
ch 4 (3 tahun yang lalu) part 4
"Mama aku kan sudah bilang. Gak mungkin aku menikah sama Sarah. Dia itu teman kecilku, kita udah seperti saudara. Tak ada perasaan cinta yang seperti itu dalam pertemanan kita" ujar Faizal pada mamanya yang meramaikan suasana sarapan di meja makan ini.
"Yaudah mama ngerti. Kalau gitu kamu coba makan malam bersama Tika anak dari group H ONE" ucap mama memberi opsi lain untuk menjodohkan anaknya itu.
"Tika yang.." ucap Faizal menggantung sambil mencoba berfikir.
"Iya. Tika yang dulu Faizal sukai. Dia sekarang sudah menjadi dokter" ucap mama Faizal untuk meyakinkan anaknya.
"Baiklah ma" ucapnya sambil tersenyum
.
.
"Tuan, seketaris dari ZW group sudah datang" ucap seseorang melalui telfon
"Suruh masuk" ujar faizal pada seketarisnya
"Silahkan duduk nona" sapa CEO CH group sambil mengarahkan tangannya ke arah sofa, "Bagaimana tentang produk yang kalian janjikan tempo hari itu ?" tanya Faizal kepadaku
"Ini beberapa sayuran yang saya bawa sebagai bentuk uji coba dan dapat di pastikan sama seperti contoh yang kami tunjukan waktu penandatanganan kontrak" ucapku dengan mantap, sambil mengeluarkan sayuran berkualitas super dari kantong plastik besar.
Kring.. Kring..
Hp seketaris CH group berbunyi
"Iya"..... " tunggu saya akan turun" ucap lelaki pada seseorang di sebrang telpon
"Tuan, saya harus turun karna ada sedikit masalah di bawah." ujar seketaris itu pada Faizal
"Iya tinggalkan kami, saya akan tangani sendiri untuk yang ini" ucap Faizal pada seketarisnya
Berdua dengan cowok ganteng, aku tidak merasa sehat pada jantung bahkan jantungku rasanya akan melompat dari tempat asalnya.
"Ingat Amel itu pacarnya kak Sarah" ucapku berkali kali dalam hati, untuk meyakinkan diri dan mengontrol jantungku.
"Ini terlihat ...." ucap faizal yang tiba - tiba terhenti. Faizal melihat ada hewan yang berjalan mendekati arah kakinya.
__ADS_1
Dengan seketika seorang dengan jabatan CEO, langsung naik ke atas sofa beserta dengan sepatunya dan tak lupa ada sayuran terong di tangan kanannya serta pare di tangan kirinya. Sambil berteriak "itu.. itu.. itu.." menunjuk kecok dengan 2 buah sayur ditangannya yang tergambar seperti dia akan membunuh hewan mematikan dengan leser yang terpancar dari 2 buah sayur itu.
Aku yang melihat sampai syok. "Ah hanya kecoak, sampai begitu ya" ucapku dalam hati sambil nyegir. Akupun melepas sepatuku yang hanya ku lakukan cukup membalik posisi kecoak itu. Udah beres tidak bisa jalan lagi kan.
"Kenapa tidak sekalian dibunuh atau buang saja" ucapnya yang masih diposisi berdiri di atas sofa.
"Kecoak itu gak akan bisa jalan" ucapku dengan sedikit kesal. Tampang keren, otot punya tapi sama kecoak takut.
"Tolong" ucapnya memohon kepadaku.
Lalu aku mengambil kresek yang tadi aku bawa. Kecoak itu aku masukkan dan aku buang.
"Tanganku sampai berkeringat gara gara menggenggam terong dan pare" ucapnya pelan seperti mengatakan pada dirinya sendiri.
"3 kali kita bertemua dan kamu menjadi sosok yang berbeda - beda" ucapnya yang tiba-tiba menjadi informal
"Maksudnya ?"tanyaku sambil membersihkan tanganku dengan tisu basah dan hand sanitizer.
"Pertama kali bertemu di Apartemen Sarah kau terlihat seperti gadis lugu, Pertemuan Kedua pada rapat bersama ZW group kau terlihat gadis yang berkompeten, dan hari ini pertemuan ketiga kau nampak seperti, apa ya.." ucapnya berfikir
"Seperti pahlawan super hero" ucapku dalam hati. Membayangkan kalimat itu yang akan keluar dari mulutnya
"Kau sangat handal, tadi waktu kamu membalik kecoak itu seperti kamu sedang membalik tempe saja sangat lihai, lalu ketika kamu tangkap dengan kantong plastik itu terlihat seperti kamu menangkap uang yang jatuh di jalan harus pelan dari jauh, ketika sudah mendekat baru cepat dan tepat" ucap Faizal panjang lebar sambil memperagakan yang aku lakukan dalam mengevakuasi kecoak tadi.
