
tak lama deana mulai tertidur pulas, Rafael menarik pinggang ramping deana dan memeluknya,
deana sama sekali tidak memberontak dan membiarkan tangan Rafael melingkar di pinggangnya.
tubuh hangat Rafael berhasil membuat deana tidur nyaman dan tidak di teror oleh ingatan akan masa lalunya sama sekali.
hingga pagi menyambut jam sudah menunjuk pukul 6 pagi, Rafael sudah terbangun terlebih dahulu posisi tidur mereka tidak sama seperti tadi malam.
justru posisi deana menghadap Rafael dan masih tertidur nyenyak sambil bersandar memeluk tubuh Rafael.
Rafael menatap wajah wanita di sampingnya ini, baru kali ini ia melihat ekspresi wajah deana yang terlihat polos dan begitu manis di matanya. tidak seperti hari-hari biasa yang memasang wajah datar dan dingin.
tapi hari ini wajah dingin itu berubah seperti anak kecil yang manis tertidur pulas.
entah beban apa yang sedang ia pikirkan sehingga membuatnya menjadi karakter yang dingin dan tertutup tak seperti wanita pada umumnya. pikir Rafael.
deana perlahan membuka matanya, ia mendapati pria tampan di sampingnya, baginya ia masih berada di alam mimpi dan kembali menutup matanya dan semakin erat memeluk tubuh kekar Rafael, Rafael sangat terkejut melihat fenomena tersebut ia heran melihat deana yang masih mencari-cari kenyamanan posisi kepalanya dan melanjutkan tidur.
Rafael terlihat sangat senang. untungnya hari ini adalah Minggu yaitu hari libur di kantor nya.
ia menikmati pagi ini dan membelai lembut rambut deana.
ia tak berhenti tersenyum sungguh ia melihat deana terlihat sangat manis pagi ini.
sekitar 10 menit kemudian deana membuka kembali matanya.
ia menatap lama pria yang sedang ia peluk, ia masih belum bisa menetralkan kesadarannya.
kemudian...
"Rafa?" tanya deana memastikan.
ia melihat wajah pria ini memastikan apakah benar-benar Rafael.
setelah kesadaran nya kembali cepat-cepat ia melepas pelukannya dan berdiri.
kaki nya melangkah ke arah pintu dan kembali ke kamarnya.
wajahnya memerah menahan malu, kali ini jantungnya beneran berdebar kencang karena lancangnya memeluk seorang pria meskipun itu adalah suaminya sendiri namun memeluk pria itu adalah pertama baginya, ia belum terbiasa selain bertarung dengan seorang pria.
deana membasuh wajah nya yang sudah menggembul kemerahan.
__ADS_1
ia menepuk ke dua pipinya dan tetap menahan tidak bersuara sedikit pun.
Rafael yang di tinggal di kamar sebelah masih terkekeh mengingat ekspresi deana yang baginya itu sangat lucu. Rafael tampak menikmati hal itu. ternyata deana masih mempunyai sisi manis dan imut seperti gadis lainnya hanya saja ia terlalu pintar menyembunyikan sosok itu.
untungnya Rafael sangat beruntung dapat melihat sosok tersebut.
###
saat sarapan pagi seperti biasa mereka tetap diam dan deana terus menghindari kontak mata dengan Rafael.
se usai sarapan karena di hari libur hari ini Rafael seharian di rumah dan deana tak kunjung juga mau kontak mata dengannya.
beberapa kali Rafael mencoba memanggil dan muncul di hadapan deana namun deana terus mengelak dan terang-terangan menghindari nya.
siang hari seperti biasa para pelayan beristirahat selesai melakukan pekerjaan pagi nya.
deana ke dapur di ikuti Rafael yang membawa-bawa cangkirnya berisi kopi milik nya yang tak kunjung habis-habis.
kemudian deana mencoba ke lantai atas mencari buku ke pustaka mini untuk di baca di waktu senggang nya lagi-lagi Rafael mengikuti nya dan terus berusaha berdiri di samping Deana.
