Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
episode 2


__ADS_3

deana menatap heran pada sahabat nya itu karna datang sangat tergesa-gesa. entah apa yang di sebutnya yang sangat penting itu sehingga membuatnya buru-buru menemuinya.


"den hh.." ucap Desy masih mengatur pernapasannya.


"kau habis darimana?" tanya deana terheran-heran.


"aku tadi mampir ke tempat kerja mu dan aku dengar kau di pecat, jadi aku buru-buru mencarimu...hah..aku..hah.." ucap Desy masih terlihat sangat lelah.


" tenang dulu Des" saran deana tenang.


" aku khawatir kau akan sedih dan bertindak bodoh" ucap Desy jujur.


"haha makasih des sudah khawatir untukku, tapi aku baik-baik saja" jawab deana sambil tersenyum tipis.


"kau beneran gapapa? " kata Desy memastikan.


deana mengangguk memastikan .


"baguslah ternyata kau masih waras" ucapnya blak-blakan pada sahabatnya mengingat kelakuan tragis deana dulu saat jatuh dalam kesedihan hingga nekat untuk bunuh diri.


"aman Des,makasih yah" ucap deana tulus.


"gimana kalo kita ke cafe? hitung-hitung buat sesekali hiburan" bujuk Desy memberi ide.


"boleh" jawab singkat Desy.


cafe yang mereka tuju tidak terlalu jauh,cukup di jangkau motor yang di pakai Desy sekitar 8menit mereka sampai di cafe tujuan.


"ceritain dong masalahnya apa kenapa kau sampai di pecat" tanya Desy sambil memarkirkan sepeda motor nya dan melangkah masuk ke dalam cafe.


deana menjelaskan permasalahannya mengapa ia sampai di pecat.


"OOO yah gimana lagi bukan rezeki mu lagi kerja disana" ucap Desy tak terlalu menuntut menyalahkan siapa-siapa.


sifat itu lah yang di sukai deana, deana terasa nyaman pada sahabatnya yang sangat peduli akan dirinya.


"mbak pesanannya" seorang pelayan cafe datang membawakan makanan dan minuman yang sudah di pesan oleh Desy sejak tadi.


tak lama kemudian...


"wiihhh ganteng sekali" ucap para karyawan cafe sambil menatap ke arah dua pria yang tiba-tiba datang.


"kyaaa suami tampan ku kenapa kemari" bisik seorang wanita yang duduk di kasir setengah berteriak pada teman di sebelahnya.


"tapi dia itu galak sekali loh" muncul gosip sesusia memuji Rafael dan Leo yang datang.


"bos kenapa kemari?" tanya salah satu karyawan cowok yang melayani pesanan sambil tersenyum.

__ADS_1


"seperti biasa ya" ucap Rafael sambil memberi kode.


"baik pak bos" ucap pelayan itu lagi.


pemilik cafe tersebut tak salah lagi adalah milik Rafael, dulu saat baru tamat kuliah ia iseng-iseng membuka sebuah cafe hingga menghasil kan cafe semewah ini dan cukup ramai pengunjung.


cafe yang awalnya sebagai pelarian buat Rafael untuk duduk bersantai sambil menikmati kopi faforitnya.


dan tentu saja cafe tersebut juga ada campur tangan Leo sang asisten kerja sekaligus sahabatnya.


"aaaa RAFAEL" panggil wanita yang cukup keras membuat seisi pengunjung cafe tertuju padanya.


gadis dengan pakaian dress hitam mewah serta high heels hitam elegan yang senada dengan gaunnya. bentuk wajah bulat dan senyumannya manis nya tak lain lagi wanita yang berani memanggil nama Rafael yaitu Sofia calon jodoh nya.


"Den biar aku bayar dulu ya kita pulang udah agak kesorean nih" ucap Desy pada deana yang sedari tadi tidak peduli pada apa yang terjadi pada sekelilingnya.


saat Desy melangkah kebetulan arah kasir, karna kefokusan Sofia sehingga ia tak memperhatikan lagi orang di hadapannya.


brukk...


sofia dan Desy bertabrakan


"HEH wanita kampung Lo bisa lihat gk sih? HATI HATI kalau jalan" teriak Sofia marah karna posisi nya terpental sedikit karna tak sengaja tertabrak dengan Desy.


