Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 12 (3 tahun yang lalu) part 12


__ADS_3

ch 12 (3 tahun yang lalu) part 12


Bulan masih menampakkan sinarnya, begitu pula dengan Amel gadis cantik yang dari tadi masih terjaga di atas ranjangnya memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.


Amel sangat bingung dengan Nyonya Hani, biasanya ketika orang mendapat penolakan akan berekspresi marah. Tapi, tadi yang Amel lakukan kepada Nyonya Hani adalah penolaknya dan Nyonya Hani tidak mengatakan apapun, tidak tersenyum, pokoknya datar.


Nafas panjang sudah berkali-kali Amel lakukan.


Tapi ternyata Amel tidak sendiri yang sedang bingung, Faizal masih terjaga dengan posisi duduk diatas ranjangnya.


Faizal memikirkan siapa Amel sebenarnya ? Yang Faizal tahu Amel hanyalah anak yatim piatu dan tinggal berdua bersama neneknya.


Akhirnya Faizal mengambil ponselnya dan menekan tombol telpon pada kontak seseorang.


"Iya tuan" ucap seseorang di sebrang telpon


"Aku ingin kau mencari tahu identitas seseorang, Namanya Amelia, Mahasiswa di Universitas A, Fakultas Ekonomi angkatan 20XX" ucap Faizal pada seseorang di telpon sambil memegang jantungnya.


Entah kenapa setiap kali memikirkan Amel. Hati dan jantung Faizal merasakan sesuatu hal yang aneh. Rasanya seperti yang pernah terjadi ketika Faizal memikirkan Tika sebelum peristiwa berangkatnya ke Luar Negri.


Tapi ternyata bukan hanya Amel dan Faizal. Nyonya Hani juga masih terjaga dengan lembaran-lembaran yang ada di tangannya dan di hadapannya.


Yap, Nyonya Hani membaca tentang biografi Amel. Sambil mengangguk-aguk dan sesekali mulutnya menguap karna lelah.


"Gadis yang berkompeten" ucap Nyonya Hani sambil menata rapi lembaran-lembaran menjadi satu tumpukan dan memasukkannya di map coklat.


.


Happy November..


Bulan sudah berganti, dan begitu tahun akan berganti pula, di pengujung November ini, semua sibuk dengan aktivitasnya. Terlihat Sarah yang sibuk mempersiapkan pernikahan mewah dan megah di Akhir Tahun ini. Termasuk Amel yang sedang menyiapkan wisudanya di bulan Desember.


"Kak Sarah, aku ingin bertemu, siang ini apa Kak Sarah bisa ?" ucap Amel di sebrang telpon


"Kita bertemu di cafe depan kampus ya" ucap Kak Sarah sambil tersenyum


.


Terlihat Amel sedang berada di zona nyamannya sambil memainkan ponsel. Dan sesekali menyeruput es cuppucino yang ada di depannya.


"Nunggu lama kah ?" ucap Kak Sarah sambil duduk langsung di hadapan Amel


"Santai Kak" Jawab Amel yang kaget karna datang tiba-tiba.

__ADS_1


"Ku dengar kau akan wisuda, selamat ya sudah sarjana" ucap Kak Sarah sambil menepuk tangan secara pelan dan tersenyum


"Ah. Terimakasih Kak. Ini buat kakak, aku mendapat dua undangan, satunya kuberikan untuk nenekku, dan satunya aku berikan untuk Kak Sarah. Ku harap Kak Sarah bisa datang" ucap Amel sambil menyerahkan undangan wisuda.


Kak Sarah menerima dengan senyuman, dibukanya undangan itu dan Kak Sarah mengangguk-angguk.


"Aku pasti akan datang. Apalagi kau berpredikat Cumlaude dan Wisudawan Berpestasi" ucap Kak Sarah dengan tersenyum


"Kau itu spesial" lanjut Kak Sarah sambil mengusap tangan Amel


Entahlah Amel merasa matanya berkaca-kaca dengan ucapan yang barusan Kak Sarah katakan.


Amel selalu merasa sangat bersyukur sejak bertemu dengan Kak Sarah, dalam hal keuangan dirinya sudah tidak pernah kekurangan. Dulu Amel selalu bekerja untuk mencukupi biaya kuliahnya, tapi kini rasanya Amel sudah merdeka.


.


Siang hari yang panas. Di tambah macetnya jalan membuat banyak orang di jalanan mengungkapkan kekesalan dengan membunyikan klakson secara terus menurus.


Tapi kekesalan itu tidak terjadi pada Nona muda HK group ini, Sarah malah sedang asyik menyetir dan bervidio call dengan tunangannya yang tak lain ialah Radit.