"kau ini sedang apa sih?" ucap deana yang sudah mulai bosan terhadap sikap Rafael yang aneh.
"pergilah cari kesibukan mu sendiri" ucap deana kesal.
siapa pun akan kesal jika terang-terangan di buntuti.
"kau tidak lihat kalau aku sedang sibuk?" ucap Rafael tak mau kalah.
"sibuk apa? sejak tadi kau hanya mengikuti ku dan itu membuatku kesal" ucap deana menunjukkan ekspresi nya penuh kekesalan.
matanya menatap tajam ke arah Rafael namun bukannya takut Rafael malah mendorong tubuh kecil itu sehingga terpojok di dinding yang hanya beberapa centimeter di belakangnya. deana reflek meremas kerah baju Rafael seolah berjaga jika ini adalah tanda pertarungan.
kemudian Rafael menempelkan keningnya ke kening deana dan kaki Kanan panjangnya bersandar dinding sehingga membuat deana semakin waspada dan terkunci.
Rafael menutup matanya dan mengutarakan maksudnya.
"aku hanya ingin kita menghabiskan waktu seharian ini" ucap Rafael kemudian membuka matanya dan menatap memelas ke deana yang terlihat terkejut.
"kau kan bisa mengatakannya tanpa harus begini kan?" ucap deana tak terima atas perlakuan Rafael yang ini.
setelah mendengar hal itu Rafael segera mundur dan tersenyum senang.
__ADS_1
keduanya saling membuang muka dan menyembunyikan degupan jantung masing-masing.
"kalau begitu apa kau punya rekomendasi?" ucap Rafael senang.
***
"jadi ini rekomendasi mu?" ucap Rafael yang tak percaya bahwa lokasi yang di maksud deana adalah taman bermain anak-anak.
ada banyak keluarga yang berpiknik disana dan banyak penjual cilok,bakso bakar dan lain-lain karena hari Minggu taman ini sangat ramah pengunjung.
"kau menyesal?" tanya deana.
"tentu saja....tidak" Rafael tersenyum tak di sangka tempat ini adalah tempat yang ingin di kunjungi deana yang berbalik dari sifatnya.
"ternyata kau punya sisi manis juga" ucap Rafael jujur.
"aku benci kalimat itu" ucap deana datar.
"itu kenyataan, lihat lah kenyataan bukan ekspektasi" ucap Rafael sembari pergi meninggalkan deana.
deana melihat Rafael yang melangkah jauh dan mulai mencerna ucapannya.
ia melihat Rafael kembali berjalan mendekati ke arahnya dan membawa dua eskrim.
"hari ini tak seperti Rafael yang ku kenal" ucap deana mulai banyak bicara sambil menerima eskrim yang di beri Rafael.
"hari ini adalah Rafael yang berbeda dan ingin bersantai bersama istri seperti keluarga pada umumnya dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang" ucap Rafael tersenyum mencoba menutup sakit yang terpendam di dalam hatinya.
dan deana begitu mengerti makna ucapan itu dan tersenyum. sejenak ia menutup matanya dan menghadapi isi kepalanya yang gelap berantakan mencoba untuk tenang, lalu ia membuka matanya kembali dan memamerkan senyum lebarnya untuk kali ini.
"baiklah aku mengerti Mari bersenang-senang" ucap deana meraih tangan Rafael dan mengajak nya bermain permainan yang tersedia di taman bermain yang luas ini.
Rafael tersenyum senang dan mengikuti deana membawa nya entah kemana.
mereka menghabiskan waktu dan melupakan jati diri mereka yang biasa, mereka mencoba bermain di rumah hantu, naik biang Lala, naik perahu terbang dan bermain apa saja yang tersedia disana.
sesekali mereka tertawa karena mengikuti permainan konyol berhadiah. namun benar-benar sangat seru.
"tuan coba main yang ini deh" ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul dan menyerahkan panas serta anak panah sebanyak 5.
~bersambung~
__ADS_1