
"apa yang sedang terjadi?" ucap Stephani pada seorang wanita yang sebaya dengan nya.
"tuh Sofia anak nya pak laman berkelahi dengan seorang gadis" ucap nur Laila teman Stephani.
"siapa gadis itu? pasti gadis itu yang mencari perkara pada Sofia" bela Stephani asal.
"benar kata orang-orang ke dua gadis itu adalah berandalan" ucap nur kembali menajam kan telinga nya.
"kok bisa masuk kesini? harusnya pengamanan disini sangat ketat" ucap buk Firda membuka suara yang sedari tadi hanya mendengar nur berbicara.
Stephani tidak hanya melihat dari jauh tak mau ikut bergabung dengan masalah sepele seperti itu karena harga dirinya yang akan di pertaruhkan.
"lepaskan aku.." ucap Sofia semakin hilang kendali.
"harusnya gadis berandal itu yang kalian tangkap" ucap Sofia lagi.
"maaf mbak anda salah orang mencari musuh" ucap bodyguard setengah berbisik .
sejenak Sofia terdiam mendengar perkataan tersebut.
mendapati Rafael yang tengah melihat nya dengan tatapan jijik.
"Rafa" desis Sofia mulai menyadari apa yang telah ia lakukan. matanya berlinang-linang hampir menangis.
"kurasa ada yang tidak beres dengan jiwa Sofia" ucap teman Sofia yang tadinya ingin mendukungnya.
"benar sejak tadi dia marah-marah tidak jelas" ucap seseorang yang tentunya di dengar oleh Sofia.
"kurasa lo itu emang sudah gila" ucap Desy merasa menang.
deana menatap dalam ke arah Sofia yang menurut deana ada yang tidak beres pada Sofia.
"pak tolong bawa anak saya pulang" tiba-tiba Seorang pria paruh baya salah satu pengusaha sukses yang di kenal dengan pak laman.
"untuk semua saya minta maaf atas kekacauan yang terjadi" ucap pak laman memohon atas kelakukan putrinya.
"nak tolong maafkan Sofia. saya akan bertanggung jawab" ucap pak laman pada deana dan Desy.
"pak tolong...." belum lagi desy selesai bicara ..
"tidak apa-apa pak" ucap deana tulus sambil menahan tangan Desy dan memotong perkataan nya agar tidak berbicara sedikit pun.
"baik terimakasih banyak nak" ucap pak laman menahan malu.
###
"ayah..kenapa tidak menangkap gadis itu? dia yang membuat pergelangan ku hampir patah!!" amuk Sofia di rumahnya sambil membanting-banting barang apa saja yang ia temui.
"aku gak bisa terima semua ini!!....aaaarrrgghhh" teriak Sofia semakin menjadi-jadi.
"pak kelakuan Sofia semakin parah" ucap Laila sang asisten yang menjaga Sofia dengan sedih.
__ADS_1
"biarkan saja bi. kurung saja dia di kamar" ucap pak laman sambil memijit keningnya karena sakit.
"kasian non Sofia" ucap Laila lagi dengan wajah sedih.
"semenjak nyonya besar meninggal Sofia berubah menjadi seperti ini" Laila mengingat-ingat kembali masa lalu.
"sudah lah" ucap pak laman mulai kesal karena mengingat kembali masa lalu.
"mending bikin makan siang, setelah amukan Sofia ajak dia makan" ucap pak laman berlalu pergi.
"baik pak" ucap Laila menurut.
Sofia terus memberontak memukuli pintu kamarnya hingga tangan nya sendiri terluka.
###
"aku heran kenapa pak laman seperti segan pada gadis berandal itu" bisik seseorang mencurigai deana.
"aku juga tidak tahu bahkan saat Sofia berulah tiada yang berani menghentikan perkelahian mereka" bisiknya lagi.
tatapan sinis dan mencurigai deana mulai tersorot namun deana sama sekali tidak peduli dengan tatapan mereka.
"oo aku tahu " ucap seseorang yang baru muncul di antara segerombolan yang berbisik menggosipi deana.
