Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
prolog


__ADS_3

Klak..klik..klik..


Seorang pria yang tengah sibuk dengan laptop yang di hadapan nya hanya di temani dengan secangkir kopi hangat yang sekitar 5 detik lalu di habiskan, beserta dengan banyak nya dokumen yang berjejer dan tertata rapi di atas meja yang ia pakai.


Sambil memijit-mijit kepala nya yang sedikit sakit akibat kelelahan berkerja..


Dan tiba-tiba..


Tok..tok..seseorang mengetuk pintu ruang kerja Rafael ..


"Masuk" ucap Rafael sambil menyibukkan diri dengan laptop yang sudah seharian ini bersamanya.


"Pak Rafa ibunya sudah menunggu di ruang tamu" ucap bibi Sri pada majikannya sambil memamerkan senyum lebar nya.


"Ya" jawab Rafa singkat sambil mengangguk mengiyakan maksud dari bibi Sri.


Tak menunggu lama Rafael sudah selesai dengan pekerjaannya dan segera menemui ibunya di ruang tamu sesuai yang di beritahu bibi Sri tadi.


"Ibu" panggil rafa sambil duduk di sofa yang berada pas di hadapan Stephani duduk.


"Rafa.. kamu jangan terlalu memaksakan diri selalu bekerja dan bekerja tanpa memikirkan kesehatan sendiri" ucap Stephani memulai topik pembicaraan di antara keduanya.


"Jadi ibu kesini hanya untuk mengomeliku?" Sela Rafa sambil menatap ibu nya dengan sedikit kesal.


"Ibu berbicara seperti ini itu demi kebaikan kamu." Jawab Stephani menasihati Rafael yang cukup keras kepala ini.


"Iya iya ibu" jawab Rafael mengalah.


"Jadi ibu ingin memberitahukan sesuatu padamu" ucap Stephani lagi mulai serius.


"..." Rafael mendengarkan ibu nya itu mengoceh seperti biasa sambil memakan buah-buahan yang tersedia di atas meja kecil.


"Kamu tau kan Sofia anak nya pak laman? Dia mengumumkan kalau dia sangat menyukai mu." Ucap Stephani sambil tersenyum tipis.


"Ah..ibu itu konyol, aku tak menyukai nya sama sekali" jawab Rafael malas mendengarkan.


"Kenapa? Bukannya kalian sangat dekat? Bahkan dari dulu saat masih kuliah" ucap Stephani lagi memastikan hubungan Rafael dan Sofia.


"Iya tapi tak lebih dekat lagi" jawab Rafael.

__ADS_1


"Kenapa? Kau tak menyukainya? Apa yang tak kau sukai dari nya? Dia cantik dan dari keluarga berada dan baik-baik usaha keluarganya juga besar.


"....." Rafa menyibukkan diri dengan apel yang sudah ia kupas karna mulai malas menanggapi ibunya.


"Rafa..ibu mau kamu cepat menikah dan ayah ibu bisa menimang cucu" ucap Stephani menurunkan nada bicaranya .


"Itu pasti hanya alasan ibu saja" jawab Rafa mengetahui isi pikiran sang ibu.


"Cih..bilang aja karna kakak gak laku-laku kan?" Ucap seorang gadis yang tiba-tiba muncul bagaikan makhluk gaib mengejutkan Stephani dan Rafael.


"Kamu tenang saja aku akan membawakan kakak ipar untukmu" ucap Rafa sambil tersenyum miring terhadap adik sambung nya itu.


"Buktinya sampai sekarang kakak masih di omelin ibu karna belum nikah-nikah." Ucap Vanny dengan nada meledek kakaknya.


"Begini..ibu mau dalam tiga Minggu ini kamu harus punya calon kalo tidak abu akan menjodohkan mu dengan Sofia dengan paksa." Ancam Stephani setengah-setengah pada putranya.


"Tenang saja aku pasti bisa menggantikan ayah tua itu jadi tak perlu khawatir" balas Rafael


"Dia itu ayah kamu..usia nya sudah tak muda lagi kamu harus bisa menggantikan dan mengelola perusahaan kita dengan baik"


Kamu juga  harus mencari pasangan yang bisa membantu dan tidak asal-asalan.


