Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 5 (3 tahun yang lalu) part 5


__ADS_3

ch 5 (3 tahun yang lalu) part 5


Suasana ramai pada malam hari ini, berlokasikan di gedung putih dengan penuh wartawan dan silauan kamera yang menyatu menjadikan konferensi dari kubu partai Bapak Budi menjadi suatu momen acara yang tak pantasnya orang - orang ketinggalan.


"Ada yang menguntit Sarah" ucap nyonya besar pada suaminya di dalam lift yang mana hanya ada mereka berdua di dalam lift itu.


"Pasti kau akan membereskannya" ucap suaminya sambil merapikan dasi.


"Sepertinya dia merindukan ibunya" ucap wanita itu dengan nada meledek, "Apa kau tak merindukannya juga" lanjut wanita itu dengan nada yang gak enak di dengar.


"Jika kau bisa memberiku keturunan, tidak akan ada kesalahan seperti ini" ucap Bapak Budi dengan santai sambil melihat istrinya


"Kau kira ini semua terjadi karna kesalahan diriku" ucap nyonya itu dengan nada marah.


"Jangan menatapku dengan pandangan seperti itu, sebentar lagi sampai, banyak kamera disana" ucap Bapak Budi, sambil menarik pelan tangan istrinya untuk mendekat dengan dirinya.


Dan pintu lift terbuka, benar banyak kamera yang langsung mengabadikan momen ini. Sampai pengawal kewalahan dengan mereka.


"Ibu Hani anda sangat cantik, ternyata kecantikan nona Sarah meniru dari anda" ucap wartawan ini.


"Ah Terimakasih, kalian semua sudah bekerja keras menunggu hingga konferensi tiba, jangan lupa istirahat" ucap nyonya besar HK group itu, tidak lupa senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


.


.


Setelah acara semalam yang menguras tenaga banyak untuk nyonya besar HK group, kini pagi yang masih berkabut kita dalam melihat nyonya HK group yang tak lain ialah istri dari Bapak Budi dan mama dari Sarah juga menghadiri senam bersama.


"Jika orang tak mengenalimu pasti kalian dikira kakak adik" ucap nyonya besar grup H ONE kepada Ibu Hani dan Sarah


" Hahaha apakah terlihat seperti itu ? " ucap Ibu Hani dengan tersenyum


"Kau sudah lihat artikel hari ini, banyak yang mempublikasi tentang dirimu" ujar nyonya H ONE


Memang setelah acara kemarin malam, banyak yang membicarakan istri dari Bpk Budi, seperti "Nyonya besar yang selalu mendukung suaminya ke meja Presiden"...


"Iya seperti itulah para wartawan, ku dengar putrimu akan menjadi pimpinan rumah sakit ?" tanya Nyonya besar HK group kepada Nyonya besar H ONE.


"Dia sudah lulus kuliah di Inggrisnya. Untuk apa berlama-lama disana. CH Group dan juga HK grup, sudah menurunkanya perusahaan kepada anak muda. Ku rasa H ONE group juga perlu seperti itu juga, bukankah sekarang saatnya yang muda bergerak, yang tua cukup mengawasi saja" ucap nyonya besar H ONE atau Mama dari Tika.


"Iya kami teman-teman semua berencana memberi perayaan sekembalinya Tika" ucap Sarah


.

__ADS_1


.


Tika diperkirakan akan kembali 10 hari lagi, Apa yang akan aku lakukan, batin Faizal


Faizal pun mengeluarkan ponselnya mencari refrensi di internet tempat apa yang akan menarik untuk kencan.


Tiba-tiba banyak yang menuliskan masuk di wahana berhantu. Seketika ia pun membayangkan Tika akan memeluknya karna ketakutan, dan Faizalpun tersenyum karna imajinasinya tersebut.


"Tuan, Ada nona Sarah" ucap seketarisnya yang membangunkan lamunan faizal.


"Iya, Suruh masuk Pak Yon" ucap Faizal kepada seketarisnya.


Sarah pun masuk tapi ternyata tidak sendirian. Ada seorang wanita di sampingnya, yakni Amel.


"Silahkan duduk nona-nona" sambut hangat Faizal, sambil tetap memainkan ponselnya


"Ini" ucap Sarah sambil menyerahkan amplop berwarna coklat.


Faizal mengambil amplop itu.


"Sudah berapa tahun, kau masih saja mengharapkan Tika" ucap Sarah.