"dia itu anak yang satu-satunya selamat dari penculikan anak beberapa tahun lalu, apa kalian ingat kejadian itu?" ucap nya lagi.
"oooo kejadian itu, bukankah tiada yang selamat ya atas kejadian itu?" ucap seseorang lagi menanggapi.
"coba ingat lagi.. di kejadian itu ada satu anak yang selamat " ucapnya seolah memberi teka-teki.
"yapp Deana anak yang selamat pada penculikan beberapa tahun lalu yang di kenal sebagai pembunuh teman nya sendiri, demi menyelamatkan dirinya sendiri ia rela membunuh temannya" jelas nya panjang lebar.
sementara itu..
"den Lo baik-baik aja kan?" ucap Desy khawatir mendengar gosip yang beredar tentang deana.
"tidak apa-apa " ucap deana dingin.
Desy begitu sedih melihat deana yang di cap sebagai pembunuh meski terbukti tidak bersalah namun beberapa orang masih menganggap bahwa deana itu adalah pembunuh bahkan mereka sama sekali tidak tahu apa kejadian yang sebenarnya.
###
beberapa hari kemudian se usai pesta..
deana mulai mencari pekerjaan barunya setelah beberapa hari istirahat di rumah setelah di pecat.
sudah belasan lamaran sudah dia serahkan namun satu kali pun tidak ada panggilan dari HRD.
sambil membolak-balik kertas yang di hadapan nya deana membuka handphone miliknya ingin meminta bantuan Desy namun ia mengurungkan niatnya karena tidak mau selalu merepotkan sahabat nya itu.
kemudian deana nekat pergi sendiri mencari lowongan pekerjaan.
__ADS_1
deana sampai di sebuah gedung besar ntah mengapa hati nya membawa kemari.
seolah ia akan mendapat sesuatu di tempat besar seperti ini.
"mbak saya mau melamar pekerjaan disini, dimana saya bisa memberikan CV saya?" ucap deana pada seorang wanita yang sedang berlalu keluar.
wanita itu pun menjelaskan dimana letak HRD tujuan deana.
dan deana pun segera menuju sesuai arahan wanita yang barusan ia tanyai.
"permisi" ucap deana sopan sambil membuka pintu.
"ya silahkan masuk" ucap seseorang dari dalam.
deana mendapati dua orang wanita dan pria yang ia temui beberapa hari lalu sedang berbincang.
deana dan Rafa lagi-lagi hanya saling menatap tanpa satu kata pun keluar dari mulut mereka.
"saya mau melamar pekerjaan" ucap deana ragu-ragu.
"berikan CV nya" ucap Rafa tersenyum.
dan deana pun memberikan CV pada pria yang berdiri menyandar ke meja.
"oh jadi namanya deana" ucap Rafa dalam hati senang.
"nanti saya panggil" ucap Rafa tersenyum.
"baik pak terimakasih " deana kembali dengan penuh harap agar di terima di perusahaan ini.
"pak bukan nya..." ucap wanita yang sejak tadi duduk di kursi HRD terheran-heran melihat Rafa yang mengambil alih pekerjaannya.
"ssttt yang satu ini saya yang urus" ucap nya pada wanita di hadapan nya ini tidak banyak tanya.
"baik pak" ucap wanita itu tersenyum.
###
"hey pak bos dari tadi senyam senyum Mulu" ucap Leo terheran melihat Rafa yang sedari tadi tak henti nya tersenyum.
"bukan urusan Lo" ucap Rafa malu karena kepergok senyum-senyum sendiri.
"ekhemm..bos" leo berpura-pura batuk memulai acara iseng nya.
"apa" was was Rafael berfirasat buruk.
"siapa" goda Leo
"siapa apaan sih" ucap Rafael sang asisten sekaligus sahabat karib nya itu.
"siapa wanita yang telah meluluhkan hati mu yang sudah hampir membatu itu" ucap Leo terbelit sambil memamerkan senyum nya yang paling lebar.
__ADS_1
"tolong nanti ini fotocopy ya sesuai orang yang akan hadir biar meeting nya lancar" ucap Rafael seolah tersenyum paksa mengalihkan pembicaraan.
~bersambung~