Tapi tiba-tiba ada yang menghentikan aktivitasnya, ponselnya menunjukkan ada telpon masuk dari Faizal.


"Sarah, bisa jemput aku" ucap Faizal pada Sarah melalui telpon


"Malas pol, macet pol, pesan supir online aja lah" ucap Sarah


"Kirim lokasimu "ucap Sarah yang tiba-tiba jadi fokus menyetir


.


"Kau ternyata bisa sakit juga ya tuan pendek" ucap Sarah dengan nada menghina tetap dengan mata fokus pada menyetir


"Aku kelelahan. Seketarisku Pak Yon sedang mengurus pembukaan cabang, jadi aku sangat sibuk. Mamaku tidak tahu kalau aku di rumah sakit, makanya aku meminta kau menjemputku" ucap Faizal dengan nada lemas duduk pasrah di samping Sarah.


Yang hanya di jawab Sarah dengan anggukan kepala


Faizal melihat ada undangan dengan logo Universitas A didashboard mobil Sarah.


"Undangan apa itu kok ada logo kampus ?" tanya Faizal sambil menunjuk undangan yang ada di depan Sarah


"Wisuda" jawab Sarah singkat


"Magistermu ?" tanya Faizal dengan raut muka kaget yang seperti menggambarkan perasaan baru masuk kuliah kok sudah wisuda

__ADS_1


"Bukan, Itu Amel" jawab Sarah sambil melambaikan tangannya yang mengisyaratkan bukan dan memberikan udangan tersebut kepada Faizal


Faizal membuka undangan itu dengan pandangan berfikir, tiba-tiba Faizal teringat dari hasil penyelidikan identitas Amel.


Dari penyelidikan orang suruhan Faizal, Amel dekat dengan Sarah karna Amel adalah anak beasiswa dari HK group kemudian neneknya baru-baru ini bekerja di restoran yang dimiliki HK group. Sebenarnya tidak ada yang istimewa tapi mengapa sedekat ini ya.


"Aku berencana menjadikan Amel orangku selepasnya lulus ini" ucap Sarah yang membuyarkan lamunan Faizal, padahal sedang memikirkan alasan Amel dan Sarah menjadi dekat


"Cumlaude dan wisudawan berprestasi" lanjut Sarah sambil tersenyum


"Iyakah ? Wow. Amel memang sangat keren waktu presentasi dulu di ZW group sampai banyak orang yang melakukan kontrak dengan ZW group, Amel sangat pandai dalam meyakinkan orang lain" ucap Faizal dengan nada semangat padahal sebelumnya lemas seperti tak ada energi untuk bicara


"Dia sangat berkompeten seperi Tika" lanjut Faizal yang mendapat lirikan tajam dari Sarah


Sarah terkejut, Karna setahu Sarah Wanita yang Faizal beneran sukai adalah Tika


Selama masa perkuliahan Faizal sering berganti pasangan, tapi Faizal tidak pernah sampai menyetarakan wanita-wanita itu dengan Tika. Karna Faizal pernah mengatakan kalau wanita yang pernah membuatnya bergetar pada hati dan jantungnya hanya Tika.


Tapi kini Faizal menyetarakan Amel dengan Tuka.


Sarah berfikir keras, Apa Faizal menyukai Amel ?


"Faizal kau tak seperti biasanya" tanya Sarah


"Maksudmu ?" tanya Faizal tak mengerti atas pernyataan Sarah


"Kau terlihat menyukai Amel" jawab Sarah yang membuat Faizal langsung terdiam. Dan seperti salah tingkah


"Apasih, kau kan tahu aku sejak SMA memiliki pacar yang banyak dan selalu berganti pasangan" bela Faizal karna malu


"Kau memiliki pacar banyak karna mereka yang menyatakan cinta ke kamu, dan kau sendiri tak tega menolaknya" jawab Sarah


"Tapi ini beda, kau yang lebih dulu menyukai Amel" lanjut Sarah


"Apa kau masih menyangkal pernyataanku, hei hei kita sudah berteman lama" lanjut Sarah lagi


"Hmmm sepertinya aku memang tidak bisa mengelabuimu, kan kita memang sudah berteman sejak kau masih ingusan ya kan" ucap Faizal yang di iringi ketawa tapi juga mendapat pukulan dari Sarah pada lengan tangan Faizal


"Turun kau sana, lompat dari jendela" ucap Sarah


"Ampun Nona ingus" ucap Faizal sambil ketawa lagi


"Aku bisa membantumu" ucap Sarah dengan mata berbinar-binar. Sarah yakin usahanya akan berhasil.

__ADS_1


Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~


Salam Nana


__ADS_2