Terlihat jelas wajah kebingungan Amel, "Bukankah mereka pacaran, lalu siapa Tika itu, apakah mereka sebenarnya pasangan politik seperti yang sedang ramai dibicarakan di publik, lalu Tika pacar aslinya"


"Ku rasa dia adalah cinta pertamaku" ucap faizal sambil melihat aku dan kak sarah. Alisnya naik satu sambil menatapku.


.


.


"Kak sarah, boleh aku bertanya ?" ucapku sambil duduk di samping mobilnya.


"Hmmm iya" jawab Kak Sarah sambil tetap fokus menyetir


"Kak Sarah sama Pak Faizal pacaran ?" tanyaku pelan takut menyinggung


Bukan jawaban iya atau tidak yang keluar, malah ketawa terbahak bahak jawaban yang aku dapatkan


"Coba beri alasan kau berasumsi seperti itu" jawab Kak Sarah atas pertanyaan ku


"Waktu di apartemen kalian mempunyai panggilan sayang seperti nona ingus dan pendek" ucap Amel. "Tapi ada yang aneh" lanjut amel dengan cepat


"Aneh kenapa ?" ucap kak Sarah

__ADS_1


"Beberapa hari yang lalu aku membaca artikel katanya Kak Sarah akan menikah, awalnya aku kira Pak Faizal pasangannya. Tapi tadi ada nama Tika, aku jadi tidak mengerti" ucap Amel


"Apa kamu kira aku sama Faizal akan menikah politik, lalu Tika itu selingkuhanya Faizal" ucap Kak Sarah yang membuatku gelagepan, karna tepat sekali itu yang aku pikirkan.


"Maaf kak, Saya tidak bermaksud begitu" ucapku seketika dengan kepala tertunduk


"Aku akan meluruskan ini semua. Jadi aku dan Faizal hanyalah teman kecil tidak ada hal yang kamu bayangkan seperti itu, lalu emmm Tika itu gimana ya menjelaskannya pokoknya Faizal suka sama dia sejak SMP" ucapnya panjang lebar .


Kami berhenti di cafe yang ramai akan pengunjung tapi sepi dari kebisingan. Sangat nyaman.


"Pasti kamu kaget aku langsung menculikmu dari kantor tempatmu bekerja" ucap Kak Sarah


Aku hanya tersenyum. Jelas aku harus mau lah. Bahkan CEO ku sendiri Pak Zulkar yang menyuruhku. Karna Kak Sarah akan memberikan Investasi seperti yang sempat Kak Sarah tolak beberapa minggu yang lalu.


"Langsung ke inti saja, Aku akan membayarmu sangat mahal jika kau bisa menemukan informasi terkait seseorang" ucap Kak Sarah dengan sangat serius berbeda dari biasanya


"Siapa orang itu ?" tanya Amel


"Kau mau atau tidak ?" tanya Sarah


Kenapa sih orang kaya selalu tidak mau menjawab pertayaanku mereka selalu bertanya dan bertanya saja, batinku dalam hati


"Akan aku lakukan sebisaku" jawabku singkat


Kak Sarah mengeluarkan kertas dari map dan menyuruhku tanda tangan di atas materai, yang aku baca dengan singkat pokoknya dilarang membocorkan informasi. Dengan cepat aku menandatangani, Aku tidak berfikir aneh-aneh tentang tugas tambahan yang akan terjadi dalam hidupku. Yang aku fikirkan adalah Kak Sarah akan membayarku dengan sangat mahal.


Kak Sarah memberi foto wanita muda menggendong bayi sambil tersenyum, ada seorang pria bisa dipastikan itu pasti suaminya tepat di sampingnya, tapi sayang wajahnya harus terpotong, potongannya terlihat sengaja dipotong dengan gunting.


"Wanita itu berasal dari Kota Tirex" ucap Kak Sarah


Akupun hanya menggangguk, seolah paham apa yang harus aku lakukan dengan tugas ini


.


.


"Sarah" ucap lelaki itu


"Terimakasih sudah mau datang" ucap Sarah senyum manis


"Mendengar suaramu malam itu di telepon, kau baru saja menangis, mana tega aku" ujar lelaki itu sambil mendekat ke arah Sarah.


"Apa yang ingin kau negosiasikan kepadaku" lanjut lelaki itu

__ADS_1


#Mohon ditunggu update selanjutnya ya~~


Salam Nana~


__ADS_2