Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 2 (3 tahun yang lalu) part 2


__ADS_3

(3 tahun yang lalu) part 2


.


Hp diatas meja kerjaku tiba-tiba bergetar ada pesan masuk yang bertuliskan


"Apartemen Pullman. jln Senopati no.12. room 11. tgl 5 maret pukul 5pm. -seketaris HK group-"


Seketika pupil mataku langsung membesar dan akupun tersenyum. Setelah 1 minggu aku menunggu, tidak ada kabar sejak telepon tempo hari itu.


..


.


"Ini laporan dari departemen pemasaran tentang peluncuran produk baru, banyak masyarakat yang menyukainya" ucapku pada CEO yang sedang sibuk dengan laptopnya. Lalu tak lama mengambil berkas yang kuberikan.


"Iya. Karna Bu Agustin sedang di Singapura untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi di sana hingga 2 bulan ke depan. Dan juga rekanmu emmm siapa Ica ya, itu juga secara mendadak bersama Pak Bayu sedang ke anak cabang di kurang lebih 3 kota. Jadi kamu yang handel masalah di sini" ucap CEO sambil membaca laporan tersebut.


Dalam hati akupun membatin "apa ? Ica sama pak Bayu keluar kota bersama. Kebaikan apa yang sudah diperbuatnya sampai bisa sebejo itu. Semangat semoga pulang pulang mendapat kabar baik." Akupun tersenyum senyum sendiri.


"Ada apa dengan raut muka kamu ?" ucap CEO yang tiba tiba melihatku.


Mata kami bertemu dan akupun menjadi grogi.


"Bapak saya tanggal 5 Maret ada acara di kampus, saya mohon untuk dapat pulang lebih awal" Ucapku dengan ragu dan agak terbata - bata karna kaget.


"Iya. Tapi kamu tahukan setelahnya ada rapat dengan CH group." ucapnya kemudian sambil mengambil selembar kertas dan memberikannya kepadaku.


"Dan atur ulang rapat dengan HK group" lanjutnya.


"Bagaimana jika kita rapat dengan bapak dari nona Sarah, mengingat tahun depan adalah tahun politik dan kita memiliki prodak baru yang sedang booming di masyarakat" ucapku dengan ide yang tiba - tiba melintas di otakku.


"Boleh. Ide yang bagus. Siapa namamu ?" ucapnya yang seketika bikin aku betek.


"Amel" ucapku dengan senyum kecut. Yaelah bapak lupa karna tua sih wajar tapi gak gini juga setiap pagi aku selalu menyapa dan aku disini udah 1 bulan yaelah, batinku dalam hati.

__ADS_1


"Oh iya, Amelia dari universitas A, memang saya tidak salah dalam memilih anak magang. Kamu koordinasi semuanya." ucapnya sebagai penutup pembicaraan ini.


..


Hpku bergetar kulihat pesan bergambar dari Ica.


"Kencan dulu gais" tulisan caption dari foto Pak Bayu yang sedang telepon membelakangi kamera.


"Tempel terus lama-lama juga kena kok" balasku dengan emot semangat.


....


.


"Saya sudah sampai" dan terkirim. Aku mengirim pesan kepada seketaris HK.


Tidak lama hanya beberapa detik balasan pesan sudah ada di ponselku "Saya tunggu di depan room".


..


Dalam hati batin ini apartemen kayak mall aja lengkap banget ada karaoke, gym, game. Kira-kira ada ATM gak ya di ruangan ini.


"Selamat datang, Silahkan duduk" ucapnya sambil mempersilahkan aku duduk di sofa. Matanya langsung terfokus pada logo jas almamater yang aku kenakan. "Ah, kamu masih mahasiswa. Itu logo Universitas A kan ya ?" ucapnya sambil menunjuk dari tempatnya berdiri.


"Iya. Tadi saya dari acara kepanitiaan kampus. Kebetulan tanggalnya sama jadi saya sekalian tanpa ganti baju" ucapku dengan santai


"Pesankan makan malam. Ada tamu yang sedang capek sepertinya" ucap nona itu kepada seketarisnya.


Seketaris itupun pergi meninggalkan kami berdua disofa.


