Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
Ch 15 (2 Tahun yang lalu) part 1


__ADS_3

ch 15 (2 Tahun yang lalu) part 1


Terik panas matahari menyengat dengan lekat para punggung pengendara motor di jalan raya ini, dapat kita dengar pula suara klakson mobil yang mengartikan pengemudi tidak sabar dengan


kemacetan di jalan raya kota besar ini.


Tampak seorang wanita muda berdiri dengan santai sambil memegang es cuppucino, sedang mengamati suasana dari atas gedung tempatnya bekerja saat ini. Yap benar sekali dia adalah Amel, Sekretaris utama CH Grup.


Kring Kring Kring…


Ponsel Amel bergetar dari balik saku jasnya, dilihatnya layar ponsel tersebut sambil tersenyum bangga ditekannya tombol hijau untuk menjawab telpon tersebut.


“Selamat Pagi” Ucap Amel pada seseorang diseberang telpon


“Selamat pagi Nona, Kami telah membaca proposal pihak CH Group kirim, dan kami berminat untuk berinvestor” ucap seorang lelaki dari sebrang telpon


Hanya alis terangkat satu sebagai jawaban dari ucapan seseorang sebrang sana kepada Amel. Amel cukup terdiam beberapa detik. Yap Amel sudah menebak apa yang akan ia dengar dari telpon kali ini, membayang dibenaknya pertemuannya saat itu dengan client yang akan menjadi investor besar untuk CH Group.


Bagi Amel sendiri tidak boleh ada kata penolakan


ketika dirinya sudah melakukan presentasi, pasti client akan terpukau dan menandatangi


kontrak.


“Halo ? Nona” Ucap seseorang diseberang telpon sana


“Iya pak, berkasnya akan saya siapkan untuk penandatanganan dan lokasi untuk melakukan pengesahan dengan CEO dari CH group” ucap Amel sebagai penutup telpon


. ~


“Pasti putri nyonya akan sangat cantik ketika menggunakan setelan baju ini” ucap seorang pelayan butik mewah kepada Bu Hera


“Haha begitu kah, aku tidak memiliki seorang putri, ini kuberikan untuk seorang kenalan saja” Jawab Nyonya Hera dengan tersenyum


Yap Nyonya Hera memang berencana membelikan beberapa baju untuk Amel, Nyonya Hera sangat bangga dengan pencapaian yang sudah diraih oleh Amel, padahal belum bekerja setahun tetapi


sudah memberikan prestasi yang belum tentu dapat diraih oleh sekretaris yang sudah berpengalaman sekalipun.


“Coba kalian tunjukan tas kerja terbaik yang kalian punya” ucap Nyonya Hera kepada Pelayan itu.


“Baik Nyonya” jawab pelayan dengan sigap.


. ~


Amel sangat sibuk dengan tumbukan berkas di sampingnya dan tak hentinya memandang layar komputer sesekali dirinya membuang nafas nafas


dengan keras.


“Lembur ?” ucap seseorang dengan tiba-tiba yang membuat Amel terkejut. Yap benar CEO HK Group yang tak lain adalah Faizal pernah


mengatakan ke Amel, kalau dirinya tidak ingin Amel lembur, apabila belum selesai bisa diselesaikan besok saja ataupun bila mendesak bisa dilanjutkan dirumah.


“Ini sedikit lagi Pak, Bapak bisa pulang dulu, sebentar lagi saya akan menyelesaikannya” Ucap Amel yang hanya sekilas melihat lawan bicaranya lalu kembali lagi dengan kesibukannya.


Merasa tidak dihiraukan, Faizal berjalan lebih dekat ke arah Amel sambil menatap layar komputer karena penasaran  apa yang sedang dilihat Amel sampai tidak merespon cowok ganteng dan keren seperti dirinya. Dengan posisi berdiri sambil memegang kursi belakang milik Amel. Ragu-Ragu Faizal ingin memegang kedua

__ADS_1


pundak Amel, Namun kemudian niat itu diurungkan padahal tangannya sangat ingin menyentuh pundak Amel.


