Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 6 (3 tahun yang lalu) part 6


__ADS_3

ch 6 (3 tahun yang lalu) part 6


"Radit, apa kau beneran menyukaiku ?" ucap Sarah pada lelaki itu


"Karna aku adalah Sarah atau karna aku putri dari HK group" lanjut Sarah


"Apa pertanyaan ini termasuk negosiasi, bukankah kau sudah tahu jawabannya. Sarah, kau sedang ada masalah ?" ucap lelaki itu dengan santai.


"Apa aku terlihat menyedihkan hari ini?" tanya Sarah dengan kepala tertunduk


Radit menyentuh dagu Sarah, dan mengangkatnya. Mata mereka saling bertemu, dan saling melihat dengan lekat.


"Sarah dengarkan baik-baik, aku menyukaimu sejak kita masih SMP bahkan aku mengurungkan niatku untuk sekolah di luar negeri agar waktu SMA kita dapat sekolah bersama, mungkin di mata orang-orang kita akan melakukan pernikahan politik tapi itu tidak bagiku. Aku sungguh menyukai kamu adalah Sarah." ucap Radit panjang dan lebar kepada Sarah.


"Kau tahu setelah acara makan malam bersama Nyonya Hani. Badanku demam tinggi bahkan aku harus ke Rumah Sakit, aku tidak menyangka mendapat tawaran untuk menikah denganmu. Sampai aku menyumbangkan seluruh gajiku pada bulan itu sebagai bentuk syukurku atas ini semua" lanjut Radit yang tak kalah panjangnya.


Sarah tersenyum.


"Aku harap rasamu padaku tidak akan pernah hilang, aku akan berusaha mencintai dirimu" ucap Sarah


Radit mendekatkan tubuhnya ke arah Sarah dan memeluknya.


"Jangan berusaha sendirian, aku pasti akan membantumu dalam segala hal" ucap pelan Radit tepat di telinga Sarah


"Mulai sekarang aku tidak ingin kau menundukkan kepala seperti itu lagi di hadapanku, aku pasti akan melindungimu. Kau akan menjadi istri jaksa, menantu hakim negeri ini. Aku akan menjadi hakim dan pasti melindungimu" batin Radit masih dalam memeluk Sarah.


.


.


"Amel" ucap Ica yang baru saja datang dari luar kota, dan langsung memeluk erat dari belakang, yang membuat kaget Amel.


"Aku kok mencium bau oleh-oleh ya" ucap Amel, menyindir rekan kerjanya.


"Ini spesial buat Amel yang rajin dan sigap menggantikan tugasku selama aku liburan dengan pak Bayu" ucap Ica sambil mengeluarkan kantong kertas yang cukup besar


"Kau jahat, aku kembali kau malah menulis surat mengunduran diri. Bukankah masuk kuliahmu masih lama" ucap Ica dengan manyun


"Bu Agustin sedang di Singapura menurut prediksi hanya 2 bulan. Kurang 1 bulan lagi Bu Agustin akan kembali " ucap Amel


"Sesuai prosedur magang dari kampusku sudah selesai, dan aku memutuskan untuk tidak lanjut lagi, aku ingin menikmati masa liburanku" lanjut Amel sambil tersenyum


Karna ada yang membayar Amel lebih tinggi dari pada menjadi anak magang. Maka dari itu Amel berani mengambil keputusan ini.


.


.


"Nenek aku pulang" ucap Amel sambil mencari keberadaan neneknya

__ADS_1


"Ayo makan, nenek bawakan makanan untuk makan malam" ucap nenek


Seketika Amel teringat foto yang di berikan Kak Sarah


"Nek aku ingin ke Kota Tirex, aku ingin mengunjungi makam ayah dan ibu. Apa tidak apa-apa nenek akan aku tinggal untuk waktu yang agak lama, ada beberapa urusan juga di sana. Sampai waktu dekat masuk kuliah baru aku akan pulang" ucap panjang Amel kepada neneknya


"Iya, nenek tidak bisa menemani karna nenek sudah tua. Kapan kamu akan berangkat ?" tanya nenek kepada Amel


"Lusa nek. Besok Amel akan berbelanja untuk keperluan " ucap Amel


"Nenek akan siapkan kue untuk bekalmu selama di perjalanan" jawab nenek


.


.


"Sarah, Radit, Faizal, Tika, dan Arya" ucap Sarah pada petugas hotel yang ada di depannya


Yap, Mereka akan mengadakan pesta menyambut kedatangan Tika yang telah kembali. Sejak SMP sudah memutuskan untuk menuntut ilmu di Inggris.


