Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
episode 13


__ADS_3

seketika ruangan menjadi sangat suram karena kematian rekan mereka kali ini membuat suasana bertambah kacau.


"cari si pelaku setitik celah saja kalian harus lapor padaku" ucap Jony


"tapi Jon kita sudah menyelidiki namun keberadaannya sama sekali tidak di ketahui, kita mencurigai musuh R.O.D itu namun jika benar mereka maka mereka sangat bersih dalam menghilangkan jejak." ucap beny bingung dan mencoba berpikir keras.


"aku pernah mendengar satu fakta tentang si pelaku" ucap vlictor sang ahli melacak.


Rafa,Jony, beny, Leo, Delvin mendengarkan dengan seksama.


"kalian tau kan seorang bernama YULAS? ku dengar dia adalah seorang agen di bawah pimpinan R.O.D namun ia sangat sulit di kendalikan oleh pemimpin R.O.D yaitu jivanch itu sendiri".


nah masalahnya aku sudah mencari tau tentang YULAS, namun yang ku dapat hanyalah karakter nya yang sangat di takuti.


"di takuti?" sela Leo mengerutkan alisnya.


"apa yang di takuti darinya?" sambung beny.


"ya dia sangat di takuti di dunia gelap ini, si berdarah dingin, aku yakin bahwa YULAS lah pelaku pembunuh rekan kita" ucap vlictor berpikir keras.


"apa hubungannya YULAS dengan grup VLID?" tanya Jony mencoba mencerna ucapan vlictor.


"ini memang sangat sulit untuk di mengerti, tapi aku berasumsi bahwa meski YULAS sudah lama tidak mengikuti jivanch lagi bahkan ia tidak di temukan dimana pun" ucap vlictor.


"aku akan membunuh YULAS itu! akan kutemukan hingga ke ujung dunia sekalipun" ucap Jony geram.


"karena sudah berhenti tidak alasan bagi YULAS lagi untuk membunuh, sudah 2 tahun berlalu YULAS tidak lagi bekerja di bawah pimpinan jivanch, namun akhir-akhir ini sosok seperti YULAS muncul lagi"


"itu artinya YULAS kembali khusus untuk menyerang kita?" ucap Leo.


"ada yang aneh..memang cara penyerangannya sama namun seperti dilakukan oleh orang yang berbeda" ucap vlictor kemudian menemukan jawaban.


"tunggu!!" sergah Rafael seolah menemukan sesuatu yang ganjal.


"katamu YULAS sudah lama berhenti? kalau misal YULAS sudah lama berhenti maka pertahanan organisasi gelap milik jivanch akan melemah" jelas Rafael.


"apa mungkin yang beraksi akhir-akhir ini adalah YULAS yang serupa ?" sambung Jony.


"lalu YULAS yang asli kenapa berhenti?" tanya beny semakin menguak tentang YULAS.


Delvin segera membuka beberapa foto di TKP yang ia jalani dan ia menemukan foto seorang pria tua yang wajahnya sudah memar karena habis di keroyok.


kemudian Delvin mengingat kembali ucapan sang pria itu.


flashback on

__ADS_1


"setelah yulas kami ditemukan dan kembali kami tidak akan terkalahkan !!" ucap pria itu yang masih tersenyum meski tubuhnya sudah di robohkan dan sulit di gerakkan.


flashback off


"YULAS yang asli menghilang!!" ucap Delvin dengan lantang.


seketika suasana ruangan kembali sunyi dan suram, seperti ada sesuatu yang membuat anggota VLID akan menghadapi sesuatu yang akan menyulitkan.


"jadi apa yang harus kita lakukan?" ucap Leo meningkatkan kewaspadaan nya.


"kita harus mencari info lebih lanjut, ini hanya asumsi kita sementara saja"


sementara kita akan menjalankan aktifitas kita masing-masing sembari menunggu info selanjutnya" ucap Delvin akhirnya.


###


kehidupan anggota VLID tentu saja seperti biasa namun mereka tentu saja meningkatkan penjagaan dan anggota pelacak informasi yang di pimpin oleh vlictor di tambah.