"haish mulai lagi" ucap Leo mulai ilfeel dengan sikap Sofia.


"HEH? berani Lo sama gue? gua ini adalah calon istri pemilik cafe ini jadi Lo jangan macam-macam." jelas Sofia memamerkan statusnya untuk mengalahkan lawan bicaranya.


"jadi kalau mbak CALON istri pemilik cafe ini bukan berarti mbak bisa SE enak nya sama orang" ucap Desy tak kalah angkuhnya.


"berani Lo sama gue?" Sofia yang hendak menampar wajah Desy sekuat mungkin karna kalah argumen namun tiba-tiba...


tangan Desy di tahan oleh deana .


"LEPASKAN!!" jerit Sofia kesakitan karna tangan kecil deana cukup erat menekan pergelangan tangannya.


"Minta maaf atau saya patahkan tangan anda!" ucap deana dengan tatapan dinginnya.


Sofia tidak menjawab dirinya fokus melepas kan tangannya namun ia sangat kesakitan karna lengannya semakin di tekan oleh deana.


"udah den udah " bujuk Desy takut bila deana benar-benar ingin mematahkan pergelangan tangan wanita yang baru saja melabraknya.


"AW...AA...sakit..sakit..ia aku minta maaf" jerit Sofia menahan tangis karna kesakitan.


"yang benar minta maafnya ke Desy" ucap deana dengan tatapan tajam nya.


"aku minta maaf.. argghhhhhh " ucap sofia tergesa-gesa.

__ADS_1


akhirnya tangan Sofia di lepas kan hingga tangannya berbekas karna deana menekan pergelangan tangannya dengan kuat.


"awas kamu" Sofia kembali dengan mata memerah menahan sakit dan amarah nya.


"waw.." Leo terkesima apa yang di lakukan oleh deana.


"lihat gadis itu cengkeramannya cukup kuat" ucap Leo lagi pada Rafael yang sejak tadi memandangi deana.


setelah kejadian itu semua mata tersorot pada deana namun Desy segera membayar makanannya dan keluar dari cafe tersebut, dan pulang ke rumah sederhana milik deana.


"den itu tadi bahaya sekali " ucap Desy lemas mengingat kejadian beberapa jam lalu.


"aku tidak suka orang yang berharga ku di sakiti" jelas deana dengan wajah datarnya.


" tapi itu bahaya, bisa-bisa kita masuk penjara nanti" jelas Desy


"kenapa?" tanya deana bingung.


"kok malah nanya sih..den kalau misal lu beneran patahin pergelangan tangan orang dan orang itu mengadu ke pihak berwajib dengan alasan kasus penganiayaan maka mampus lah kita" jawab Desy menjelaskan.


"oh" jawaban singkat deana yang lagi-lagi menambah kekesalan dalam diri Desy.


"mungkin hari ini adalah hari sial ku" ucap deana sambil menunduk seolah sedang meratapi nasibnya.


"hmmm" Desy menatap sahabat nya itu dengan kasihan.


"yang sabar ya lu bisa cari kerjaan baru lagi" ucap Desy sambil merebahkan tubuhnya di ranjang milik deana.


"kalo lu mau lu bisa ikut ke pesta yang di adakan di kantor papaku" bujuk Desy


"oh ya pesta apa?" tanya deana penasaran.


"Yapp karna perusahaan papa berhasil naik top 15 perusahaan terbaik" jelas Desy senang.


"kau harus datang siapa tau disana kita dapat jodoh" ucap Desy mulai absurd.


"kok malah jodoh bukannya kerjaan" jawab deana bingung.


"ya sesekali lah haha jodoh juga tak apa, bagus malah hehe" ucap Desy mulai menghalu.


deana tersenyum simpul mengiyakan


"kalau gitu aku pulang yah udh sore banget ntar nyokap nyariin aku lagi,bisa berabe urusannya " jelas Desy membangkitkan tubuhnya dan keluar menaiki sepeda motornya.


"yaudah makasih ya untuk seharian ini" ucap Deana tulus.


.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2