Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 14 (3 tahun yang lalu) part 14


__ADS_3

"Amelia, dari Universitas A" sapa Nyonya Hera sebagai pembukaan percakapan pagi ini


ch 14 (3 tahun yang lalu) part 14


"Iya Bu" ucap Amel, dengan senyum manis di wajahnya


"Saya melihat kamu tidak memiliki sertifikasi sebagai seketaris" Jawab Nyonya Hera, terlihat jarinya menari-nari di atas lembaran CV Amel


"Tapi, ZW group menilai kinerja kamu bagus, selain itu juga anak saya merekomendasikan kamu. Bisa kamu ceritakan kelebihan yang kamu miliki" lanjut Nyonya Hera dengan tersenyum dan menatap intensif Amel yang ada di hadapannya saat ini.


"Saya..." "Kelebihan saya..." "kekurangan saya..." "Pengalaman..." ucap Amel, menceritakan tentang dirinya.


Nyonya Hera terlihat menyimak dan tak lupa senyuman manis yang ada di wajahnya. Sesekali Nyonya Hera mengangguk-angguk dari pengalaman yang diceritakan oleh Amel.


Pada awalnya Amel sangat tegang dan takut ketika akan di wawancarai oleh Nyonya Hera.


Karna Nyonya Hani yang sama berasal dari kolongnerat pernah membuat Amel merasa bingung sendiri ketika berbicara secara berdua di pertunangannya Kak Sarah tempo waktu itu.


Tapi ternyata tidak seperti yang ada di benak Amel. Nyonya Hera berbicara lembut. Amel merasa dirinya akan nyaman berkerja disini nanti


"Untuk menggantikan seketaris anak saya Pak Yon sementara waktu. Saya menerima kamu." ucap Nyonya Hera


"Kinerja yang bagus agar saya bisa memperkerjakanan kamu secara lanjut" lanjut Nyonya Hera dengan senyuman. Dan berlanjut dengan berjabat tangan antara Amel dan Nyonya Hera.


"Ini" ucap Nyonya Hera sambil menyerahkan amplop coklat.


Amel membuka isi dari amplop itu dan ternyata berisikan jadwal terdekat dari rapat yang akan di hadiri Pak Faizal selaku atasan yang akan menjadi tugasnya.


Amel menatap lembaran itu dengan tersenyum batinnya mengatakan mari tugas kita bekerja sama untuk menghasilkan uang okey


.


Kring... Kring...


"Iya" jawab lelaki yang sepertinya malas mengangkat telpon. Tapi kalau tidak di angkat telponnya akan mengganggunya tidur


"Hiyaaa siang gini masih molor, rejekimu di patok ayam loh" ucap seseorang wanita di sebrang telpon


"Ayamnya aku goreng, lalu aku makan. Balik lagikan rejekinya ke aku" jawab lelaki itu yang tak lain adalah Faizal dengan nada ketawa


"Selamat ya Amel sudah menjadi seketarismu" Ucap seseorang wanita disebrang telopon yang membuat mata Faizal langsung melek 100 persen.


"Tahu dari mana ?" jawab Faizal dengan nada terkejut.


Karna sakit, Faizal sudah seharian ini tidak ke kantor, dan mamanya yang mengambil alih secara penuh posisinya selagi dirinya sakit

__ADS_1


"Makanya jangan molor aja" ucap Sarah sambil menutup telpon


Faizal mengedipkan matanya berkali-kali lalu menjadi gila di atas tempat tidurnya berteriak bahagia dan menendang angin secara acak


Faizalpun keluar kamar tidurnya dan langsung menuju meja makan padahal tadi nafsu makannya hilang yang diinginkan hanya tidur dan rebahan, kini jiwa mudanya bergejolak rasa sakit pada tubuhnya seketika hilang.


"Mau bibi masakan apa ? Tadi tuan Katanya enggak selera dengan masakan ini" tanya bibi dengan nada yang sopan


"Ini aja sudah nikmat, aku harus siap-siap kerja" jawab Faizal sambil mengambil secentong nasi dan lauk pauk lengkap bahkan porsi makan Faizal seperti tidak menunjukkan orang yang sedang sakit.


.


Faizal menyetir mobil dengan kecepatan penuh rasanya sangat ingin cepat-cepat sampai di kantor dan dapat melihat wanita yang dia suka menunggu Faizal datang di meja seketarisnya.


