Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
episode 1


__ADS_3

"Sofia kan temen Lo" ucap Leo lagi.


"..." Menatap Leo kesal


"Ya walau dia gadis manja dan egois tapi lumayan cantik loh" jelas Leo mulai mengerti mengapa Rafael tidak suka di jodohkan apalagi dengan Sofia mengingat tingkah Sofia yang sangat egois itu.


"Terserah lu dah" Leo menyerah dan tak mau ambil pusing.


###


Rafa yang sedang merapikan dasi dan jas nya di depan cermin serta menata rambutnya yang hitam pekat itu menjadi lebih rapi lagi.


Dengan setelan kemeja putih jas hitam,tubuh nya yang atletis dan kulit nya yang putih membuatnya menjadi sorotan para perempuan yang melihatnya setiap kali ke kantornya bekerja.


Rafael segera mengambil kunci mobilnya dan seperti biasa berangkat pagi sekitar pukul 8 pagi.


Melewati jalanan besar yang ramai pengendara dan pejalan kaki.


Setelah beberapa waktu kemudian, Rafa sampai di sebuah gedung besar tempat ia bekerja.


Setelah itu ia masuk melewati ruang para karyawan karna memang ruangannya berada di lantai atas.


"Pagi pak Rafa" ucap nidar sang sekretaris sambil memamerkan senyumnya paling manis. Dan para karyawan yang melihat Rafa ikut menyapa Rafa .


"Duh seperti biasa pak Rafa ganteng banget" bisik salah satu karyawati pada temannya yang mengagumi Rafael.


Rafael membalas senyum tipisnya pada orang-orang yang menyapanya.


Setelah sampai di ruangannya.


"Idihh macam model aja lu setiap pagi di sapa sama cewek-cewek di kantor" ucap Leo yang juga bekerja di kantor yang sama.


"Banyak cewek-cewek yang naksir kenapa gak Lo comot aja satu jadi bini Lo biar gk di tagih-tagih lagi sama nyokap Lo" nyinyir Leo pada sahabatnya yang sedang mengecek-ngecek dokumen yang di atas mejanya.


"Itu bukan urusan Lo" jawab Rafael.


"Jangan lupa nanti ada meeting perencanaan iklan yang di bahas kemarin." Ucap Leo mengingatkan Rafael.


"Hmm iya, lu udah bisa cari model nya" perintah Rafael pada asisten nya sekaligus sahabatnya itu.


"Tenang mencari model itu serahkan aja sama gue haha" ucap Leo dengan percaya diri.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain ..


"APA-APAAN INI?" ucap lelaki tua bertubuh kurus dengan tinggi hampir 175cm itu memarahi dua karyawati nya yang sedang berkelahi.


"KALIAN DISINI BEKERJA ATAU MERUSAK BARANG?" ucap lelaki itu lagi dengan geram karena sedari tadi dia memperhatikan dua karyawati nya saling beradu argumen sambil membanting-banting piring.


yang otomatis pemilik warung makan itu marah karna barang-barang nya di banting-banting.


"maaf pak ini karna deana mencari perkara" ucap gadis bernama Lia menuduh temannya yang sedang berdiri berdampingan dengannya.


"DEANA! masalah apa lagi yang kalian perebutkan?" tanya sang pemilik warung makan itu.


"....."


"Lia yang marah-marah karna saya tidak membantunya pak" jawab deana dengan ekspresi nya yang datar tak terlihat sama sekali jika ia sangat takut pada situasi ini.


"LIA??" tatapan pak sutar menajam..


"bukan kok pak..it..itu karna deana bermalas-malasan..." belum lagi selesai Lia bicara pak sutar memotong kata-katanya.


"begini saja, kalian berdua ku pecat..sudah lama kalian selalu bertengkar dan rugi di saya dong kalian tidak fokus bekerja" ucap pak sutar lagi tak mau mengambil pusing.


memang ia tau bahwa deana dan lia selalu bertengkar lebih tepatnya Lia selalu iri dengan deana sehingga selalu mencari-cari kesalahan teman kerjanya.