"Jadi hanya 5 orang saja dengan nama tersebut yang boleh masuk, tolong aman dari wartawan atau apapun karna kami semua ingin bersenang-senang" ucap panjang Sarah


"Baik nona Sarah" ucap petugas hotel


"Kurang 9 hari lagi aku harap tidak ada masalah" ucap Sarah


.


.


"Aku melihatnya dengan siapa ya?" ucap pelan Faizal seakan berbicara pada dirinya sendiri


Seketaris Yon dapat mendengarnya, tersenyum dan berkata "Bukankah dengan nona Tika"


"Ah ini ada 4 tiket" ucap Faizal sambil mengeluarkan tiket dalam amplop


"Aku berniatnya melihatnya lebih dulu, jadi ketika bersama Tika aku tak merasa takut" lanjut Faizal


"Apa Pak Yon bisa merekomendasikan aku pergi dengan siapa?" tanya Faizal pada seketarisnua


"Dengan orang yang pemberani tentunya tuan." jawab seketaris Yon.


.


.


"Aku hanya perlu belanja seadanya, Kak Sarah sudah memberikanku kartu kredit untuk menjalankan misi ini" batin Amel sambil memilih barang-barang di mall


"Nona Amel" sapa lelaki itu yang membuat Amel kaget

__ADS_1


"Ah saya sedang memilih aroma mana yang paling segar, kalau anda ?" ucap Amel padahal gak ada yang tanya. Memang saat Amel di sapa terlihat sedang mencium produk, seperti membandingkan antara yang ada di tangan kirinya atau tangan kanannya.


"Sedang berkeliling, yasudah selamat berbelanja " ucap lelaki itu


Amel memukul jidatnya ini kan salah satu mallnya CH group, ya makanya tak heran Bapak Faizal ada di sini.


Tiba-tiba Faizal teringat perkataan seketaris Yon dan tiket wahana itu.


"Amel orang yang pemberani, level tinggi kecoak aja dia berani" ucap Faizal dalam hati


Faizal membalikkan badan dan melihat Amel masih sibuk dengan belanjanya


"Bukankah Nona harus bekerja. Apa sedang cuti ?" tanya Faizal pada Amel


"Saya sudah tidak bekerja di ZW group lagi" ucap Amel


"Apa Nona mau menemaniku sampai malam untuk hari ini ?" tanya Faizal


"Ma malam , ma maksud anda ?" jawab Amel dengan terbata-bata dan Amel mundur 2 langkah dari tempatnya tadi berdiri.


"Bukan seperti yang Nona kira. Aku akan membayar seperti Nona bekerja di ZW group 1 bulan." jawab Faizal dengan tertawa, karna ekspresi lucu Amel.


Faizal memberikan tiket wahana kepada Amel. Dan Amel langsung paham akan tugas yang akan ia dapat malam ini.


Mata Amel langsung membesar. Apa ini mimpi aku akan mendapat gaji seperti 1 bulan ku bekerja, hanya untuk memasuki rumah hantu. Sepertinya akhir-akhir ini aku sering mendapat kebejohan yang hakiki.


.


.


"Aduh lama banget sih. Harusnya tadi aku menjemputnya saja." batin Faizal sambil mondar mandir


"Bapak Faizal" Sapa Amel dengan senyuman manis


"Bapak ?" ucap pelan Faizal tapi sambil melotot di depan Amel


"Sarah kau panggil kakak, aku kau panggil Bapak. Padahal aku dan Sarah sepantaran" lanjut Faizal


"Bagaimana saya harus memanggil anda ?" tanya takut Amel


"Panggil kakak, dan jangan terlalu formal kita bukan di kantor. Dan juga kamu sudah bukan seketaris jadi santai saja" ucap faizal


Jujur aku senang banget. Bisa di bilang ini pertama kalinya aku masuk ke wahana permainan seperti ini. Walau aku tahu kenyataannya bahwa hanya untuk menemaninya dalam persiapan dengan Nona Tika.


"Kakak" ucap Amel


Faizal yang mendengar tersenyum. Dan entah mengapa hatinya juga tersenyum mendengar panggilan lembut dari Amel.


"Iya" jawab Faizal tanpa melihat Amel.

__ADS_1


#Mohon tunggu update selanjutnya ya~~


Salam Nana~


__ADS_2