Rafael kembali ke rumah ia terduduk di ranjang kamarnya se usai mandi ia memijit kepalanya yang sedikit pusing karena rapat organisasi ke duanya cukup rumit. ia mencoba melangkah mencari keberadaan istrinya tepat di kamar yang berada di samping kamarnya.


ia melihat ke dalam, ia mendapati deana yang sedang terduduk di depan cermin besar menatap pantulan dirinya sendiri.


"den?" panggil rafa sambil duduk di sebelah deana yang tampaknya sedang melamun.


deana menatap rafa dengan datar namun entah kenapa sepertinya Rafa menebak pertanyaan yang akan di lontarkan, sebelum deana mengucapkannya.


"aku baik-baik saja" jawab deana santai.


"apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Rafael mencoba ingin lebih dekat dengan wanita di hadapannya ini.


"tidak apa-apa, aku hanya bosan berada di tempat ini sendirian" jawab deana dengan jujur.


"bisakah kau memberikan ku pekerjaan?" tanya deana penuh harap.


"tapi aku tidak mau kalau kamu kelelahan" kata Rafael menanggapi.


ia terheran ada wanita yang ingin bekerja padahal ia bisa melakukan apa saja dengan jumlah uang yang ia miliki tanpa bekerja.


sudah berapa hari bersama namun deana tidak mengeluarkan uang sepeser pun seperti pada wanita pada umumnya yang suka jalan-jalan dan berbelanja.


"kau ingin bekerja apa?" tanya Rafael serius.


"aku ingin kau mengizinkanku keluar, ada beberapa pekerjaan ingin aku kerjakan" ucap deana.


"pekerjaan apa itu?" tanya Rafael lagi.

__ADS_1


"sesuatu, aku tak bisa mengatakannya" ucap deana penuh rahasia.


"hmmmmm" Rafa mencoba bersabar karena mengingat peraturan tak tertulis yang di ucapkan deana, ia tak mau jika masalah itu akan menjadi celah pertengkaran di antara mereka berdua.


"baiklah, terserah saja asal pekerjaan yang masuk akal dan tidak membuatku malu" ucap Rafael mengiyakan


"maksudnya?" tanya deana bingung.


"jangan sampe orang berkata istri seorang direktur agency terkenal Rafael Adhikari membiarkan istrinya bekerja keras". jelas Rafael asal.


"mau ditaruh di mana wajahku?" ucap Rafael tersenyum.


"iya" jawab deana singkat.


###


siang hari sekitar pukul 2 siang bunyi bel sekolah menandakan pulang.


seluruh murid bubar dan Vanny serta teman-teman nya bercanda gurau.


begitu lewat ke arah parkiran sekumpulan anak-anak cowok dan cewek berpenampilan sekolah gaul memanggil Vanny.


"hey Vanny main yuk" ucap intan salah satu segerombolan anak-anak yang katanya mengikuti trend terkini.


"kemana?" tanya Vanny heran.


"dah ikut aja Lo pasti seneng" ucap Danang merangkul bahu Vanny mencoba mengakrabkan diri.


"ish Vanny gak usah deh mending kita belajar bersama" ucap Lilis yang tidak nyaman bersama orang-orang aneh itu.


"hey Lilis cupu Lo gak usah sok akrab sama Vanny ya. kita-kita juga tau Lo cuman manfaatin dia kan?" ucap intan menatap tidak suka terhadap lilis.


"manfaatin apa sih" nyinyir Lilis tak mau kalah.


"coba aja dia miskin dan bodoh! Lo masih mau dekat dengannya?" ucap intan yang memang kepribadian Lilis terlalu ambis untuk mengejar nilai.


Vanny menatap Lilis yang memang perkataan intan ada benarnya.


Lilis malu karena pernyataan itu memang benar adanya. ia memang berteman pada orang-orang yang menguntungkan buatnya saja.


lagian buat apa berteman dengan orang tidak mendatangkan keuntungan sama sekali? baginya itu hanya buang-buang waktu.


"aku Luan yah bye!" jawab Lilis sambil melambaikan tangan nya dan berjalan setengah berlari ke arah mobil yang telah datang menjemput nya.


"HUUUU!!!" sorak beberapa anak yang berkumpul yang tidak menyukai Lilis.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2