“Jangan terlalu malam, aku pulang dulu” Ucap Faizal sambil berjalan menjauh dari Amel


“Iya, Hati-hati pak” jawab Amel tanpa memandang lawan bicaranya. Amel sedang maraton kerja atau dapat diistilahkan kerja bagai kuda, karena ia ingin di saat pernikahan Kak Sarah yang kurang dari satu minggu ini, dapat mengambil cuti untuk membantu dalam mempersiapkan acara.


Namun dalam beberapa menit kemudian Amel mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya.


“Kau kan belum makan malam, Apa kau tak ingin makan malam ?” Tanya Faizal kepada Amel sambil berdiri di depan meja Amel.


“Ayo makan malam” Jawab Faizal cepat, padahal belum saja Amel menjawab pertanyaan Faizal


“Iya, Sebentar” Jawab Amel sambil membereskan bekas yang berada di mejanya, dan mematikan komputer.


. ~


Berbeda dari biasanya kini Faizal mengajak Amel makan malam di salah satu Restoran miliknya yang baru saja di resmikan cabangnya.


"Amel. Apa kau ingat bagaimana usaha mendapatkan izin buka usaha di tempat ini?" Tanya Faizal yang dari tadi fokus dengan buku menu, padahal menu sudah di pesan.


"Hemmm. Rumor makanan yang kita jual mengandung unsur berbahaya. Akhirnya berhasil melaluinya" Ucap Amel dengan tersenyum dan bertepuk tangan tanpa suara


"Keren ya kita" Ucap Faizal dengan pandangan yang tidak biasa menatap Amel.


Karena merasa Pak Faizal berbeda yang awalnya tadi Amel menatap lawan bicaranya seketika langsung menunduk menatap sepatunya.


"Amel. Mengapa kau pura-pura gak mengerti?" Tanya Faizal.


Karena pertanyaan itu Amel dan Faizal menjadi canggung, terlebih lagi bagi Amel yang menganggap ini semua terlalu cepat.


Faizal mengantar Amel pulang, dan Faizal kembali mempertegas kalimat yang sempat belum terjawab dari mulut Amel.


"Maaf itu Pak Faizal. Saya belum ada rasa seperti itu ke Bapak. Eh tapi bukan berarti gak ada rasa juga. Gimana ya saya juga bingung" Ucap Amel dengan terbata-bata saat ini pikirannya blank padahal Amel dari sepanjang perjalanan mencoba melupakan hal yang sempat mengganggu pikirannya, dan malah sekarang Pak Faizal menginginkan nya lagi.


Tingkah dan ucapan Amel yang lucu membuat Faizal makin gemas. Yang ada di benak Faizal oh jadi ini yang sering mendapat pujian seketaris kompetennya CH Group.


"Sudah malam istirahat lah. Jangan terlalu dibuat pusing sampai bingung begitu. Aku tau semua butuh adaptasi kok" Ucap Faizal sambil melepaskan sabuk pengaman yang masih melekat di Amel


"Aku mencintaimu Amel" Ucap Faizal lagi sambil mengusap kepala Amel dengan lembut


. ~


Dug …. Dug …. Dug ….


Suara DJ yang dikolaborasi dengan suara ramainya pengunjung, terlihat ada dua orang gadis kolongmerat sedang duduk sambil menikmati suasana malam di Bar kalangan VVIP ini.


“Aku melihat Radit sangat mencintaimu, tapi ku tidak melihatnya di dirimu ?” tanya Tika anak dari H One pada Sarah yang tengah meneguk minuman yang ada ditangannya.


“Percayalah aku dengan Radit bukan pasangan bisnis” Jawab Sarah, sambil menuang minuman beralkohol itu lagi di gelasnya.


“Jika kau bahagia, kenapa kau malah mengajakku ketempat seperti ini ? Haa !!” Ucap Tika dengan agak kezal melihat teman didepan matanya ini


“Tika, mendekatlah aku ingin bertanya sesuatu” jawab Tika sambil menggerakkan tangannya yang mengartikan mendekatlah kemari


“Apa kau masih mau berteman denganku bila aku bukanlah Sarah anak kolongmerat pemilik HK Group ?” ucap pelan Sarah tepat ditelinga Tika

__ADS_1


Hanya pandangan mata kezal yang tercermin di wajah Tika.


