setelah makan ini mohon pamit karna harus mengurus persiapan rapat bersama CH group, terima kasih banyak ya kak." ucapku


"CH group ?" ucap lelaki itu sambil menoleh kepadaku dan mata kami bertemu.


TAMPAN. 1 kata yang terlintas di benakku. Apa yang aku pikirkan, itu kan pacarnya Kak Sarah.


"Iya nanti rapat dengan Pak Faizal dari CH group. Saya asisten seketaris magang di ZW group" ucapku sambil menganggukkan kepala dan menyadarkan lamunanku.


"Oh Paman Zulkar Wijaya" ucap lelaki itu dengan pelan sekali hampir aku tak dapat mendengarnya dengan jelas.


"Itu yang ada di sampingmu Faizal dari CH Group" ucap Kak Sarah tersenyum sambil memakan buah apel.

__ADS_1


Seketika aku menengok kulihat ekspresi datar di raut wajah Pak Faizal masih tetap berada di zona nyaman bersama ponselnya. Aku pun tersadar CH group dan HK group tak kaget kalo mereka pasangan kok. Emang aku siapa, mungkin aku hanya play group disini. Bisa sarapan bersama anak dari kolongmerat di negeri ini sudah sebuah peristiwa yang langka kan.


.


.


"Saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk rakyat saya kelak." ucap penutup Pak Budi sebagai bentuk kampanyenya.


Dan tak lupa para wartawan yang menghampiri Bapak Budi setelah beliau turun dari panggung. Begitu pula para tim sukses dan para pendukung kampaye di hari ini, yang membuat semakin meriahnya acara.


Semuanya ingin memegang atau berfoto atau berjabat tangan dengan calon presiden itu. Bapak Budi sebelumnya sudah pernah menjadi gubenur dan tak perlu di ragukan lagi tentang kerjanya, bahkan wilayanya yang di pimpin sebelumnya sampai mendapat penghargaan Internasional.


Makanya begitu Bapak Budi memutuskan maju di meja Calon Presiden tak sedikit rakyat yang menyambut dengan senang hati.


"Bagaimana stategi Bapak untuk lebih unggul dari kubu sebelah ?" tanya wartawan. "Apakah banyak partai yang akan Bapak gandeng ?" tanya wartawan yang lainnya. "Apa bapak...". "Siapa yang...". "Kapan tanggal...". " Dimana...". Berbagai pertanyaan datang silih berganti secara acak, Bapak Budi menjawab secara santai dan mencoba menjawab semuanya sambil dikawal oleh seketarisnya berjalan ke arah mobil.


"Bapak Budi, Apakah benar nona Sarah akan melangsungkan pernikahan politik, sebagai bentuk sponsor kampanye ?" Pertanyaan wartawan yang bikin kaget Bapak Budi dari semua wartawan kenapa ada pertanyaan seperti ini.


"Bukankah kalian semua tahu anak saya berencana kuliah lagi" jawab tenang Bapak Budi dengan ketawa khasnya.


.


.


"Nyonya besar saya melacak GPS handphone Nona Sarah" ucap seketaris dengan nada panik


"Apa ada masalah ?" ucap nyonya besar itu


"Menunjukkan berada di titik koordinat kota Tirex" ucap seseorang di sebrang sana. "Tidak ada tugas kerja di sana, bahkan nona Sarah tidak mengatakan apa - apa, langsung menghilang begitu saja" lanjut seketaris itu


"Awasi saja." ucap nyonya besar sebagai bentuk penutupan


.


.


Kring .. Kring ..


"Lagi dimana ?" tanya seseorang di sebrang sana


"Perjalanan, Apa lancar kampanye hari ini ?" ucap nyonya besar kepada orang di sebrang sana


"Kau mau jodohkan dengan siapa Sarah itu ?"tanya seseorang di sebrang sana dengan nada tinggi, tanpa menjawab pertanyaan yang di tanyakan lawan bicaranya.

__ADS_1


"Kau tau dari mana ?" yang malah dibalas tanya balik oleh nyonya besar.


"Ada wartawan yang bertanya, aku tak butuh sponsor, jika harus Sarah yang menjadi umpannya" ucap lelaki paruh baya di sebrang telfon.


"Ternyata wartawan cukup cekatan juga ya, padahal aku melakukannya dalam pertemuan tertutup" ucap nyonya besar


"Kenapa kau tiba - tiba menjadi peduli dengan putrimu Hahaha" ucap nyonya besar lagi dengan ketawa.


"Nyonya kita akan turun sebentar lagi" ucap supir yang sekaligus menjadi seketaris pribadinya nyonya besar grup HK itu.


"Aku tutup, kita bicarakan lagi di rumah saja" ucap nyonya besar kemudian mengakhiri telepon dengan suaminya.


.


"Tuan, tadi seketaris ZW group mengabari akan memberi kita dukungan dengan meluncurnya prodak baru mereka sebagai bentuk solusi masyarakat. Apa bila tuan ingin berdiskusi lebih jauh, saya akan melobi dengan seketarisnya untuk mengatur pertemuan" ucap seketaris itu yang duduk disamping calon presiden.


"Oke, Atur saja. Prodak barunya tentang pupuk tanpa unsur hewani dan kimia itu kan ya ?" tanya tuan besar kepada seketarisnya


"Iya. Entah negosiasi apa yang akan di tawarkan oleh pihak ZW nanti" ucap seketaris itu.


.


.


"Kita ZW group akan memasok semua kebutuhan sayuran hotel dan restoran yang di miliki oleh CH group, untuk harga akan di turunkan 20 persen dari harga pasaran, tapi apabila orderan bisa naik dua kali lipat, maka harga diskon akan menjadi 10 persen." ucap Amel sebagai bentuk pengesahan terakhir sebelum di tanda tanganinya kontrak oleh 2 pihak.


"iya saya setuju" jawab Pak Faizal sebagai CEO CH group


"iya " jawab Pak Zulkar sebagai CEO ZW


Dan disusul oleh 2 pihak yang menandatangani di kolom masing - masing.


.


.


"Halo Kota kelahiranku, aku datang, ibu aku pulang, apa kau tak ingin memeluk putrimu ini" ucap Sarah dalam hati di pandanginya hamparan tanah yang luas ada 1 pohon besar tengahnya yang saat ini sedang merindanginya, di taruhnya taburan bunga di bawah pohon itu. Sesekali Sarah menyeka air matanya.


"Aku akan mencari penyebab yang tak wajar ini, aku pasti akan melacaknya. Tunggu ibu, istirahatlah dengan tenang disana" ucapnya dalam hati


Sarah pergi berjalan meninggalkan tempat itu menuju mobil "Ke Bandara" ucap Sarah kepada sopir online yang di pesannya.


#Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~

__ADS_1


Salam Nana~


__ADS_2