Diary Teruntuk Mertuaku

Diary Teruntuk Mertuaku
ch 18 (2 Tahun yang lalu) part 4


__ADS_3

Eps 18


ch 18 (2 Tahun yang lalu) part 4


“Iya. Letakkan di Sana pak.” Ucap Sarah pada pada petugas yang mengangkat barangnya dari mobil box dipindahkan ke dalam apartemennya.


“Akhirnya sudah selesai ya kak, tinggal menata hidangan saja.” Ucap Amel pada Sarah


“Untung kamu bantu. Jadi lekas selesai deh.” Jawab Sarah dengan tersenyum.


“Minumlah.” Lanjut sarah sambil memberikan minuman kaleng dingin.


Amel mengamati tiap sudut dari ruangan apartemen milik Kak Sarah.


“Kak mengapa pilih apartemen, bukankah kak Sarah dan kak Radit memiliki rumah di kawasan mewah.” Tanya Amel dengan polos.


“Ha ha ha” Sarah tertawa dengan pertanyaan Amel yang bisa dibilang cukup berani, bertanya hal pribadi seperti itu.


“Aku ingin privasi, apabila aku tinggal di rumah mewah ada banyak pelayan kebersihan, koki, tukang kebun. Sedangkan disini hanya berdua


aku dan Radit saja.” Jawab Sarah dengan


meneguk minuman kaleng dingin miliknya.


“Aku berencana membeli Apartemen, bagaimana menurut kak Sarah?” Tanya Amel yang seperti bertanya pada kakak kandungnya sendiri.


“Apa kau ingin kita bertetangga?” Tanya Kak Sarah.


“Setau aku, depanku sedang dijual” Lanjut Kak Sarah sambil menunjuk arah depan.


“Emmm boleh juga aku membeli disini. Apartemen dikawasan ini cukup dekat dengan tempat kerjaku.” Jawab Amel yang tampak sedang berfikir.


“Aku ingin mengajak nenek pindah dari kontrakan, selama ini aku bertahan di sana karena dekat dengan tempat kerja nenek. Sekarang nenek sudah tidak bekerja, jadi aku memutuskan lebih baik akan pindah ke tempat yang lebih baik.” Lanjut Amel yang terdengar seperti sedang bercurhat.


“Aku akan memberimu kontak marketingnya.” Ucap Sarah.


“Ayo bantu aku merapikan, sebentar lagi tamu akan datang kemari.” Lanjut Sarah.


Yap Sarah baru saja melakukan pindahan. Usia pernikahannya masih tergolong muda tetapi Sarah sudah memutuskan untuk mempersiapkan segala


hal dengan dewasa, maka dari itu Sarah memutuskan untuk belajar menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami serta anaknya kelak.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat 2 jam sudah berlalu. Amel dan Sarah terduduk lemas setelah mempersiapkan acara pindahan, walaupun tamu yang diundang hanya sahabat dekat Sarah tapi jamuan yang dihidangkan tidak


kalah hebatnya seperti menjamu tamu istimewa.


“Amel. Aku tahu kau menyukai Faizal dan Faizal juga menyukaimu.” Ucap Sarah tiba-tiba.


“Kalian itu lucu, sangat lucu. Jadian lah” Lanjut Sarah dengan nada bijaksana.


“Kami sudah jadian Kak.” Jawab Amel yang membuat Sarah yang awalnya duduk dengan bersandar santai, langung bangkit dan mendekat ke arah Amel.


“Sungguh? Wah akhirnya” Ucap Sarah dengan antusias sampai bertepuk tangan.

__ADS_1


“Sejak kapan? Tapi kenapa kau tidak bercerita.” Jawab Sarah dengan nada agak naik.


“Hubungan kami masih baru, belum aja seminggu. Sekarang sudah ceritakan Kak” Jawab Amel dengan ketawa.


“Aku ke Kamar mandi kebelet nih. Nanti kan ada Kak Faizal bisa kepoin ke dia deh kak” Jawab Amel sambil berjalan ke kamar mandi. Amel


memang sengaja kabur karena Kak sarah pasti akan bertanya dengan bertubi-tubi pertanyaan macam introgasi saja.


Selang beberapa menit ada seseorang yang datang.


“Sayang. Maaf pulangku agak telat, tadi ada ada kendala sebentar di Pengadilan.” Ucap Radit sambil membawa kantong plastik berukuran


besar di tangan kanan dan kirinya.


“Hmmm sudah selesai semua, Amel yang membantuku.” Jawab Sarah yang masih dengan posisi lemas duduk di sofa.


“Oiya mana Amel?” Tanya Radit sambil membolak-balikkan badannya mencari sosok Amel.


“Halo Kak. Saya tadi ke Kamar mandi.” Sapa Amel yang duduk lagi di Sofa berhadapan dengan Kak Sarah.


“Sayang. Apa kau baru saja memperbudak Amel.” Ucap Radit sambil menatap Amel secara seksama.


“Amel jika nanti kau tidak dibayar oleh Sarah. Laporkan atas eksploitasi ketenagakerjaan” Lanjut Radit, yang tanpa syok dengan kondisi Amel yang tampak orang kelelahan.