"tidak ada alasan mulai hari ini kalian berdua gk perlu bekerja lagi. cari di tempat lain saja" putus pak sutar.


"b-baik pak" ucap Lia menunduk sedih.


sedangkan deana sama sekali tidak mengekspresikan bahwa ia sedih..meski dalam hatinya ia sangat sedih karena harus kehilangan pekerjaannya. namun ia tau bahwa keputusan majikannya sudah tak bisa di ubah lagi.


meski kadang deana berpikir bahwa ini bukanlah kesalahannya namun deana juga malas untuk berdebat. toh juga tidak bakal di dengarkan, pikir deana.


sepulang dari tempat yang baru saja memecat nya. deana memilih untuk menyendiri kebiasaan nya duduk di tepi jembatan sambil memandangi air sungai yang sangat besar itu.


terkadang deana juga duduk menyendiri di taman wisata.


deana suka menyendiri di tempat yang ramai. meski sendiri di tempat ramai pikiran deana tidak kosong karna sekeliling nya yang ribut.


selesai dari jembatan deana pergi duduk santai di kursi tengah taman yang biasa ia kunjungi, disana pikirannya melayang namun tak sepatah kata pun terucap dari bibir nya.


pikiran nya kosong mata tetap menatap ke arah keramaian, sejenak ia melihat sepasang suami istri dan putri kecil nya yang sedang memegang balon berbentuk hati berwarna merah muda. anak itu memancarkan senyumnya ketika sang ayah nya menggendongnya di bahu dan sang ibu tersenyum lebar karena tingkah anak dan ayahnya yang lucu.

__ADS_1


"ayah..mau ecklim" ucap sang anak yang usianya kira-kira 3 tahun sambil jadi telunjuk mungilnya menunjukkan tempat es krim di jual.


"anak ayah mau es krim tentu saja..hari ini adalah hari spesial anak ayah paling cantik" hibur sang ayah sambil berjalan.


melihat itu deana mengingat akan masa kecilnya.


flashback on


"selamat ulang tahun kesayangan papa" ucap pria paruh baya berkumis tebal,badannya sedikit kurus dan tingginya sekitar 170cm mengucapkan selamat ulang tahun pada deana kecil yang berusia 7 tahun sambil menyerahkan kado berukuran kecil berwarna merah muda.


"waah terimakasih papa,mama"deana kecil tersenyum sangat bahagia dan memeluk kedua orang tuanya.


"papa ana mau es krim boleh?" tanya deana kecil pada papanya.


"ummm" papa deana tampak berpikir keras sambil melihat ke atas.


bibir deana kecil manyun karna ia menebak tidak akan di berikan karna es krim itu kata mama tidak sehat.


namun ayah dan ibu nya tersenyum.


"hari ini hari spesial deana kecil papa mama"ucap papa nya.


"yeeeeeeeew" deana kecil pun bersorak senang.


flashback off


luka hati deana sedikit terbuka seolah sesuatu tertahan di dalam benaknya, sehingga deana tak lagi mampu harus berbuat apa. wajahnya tetap datar tak menunjukkan emosi apapun padahal kondisi hatinya sedang tidak baik-baik saja.


drrtt..drrtt..


ponsel milik deana tiba-tiba berdering di tengah ia sedang mengenang masa lalunya.


"hoik deana!!" suara teriakan dari ponsel milik deana sudah tak asing lagi baginya bahwa ia adalah sahabatnya Desy.


"ya?" jawaban singkat itu sontak membuat Desy tambah kesal karna jawabannya sangat singkat.


"kau dimana? aku mau bicara penting!! PENTING sekali" ucap Desy dari nadanya yang terlihat serius.


"aku sedang di taman tempat biasa" jawab deana datar.


"oke" setelah perkataan itu Desy langsung menutup sambungan ponselnya.

__ADS_1


tak menunggu waktu lama sekitar 15 menit kemudian Desy sudah datang menghampiri.


~bersambung~


__ADS_2