Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
episode 10


__ADS_3

deana tengah sibuk di dandani oleh beberapa wanita yang profesinya memang lah MUA atau sering di sebut perias pengantin/ artist.


gaun putih panjang elegan pilihan Stephani khusus untuk pengantin edisi terbaru, serta hight heelsnya Yang senada dengan gaun pengantin deana.


wajah deana yang baby face di hias menjadi gadis dewasa dengan make-up natural yang intinya akan membuat pasangan tidak akan pangling.


seluruh tamu walau tidak terlalu ramai sesuai keinginan deana tak mengundang terlalu banyak orang melainkan orang-orang penting dan terdekat saja.


di altar, Rafael dan pak pendeta sudah menunggu sang pengantin wanita masuk melewati altar pernikahan yang sudah di beri karpet merah.


Tak menunggu waktu lama deana berjalan di dampingi oleh Jery sebagai pengganti orang tua dari deana.


dan orang-orang memandang deana dengan tatapan terkagum karena kecantikan deana.


Rafael menyambut dengan tersenyum senang yang sepertinya tak di buat-buat.


pendeta segera menjalankan sakramen pemberkatan pernikahan sampai pada intinya kedua sang mempelai mengucapkan janji pernikahan.


"Saya mengambil engkau DEANA ANESKA menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita" ucap Rafael dengan lantang hingga suaranya di dengar oleh seluruh tamu yang sudah hadir.


"Saya mengambil engkau RAFAEL ADHIKARI menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita" begitu pula dengan deana mengucapkan janji suci nya.


semua orang bertepuk se usai sumpah janji yang sudah di ucapkan oleh kedua mempelai.


saat acara berlangsung begitu pendeta mengesahkan mereka sebagai suami istri.


deana menjadi bahan sorotan karena ekspresi wajahnya sangat datar, tak menunjukkan ekspresi apapun.


bahkan Stephani dan Laura semakin tidak nyaman dengan menantu yang baru saja bergabung di keluarga nya.


bahkan Vanny sang adik mempelai laki-laki sangat tidak suka dengan kehadiran wanita menyeramkan atau bisa di katakan wanita psikopat.


se usai acara doa pemberkatan deana dan Rafael tak henti-hentinya mendapat ucapan selamat dan di mintai foto.


tubuh deana serasa ingin roboh karena sesi ini adalah sesi paling menyebalkan baginya.


semua orang tersenyum ramah padanya lalu mengambil gambar nya berdua dengan Rafael.

__ADS_1


terutama Rafael adalah paling sibuk berbincang dengan teman-teman kerjanya terutama Leo sang sahabat.


"gila Lo raf, udah nikah aja haha" ucap Leo senang seperti biasa Leo menggodai Rafael sepertinya hal itu adalah hoby baru baginya.


"semoga bahagia deh yah, ingat jangan sampai terpisah karena Lo sudah bersumpah" ucap Leo mengingat kan seolah ia adalah orang yang sudah berpengalaman.


seketika hati Rafael merasa tidak nyaman setelah mendengar ucapan itu dari Leo.


karena awalnya pernikahan ini adalah pernikahan kontrak yang ia ajukan agar deana mau menikah dengannya.


ia kembali menatap wajah istrinya yang tengah duduk dengan wajah datarnya, namun Rafael bisa merasakan bahwa wanita itu sangatlah kelelahan.


Rafael mencoba untuk tidak memikirkan hal yang tidak perlu untuk saat ini.


###


pada pelayan sibuk membawakan koper besar milik ke dua pengantin masuk ke dalam bagasi mobil.


"kalian yakin tinggal nya sendiri? gak mau tinggal bareng disini?" ucap Stephani khawatir pada Rafael.


"maa rafa itu sudah besar apalagi sudah beristri tentu saja ia akan tinggal di rumah sendiri" jawab Gusman tersenyum ia tau bahwa Stephani sangat menyayangi anak nya Rafael meski hubungan mereka adalah hanya sebatas anak dan ibu tiri.


"kalian berhati-hati lah di jalan" ucap gusman tersenyum.


deana tersenyum meski di benaknya keluarga ini hanya selama 2 tahun tapi ia juga senang mendapat keluarga baru.


"Vanny" panggil rafa sambil menoleh ke arah pintu di mana Vanny berada yang sejak tadi memasang wajah cemberut.


Rafael melambaikan tangan nya menandakan Vanny segera datang ke arahnya.


kemudian Vanny berjalan mendekati sang kakak teman kelahi nya selama ini di rumah.


dengan mata berkaca-kaca ia memeluk Rafael seolah ia tak akan pernah bertemu lagi dengan kakak tersayangnya.


"tumben banget Lo lebay begini" ucap Rafael tertawa sambil membalas pelukan adik nya itu.


"sering-seringlah kemari kak, aku takut kalau kakak akan kenapa-napa di rumah kakak" ucap Vanny khawatir sambil melihat ketus ke arah deana namun deana sama sekali tidak berasa tersindir dengan ucapan Vanny.

__ADS_1


"hmmm?" Rafael terheran dengan kelakuan random adik nya kali ini.


sudah jelas ia menyindir kakak ipar nya namun sindiran ini bagaikan mempunya makna tersirat yang terpendam.


kemudian Rafael dan deana menaiki mobil yang di kemudi oleh supir, menuju bandara.


sesampainya di bandara Rafael dan deana menaiki pesawat tujuan ke Bali.


setelah menunggu agak lama mereka pun sampai di tempat tujuan.


Rafael membawa istrinya ke private pool villa kamarnya begitu luas, tersedia kolam renang dan suasana yang begitu romantis.


deana menatap dari sudut ke sudut belum pernah ia datang ke tempat yang seromantis ini. sejenak ia mulai begidik ngeri menatap suaminya yang berbicara kepada pelayan untuk mengantarkan beberapa barang-barang mereka ke dalam.


se usai pekerjaan pelayan itu mereka pun pergi.


Rafael segera menuju meja, ia membuka laptopnya dan menyelesaikan beberapa tugas kantornya yang sempat tertunda.


melihat suaminya tengah sibuk di depan laptop deana segera membersihkan diri, ia membuka koper miliknya dan memilah beberapa baju yang tersedia disana.


keningnya berkerut melihat setiap pakaian yang di sediakan yang seingatnya di sediakan oleh ibu mertuanya.


kemudian ia membuka koper satu lagi yang keliatannya isi nya adalah milik Rafael.


ia ambil kemeja biru muda dengan cepat-cepat ia ke kamar mandi dan memakai kemeja yang besarnya bagaikan memakai daster.


karena memang tubuh deana mungil dan sedangkan Rafael bertubuh tinggi.


sekitar setengah jam berlalu Rafael usai dalam perkerjaannya dan mematikan laptop nya. dengan niat ia akan membersihkan diri.


begitu ia balik melihat ke arah ranjang, deana tengah asyik memainkan layar handphone nya dengan santai bersandar di kepala kasur.


mata nya terbelalak melihat kemeja miliknya yang di pakai deana.


"kamu kenapa pakai itu?" tanya Rafael terheran sekaligus ia terpesona dengan pandangan ini.


"aku tak membawa baju" ucap deana jujur.

__ADS_1


"lalu isi koper itu apa?" tanya Rafael lagi.


"lihat sendiri isi nya, layak di pakai atau tidak" ucap deana tak sedikit pun menoleh ke lawan bicaranya dan tetap memainkan jari-jarinya di layar ponsel.


__ADS_2