Ibu sangat setuju dengan Sofia, dia pasti mengerti tentang dunia kerja dan mampu menjadi istri yang baik buat kamu." Jelas Stephani panjang lebar.


"Rafa mau kemana? Ibu belum selesai bicara" cegah Stephani.


"Mau cari calon bini" jawab Rafa dari kamarnya.


Rafa melangkah mencari kunci mobil miliknya dan keluar menggunakan kemeja polos dan celana hitam panjang.


"Kakak ikut dong sekalian antar ke rumah" ucap Vanny mengikuti langkah kakak laki-lakinya itu masuk ke dalam mobil.


"Jadi tadi kamu kemari naik apa?" Tanya Rafael malas mengantar adiknya itu.


"Tentu saja naik mobilku" senyum lebar Vanny membuat Rafael menjadi kesal.


"Sama ibu saja sana" usir Rafa sambil menatap malas ke adik sambung nya.


"Gak mau aku mau ikut sama kakak" ucap vanny keras kepala.

__ADS_1


"Aishh " Rafael tidak mau berdebat dengan Vanny yang sudah pasti akan bersikeras ingin ikut dengannya.


Ia tau adiknya itu sangat lah keras kepala dan manja.


###


"Ei bro..gitu amat ekspresi Lo..santai aja kali" ucap Leo sambil tersenyum merekah melihat pemandangan yang di dalam club itu penuh dengan para pada gadis semok yang menurutnya itu adalah pemandangan yang indah.


".... " Rafa tidak menggubris sahabat nya yang kesenenangan di kelilingi oleh cewek-cewek di sisinya,sambil meneguk beberapa minuman yang mengandung alkohol.


"Lu lagi stres ya,banyak amat minumnya ntar lu gk kuat mampus loh gue gak peduli" ucap Leo sambil menatap sahabat nya itu dengan heran namun sedetik kemudian perhatiannya teralih kan ke gadis baju merah kurang bahan di sisi kanan menyuguhkan minuman dan Leo menerimanya dan meneguknya sambil tertawa riang seakan puas dengan layanan para gadis di sisinya.


"Eh..pak Rafa.." ucap seorang wanita bergaun hijau pekat kurang bahan tiba-tiba datang dengan nada manja.


Segera ia duduk di sebelah Rafa yang tengah asyik meneguk minumannya. Wajahnya memerah karna kebanyakan minum akhirnya ia sedikit mabuk namun kesadarannya masih utuh.


Perempuan bernama Miranda duduk sambil memeluk lengan kiri Rafa sambil menempel-nempel hingga buah dadanya mengenai lengan Rafa dan berharap Rafa meminta layanan padanya.


"Aku gak minat pergilah" ucap Rafa dingin tak menoleh sedikit pun ke arah Miranda yang bergelayut manja.


"Iihh Rafael..gitu amat sih..aku kan cuman..." Belum lagi ia selesaikan ucapannya Rafael memotong kata-katanya.


"Pergilah" ucap Rafael menatap Miranda tidak suka.


"Deg.. baiklah" hati Miranda sedikit tergores dengan satu kalimat itu. Belum ada yang mampu menolak nya selama ini selain Rafael.


Membuatnya kesal dan terpaksa pergi, sudah lama ia menyimpan rasa terhadap Rafael namun Rafael sama sekali tidak pernah menaruh hati padanya.


"Hahaha..hoi Rafa jangan dingin-dingin gitu dong kasian mirandanya sedih." Ucap Leo yang ternyata gadis gadis yang duduk bersamanya tadi sudah bubar.


"...."


"Lo kenapa sih?" Tanya Leo mulai penasaran


"Jangan bilang karna perjodohan Lo lagi" tebak Leo sambil menatap sang sahabat.


"Ya gitu lah" ucap Rafa singkat.


"Mang kenapa sih, kalau di jodohkan sama cewek cantik mah buat gue gak masalah sih." Jelas Leo sambil meneguk sisa minumannya.

__ADS_1


"Masalahnya yang di jodohin itu Sofia,lu tau kan Sofia gimana?" Jelas Rafa lagi.


"Ya Sofia kan temen Lo"


__ADS_2