Ini dia gak lihat raut wajahku yang dari tadi sudah betek dengan topik kecoak, masih saja di lanjutkan. "Pawang kecoak, tempe, uang di jalan, aku isengin ah seru kayaknya" batinku dalam hati
"Itu ada apa di belakang kursi Bapak" ucapku dengan panik sambil menunjuk sesuatu yang sedang ia belakangi
Seketika dia langsung berlari ke arahku dan terkejutnya aku bukan main. Ada yang memelukku dengan erat. Yang semakin kurasakan detak jantungku tidak beraturan rasanya. Kulihat ekspresi ketakutan tergambar jelas di wajah tampannya.
"Pak Faizal" ucapku untuk memberi kode dari pelukannya sambil menatapnya.
Bukannya melepas pelukan itu kurasakan tubuhnya semakin mendekat. Wajahnya semakin mendekat ke arahku. "Apakah dia akan menciumku" ucapku dalam hati. Rasanya aku juga ingin mendekatkan wajahku padanya juga, bisa di cium dengan cowok ganteng sangat butuh iman yang kuat untuk menolaknya. Tapi tiba-tiba paras Kak Sarah muncul di benakku.
Aku berdiri dengan sontak melepaskan tangannya besentuhan dengan tubuhku, dan berjalan menjauh satu langkah dari tempatku berasal. "Kak Sarah sangat baik pada saya, jadi tidak mungkin saya membalasnya seperti ini" ucapku dengan tegas di depannya
"Lalu kenapa ?" ucapnya dengan santai seakan tidak merasa bersalah dari perbuatan yang akan di lakukannya.
"Apa kurangnya kak Sarah ?" tanyaku
__ADS_1
"Hahaha" hanya ketawa yang keluar dari mulutnya dan itu semua semakin membuatku bingung.
Kami makan siang bersama di salah satu restoran milik CH group.
"Restoran ini terkenal dengan vegetarian pada menunya, dan menu ini menu terbaik di restoran ini." ucap seketaris itu kepadaku.
"Iya, dengan senang hati saya akan mencobanya" jawabku dengan tersenyum kepada seketaris itu. Aku tidak tahu mengapa pak Faizal tidak berbicara dari tadi, aku melihatnya sesekali dia selalu bermain dengan ponselnya.
"Dasar playboy udah ada pacar masih aja jelalatan sama cewek lain" ucapku dalam hati
.
.
Sarah berjalan dengan cepat menuju apartemennya setelah melakukan perjalanan singkat dari kota Tirex.
"Mama" ucap Kak Sarah terkejut pada seseorang yang ada di sofa ruang tamu di dalam apartemennya.
"Apa yang akan kau jelaskan, kalau foto ini tersebar di artikel dan koran " ucap wanita itu. Sambil menunjuk foto di atas meja.
Sarah melihat banyak foto di atas meja. Sarah terheran kekuasaan apa yang mamanya miliki sampai setiap aktivitasnya selalu diketahuinya. Bahkan belum aja sampai Apartemennya, sudah ada foto tentang dirinya di tangan mamanya.
"Jangan banyak tingkah sampai waktu percalonan presiden tiba" ucap wanita itu lalu berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. Tiba-tiba langkah terhenti
"Besok jam 6 pagi ada senam bersama, seketaris Ani akan menjemputmu, sekarang istirahatlah" lanjutnya tanpa menghadap lawan bicaranya, dan berjalan keluar.
---- "kamu memang berasal dari bibit rendahan,tapi mama akan mengubahmu menjadi wanita hebat" -- "mari saling menguntungkan, tidak semua orang bisa mendapatkan kursi sepertimu" -- "kelahiranmu adalah kesalahan, maafkan papa" -- "Berterima kasihlah pada mamamu yang sudah mau menerimamu" ----
Sebuah memori yang terekam dengan jelas, ketika Sarah ulang tahun ke 17 tahunnya. Peti rahasia keluarga yang berduri akhirnya di ketahuinya sebagai kado dari kedua orang tuanya dan ternyata kemewahan pada dirinya ini hanyalah kepalsuan.
Tangisan pilu Sarah di ruang tamu. Bahkan dia sampai terisak - isak. Ia pun berjalan ke sofa dan mengeluarkan ponselnya menekan gambar telfon pada kontak seseorang.
"Iya, sarah" jawab pada seseorang disana
"Bisakah kita bertemu, ada yang mau aku negosiasikan" ucap Sarah pada seseorang di sebrang telpon. Terdengar suara samar- samar pada jawaban seseorang di sebrang telfon.
"Akan aku kirim waktu dan lokasinya" lanjut Sarah.
#Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~
__ADS_1
Salam Nana~