Padahal sebelumnya jangankan untuk menyetir mobil untuk berbicara saja Faizal tidak memiliki energi.


Faizal sampai di kantor. Mobilnya sudah terparkir secara rapi di deretan mobil eksekutif perusahaan


.


Faizal menuju ruang kerja milik mamaya.


"Faizal" ucap Nyonya Hera yang tak lain adalah mamanya sendiri.


Nyonya Hera yang melihatnya syok. Padahal tadi pagi, lemas sampai orang yang melihatnya tak tega dan pasti akan menyuruhnya istirahat.


Tapi kini sehat dan bersemangat. Nyonya Hera hanya mengangguk dengan raut muka terkejut.


"Yaudah mama, aku akan kembali ke ruaganku" ucap Faizal


"Ada klien yang sudah menunggu di ruangaku" lanjut Faizal sambi berjalan keluar


Faizal berjalan menuju lift. Faizal berlari karna lift akan tertutup. Tapi ternyata terbuka kembali ada orang yang menekan tombol sehingga terbuka kembali.


Ternyata Sarah yang ada di dalam lift itu.


"Sarah" sapa Faizal dengan ekspresi datar


"Kemarin ada lelaki yang lemas bahkan untuk menyetir mobil saja tidak sanggup. Tapi kini bisa berlari" jawab Sarah menyindir


"Love is magic" jawab Faizal sambil membentuk gambar hati pada tangannya


Sarah yang melihat kelakuan temen kecilnya hanya tersenyum sinis, sambil menggeleng-gelengkan kepala.


.

__ADS_1


Sarah dan Faizal berjalan menuju ruangan Faizal, terlihat dengan jelas dari kejauhan ada seorang wanita yang sedang duduk tepat di sebelah pintu ruangan Faizal.


Faizal menatap wanita itu dengan senyuman di bibirnya. Matanya secara tajam menatap wanita itu.


Menyadari akan ada seseorang yang datang Amel berdiri. Dirinya terkejut bagaimana mungkin Pak Faizal datang bersama kak Sarah. Padahal menurut jadwal hari ini Pak Faizal tidak ada jadwal rapat.


"Selamat siang Kak Sarah dan Pak Faizal" sapa Amel dengan nada ceria


"Pagi juga" jawab ramah Kak Sarah


"Pak.. ? " jawab Faizal dengan nada tinggi


"Bukankah wajar seorang seketaris memanggil atasannya Pak / Tuan" jawab Sarah dengan nada mengejek


"Aku kesini untuk memberi undangan pernikahanku" ucap Kak sarah


"Masuk dulu ke ruanganku" Ucap Faizal sambil mempersilahkan Sarah masuk


"Saya akan mempersiapkan teh untuk Kak Sarah" Ucap Amel


"Kau masuklah juga, aku bisa menelpon seseorang untuk membuatkan teh" jawab Faizal sambil menggerakkan tangannya yang berisyarat untuk menyuruh Amel juga masuk bersama Sarah di ruangannya


"Silahkan duduk nona-nona" Ucap Faizal sambil mempersilahkan mereka berdua duduk


Hanya butuh waktu beberapa detik menunggu, teh beserta cemilan sudah ada yang mengantarkan di ruangan ini


"Amel selamat ya, semoga awal disini bisa menjadi awal kebahagiaanmu" ucap Kak Sarah sambil menatap Faizal


"Ah iya Terimakasih kak" Ucap Amel yang sesungguhnya tidak paham dari maksud pembicaraan Kak Sarah


Faizal yang melihatnya hanya tersenyum. Dalam batinnya mengatakan yap semoga semua indah sesuai rencana.


"Ini untuk kalian" Ucap Sarah sambil menyerahkan undangan pernikahannya pada masing-masing dari mereka


"Undangan ini baru jadi pagi tadi. Dan kalian adalah orang pertama yang aku kasihkan secara langsung. Jadi jangan ada alasan untuk kalian tidak datang" ucap Sarah dengan nada penekanan di akhir kalimatnya


"Baik tuan putri" jawab Amel yang kemudian Amel dan Kak Sarah tertawa bersama


"Siap bawel" ucap Faizal sambil membuka undangan itu


"Kau jangan lupa membawa pasangan ya Faizal" jawab Sarah dengan menatap Faizal, seketika Sarah dan Faizal menatap Amel. tapi Amel yang di tatapnya sedang fokus dengan isi undangan tersebut.


Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~


Salam Nana

__ADS_1


__ADS_2