“Bangunlah aku akan mengantarmu pulang, sepertinya mabuk mu sudah melewati batas” ucap Tika sambil menarik temannya


“Jawab Bebbb, apa kau akan meninggalkanku ? haa ?” jawab Sarah sambil meronta-ronta


“Kau ingatkan dulu sebelum kau sekolah di Luar Negri, kita sering mandi bersama, pakai masker bersama, tidur bersama, Apa kau tau kalau ternyata itu semua palsu, hu.. hu.. hu.. ” Jawab


Sarah sambil menangis


“Sarah jangan begini, kau bisa mengundang semua padangan mata kemari” bisik pelan Tika di telinga Sarah


“Pikirkan tentang reputasi papamu Pak Budi yang sedang menuju calon Presiden” bisik lagi Tika


Dengan seketika Sarah pun tersadar dan membenarkan posisinya yang awalnya berantakan.


“ayo kita pulang” ucap Sarah sambil berjalan keluar


Tika melihat tingkah Sarah dengan tersenyum dan tergeleng-geleng baru saja temannya itu mengatakan hal ngaco, tetapi begitu disinggung tentang reputasi orang tuanya langsung tersadar. Dia tetap saja dari dulu selalu suka dengan hal kekanak-kanakan, semoga dengan menikah kau bisa dewasa ya beb.


“Aku saja yang nyetir, Kau sedang mabuk” Ucap Tika di luar mobil sambil memegang ganggang pintu mobil milik Sarah.


. ~


Di Siang hari yang cerah begitu pula dengan suasana hati pada dua gadis yang saat ini sedang terbahak- bahak di dalam mobil.


“Sepertinya saat ini aku jarang melihatmu, kau agak lebih gemuk dari sebelumnya” ucap Sarah sambil mencolek pipi Amel yang chubby


“Apa kakak merindukanku? uuh akhirnya ada yang merindukanku” ucap Amel dengan manja yang mendapat ketawa keras dari Sarah


Tidak peduli dengan macetnya jalanan di Siang ini, mereka tetap canda tawa di dalam mobil. Yap saat ini mereka sedang berencana melakukan


belanja dan perawatan untuk persiapan pernikahan Sarah yang akan berlangsung dalam hitungan hari saja.


Amel merasa sangat berterima kasih kepada Kak Sarah, karena semua yang Amel dapatkan hingga saat ini, jika bukan berawal pertemuannya


dengan Kak Sarah kemungkinan kecil sekali berpihak kepadanya. Hal sebaliknya juga dirasakan oleh Sarah, Informan rahasia yang membuat kini hubungannya dengan mamanya sendiri yang tak lain Nyonya  Hani menjadi baik, sebuah duri keluarga dari HK Group hanya Amel yang mengetahui.


. ~


Di atas ranjang, sambil menatap foto yang baru saja tadi siang diambilnya bersama Kak Sarah. Dirinya ingin menyimpan foto bahagia didalam dompetnya.



amel_sarah.pict


Amel menatap dengan memikirkan hal yang barusan tadi siang Kak Sarah katakan kepada dirinya. Bahwa Kak sarah berharap aku bahagia dengan seseorang lelaki dan mulai memikirkan tentang hal percintaan.


Yap memang Amel belum memikirkan tentang hal itu, karena dia ingin membahagiakan neneknya, anggota keluarga yang hanya Amel miliki, Amel


merasa belum dapat membayar jasa neneknya, menurutnya sangat tidak tau diri sekali jika Amel langsung memikirkan tentang dirinya sendiri tanpa membalas jasa neneknya yang telah berperan menjadi ayah, ibu dan nenek dalam hidupnya.


Mohon ditunggu update selanjutnya ya ~~~


Salam Nana

__ADS_1


Dilarang keras MENGCOPY/MEMPERBANYAK tanpa mendapatkan izin


resmi dari penulis.


__ADS_2