“Aku tidak memperbudaknya. Aku juga lelah, kau yang sudah melakukan eksploitasi kepada kami berdua.” Ucap Sarah


“Kok aku jadi yang kena.” Ucap Radit dengan nada bercanda.


“Kau pulang disaat semua sudah selesai.” Ucap Sarah


Amel diam membisu dalam posisi duduk, dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Pikirannya sedang bertravelling kemana-mana.


“Kok aku iri dan baper ya dengan Kak Sarah dan Kak Radit” Batin Amel pada dirinya.


~ .


Suasana apartemen yang sebelumnya sepi kini ramai, bagaimana tidak, ada 6 orang duduk di meja makan dengan kebisingan yang membuat hari ini akan menjadi hari yang seru.


“Halo pengantin baru, kapan aku bisa menggendong ponakan ku?” Tanya Arya pada Sarah dan Radit.


“Mengendong apa? Usia pernikahanku saja baru 3 hari” Jawab Radit


“Iya, Kau ada-ada saja, mengandung itu 9 bulan lebih. Ini baru 3 hari sudah bertanya keponakan” Jawab Sarah dengan nada sok sok kesal.


“Ya maka dari itu, aku tahu kalian sengaja ingin tinggal berdua agar lancar dalam proses pembuahannya” Ucap Arya dengan nada menggoda.


“Sepertinya bahasan ini sudah dewasa. Aku yang anak kecil pulang dulu sudah malam ya kak” Canda Amel yang membuat semua orang yang tempat tertawa.


Yap sejak Amel memutuskan menjadi pasangan Faizal, dirinya berniatan untuk membaur dengan teman-teman Faizal, karena tekatnya sudah bulat


yakni dirinya harus menjadi nyonya kolongmerat sesuai dengan cita-citanya (Episode 1)


“Arya memang mulutnya belum pernah dijahit, ayo ke Rumah sakitku, aku akan menjahit mulutmu dengan gratis” Jawab Tika dengan pedas. Arya

__ADS_1


yang mendengar ucapan Tika sampai melihat bibirnya ke dalam.


“Kelamaan mending sekarang aja, itu Sarah ada mesin jahit” Ucap Radit sambil menunjuk di ruangan sebelah ada mesin jahit.


“Kau bisa menjahit?” Tanya Tika dengan terkejut.


“Aku akan belajar, aku ingin menjadi ibu dan istri yang baik” Jawaban sarah yang sok manis sampai membuat semua yang mendengarnya tertawa.


“Eh ya ya ya. Aku ingin memberitahu kalau temen kita yang play boy sekarang sudah tidak jomblo lagi loh” Ucap Sarah sambil menatap Faizal.


Amel yang paham dengan maksud omongan Kak Sarah langsung menatap Faizal. Semua yang berada di lokasi secara otomatis tanpa perintah


langsung menatap Faizal, seolah-olah paham maksud dari kata play boy adalah Faizal.


“Gadis yang ada di sampingku ini adalah kekasihku.” Ucap Faizal sambil menepuk pelan pundak Amel.


“Kalian semua sudah kenalkan.” Lanjut Faizal.


“Aku sudah menebaknya.” Ucap Tika.


“Bagaimana bisa?” Tanya Amel.


“Faizal sudah tertarik padamu sejak pertama kali kita bertemu Amel. Emmm lebih tepatnya saat tunangan Sarah ya” Jawab Tika sambil


berfikir mengingat-ngingat.


“Apa kau cemburu karena mantanmu sekarang sudah memiliki kekasih baru?” Tanya Arya yang membuat para penonton berharap ada pertunjukan seru dari keduanya.


Tika menatap Arya dengan dingin cukup lama, mungkin sekitar 5 detik. “Radit, tadi kau bilang memiliki mesin jahitkan. Aku ingin melakukan


percobaan operasi dengan mesin jahit” Ucap tajam Tika yang malah membuat semua


orang tertawa.


Padahal Arya tahu sifat Tika yang seperti itu, tapi entah kenapa Arya sering menggoda atau membuat emosi Tika.


“Coba Amel kau cium Faizal, agar kita tau Faizal tidak bertepuk sebelah tangan” Goda Arya yang membuat semua penonton menunggu cerita


selanjutnya.


“Cium pipi ya” Jawab Amel polos yang termakan omongan Arya. Faizal yang berada di samping Amel senyum-senyum sendiri dan berharap beneran di cium.


“Oke, Terserah.” Ucap Arya.


Amel pun mendekatkan wajahnya ke arah Faizal dannnnn teryata Faizal membalikkan posisi wajahnya. Bibir amel menempel bibir Faizal dan sontak membuat Amel kaget, walau insiden itu mungkin hanya terjadi selama 2 detik saja tapi berhasil membuat wajah Amel menjadi merah seperti kepiting rebus.


Pikiran Amel kacau, tapi hati Amel bahagia.



Mohon ditunggu update selanjutnya ya ~~~


Salam Nana

__ADS_1


Dilarang keras MENGCOPY/MEMPERBANYAK tanpa mendapatkan izin


resmi dari penulis.


__ADS_2