"Perkenalkan namaku Sarah, aku juga alumni sajarna dari Universitas A. Jangan terlalu formal gunakan aku saja." ucapnya dengan santai sambil melihatku.


"Amel, Saya anak maksudnya aku anak magang dari perusahaan tempo hari itu, senang berkenalan dengan kakak" ucapku dengan tersenyum.


Sebelumnya, aku sudah mencari tahu tentang HK group makanya aku bisa tahu namanya, bapaknya yang sedang maju di rana politik, ibunya seorang sukarelawan yang mengabdi ke masyarakat. Keluarga yang sangat harmonis dan saling mensupport satu sama lain.

__ADS_1


"Ini yang di katakan oleh seketarisku, coba kamu lihat apakah cocok. Sebelumnya apa perutmu baik-baik saja, karna aku memesannya hanya menggunakan air panas saja." ucapnya sambil memberikan kantong kertas besar kepadaku


"Awalnya sakit tapi sekarang sudah baik - baik saja. Banyak yang kakak ganti kemeja, rok dan ada sepatu juga." ucapku dengan raut muka terkejut


"Begitukah. Itu seketarisku semua yang membelikannya. Apakah kamu suka ?" ucap Kak Sarah yang beberapa menit kemudian disusul kedatangan seketarisnya bersama cheff yang sepertinya akan masak di tempat.


.


"Saya akan memasak steak balado dengan saos hitam canada sebagai menu utama, kimchi sebagai vegetarian, ada salad buah dengan youget strawberry, dan Es timun pasrah untuk cool drink, caramel cookis untuk hot drink. Apakah ada yang kurang nona Sarah ?" ucap cheff itu.


"Tidak. Silahkan memasak Cheff Ari, sudah familiar dengan dapur saya kan ?" ucap nona sarah dengan tersenyum dan memberi kode silahkan ke dapur.


Apa ini mimpi ? ini semua terlalu indah yang datang dengan mendadak. Aku makan dari cheff ternama itu kan cheff yang biasanya ada di televisi kini aku bisa makan langsung dan spesial di datangkan untuk menyambut tamu seperti aku.


"Iya lanjutkan ceritamu yang tadi" ucapnya yang membuatku tersadar dari lamunanku. Kita memang sedang membahas tentang organisasi yang aku ikuti ternyata kita sama-sama anak BEM. Aku merasa sangat nyaman ngobrol dengan Kak Sarah sepertinya dia sangat memahami aku seperti kakakku sendiri. Ternyata Kak Sarah mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universitas A cita-cita awalnya ingin menjadi duta besar.


Tiba-tiba mataku terhenti pada foto keluarga yang terpajang di dinding atas televisi.


Kak Sarah mengikuti arah mataku dan bertanya "Ada apa Amel ? Ah Itu foto saat aku ulang tahun sweet seventeen" ujarnya santai


"Maaf kak enggak kok. Hanya saja aku ingin juga punya foto keluarga" ucapku sambil meminum teh hangat.


"Ada apa dengan keluargamu ?" ucapnya seperti ingin tahu


"Saat usiaku 11 bulan ada gempa di wilayahku berasal dan kedua orang tuaku terkena runtuhan. Ayahku meninggal di tempat. Ibuku kritis karna melindungiku dengan punggungnya. Tepat aku berusia 1 tahun ibuku meninggal dunia. Jadi bisa di bilang tanggal kematian ibuku sama seperti tanggal lahirku" ucapku yang kuselingin dengan ketawa untuk menghibur diri. Entah kenapa aku menceritakan semua pilu kesedihanku yang tak pernah aku ceritakan ke semua orang. Seperti yang aku bilang di awal aku merasa nyaman dengan Kak Sarah.


"Kamu berasal dari mana ?" tanyanya dengan nada simpati


"Aku berasal dari kota Tirex" ucapku


Dan seketika aku melihat ekspresi aneh Kak Sarah. Bahkan aku melihatnya yang awalnya kak Sarah ingin meminum teh hangat langsung Kak Sarah letakkan lagi tak jadi minum teh.


"Aku mau ke dapur dulu, kali aja cheff Ari membutuhkan bantuan" ucap Kak Sarah yang langsung meninggalkanku. Kulihat tangannya bergemetar.


.

__ADS_1


#Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~


Salam Nana~


__ADS_2