Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
episode 5


__ADS_3

"ah bos gak asyik" ucap Leo kecewa gagal menggodai sahabat nya.


###


drrttt ...drrttt


nada dering telepon deana yang berbunyi membuat deana cepat-cepat mengangkat karena sudah sejak tadi menunggu.


"apa benar ini dengan deana aneska?" tanya lelaki dari balik telepon.


"ya benar" ucap deana gugup berharap ini adalah panggilan nya untuk pekerjaan baru.


"saya Rafael yang tadi siang menerima CV anda bisakah nanti malam kita bertemu?" ucap seorang di balik telepon yang ternyata adalah Rafael.


"bisa pak" ucap deana singkat.


"kalau begitu saya akan kirim alamat kita bertemu pukul 7 malam" jelas Rafael dengan nada datar namun hatinya senang.


pukul 7 malam telah tiba deana mendatangi tempat yang di tuju oleh si penelepon tadi sore.


deana menggunakan kemeja cream polos dengan celana berbahan warna hitam hingga deana berpenampilan seperti orang dewasa sesuai dengan usianya yang sudah menginjak 20 tahun.


deana mendapati kursi kosong yang ternyata tempat itu adalah cafe tempat ia dan Desy singgah se usai di pecat.


deana meraih ponsel yang ada di tas hitam polos nya dan menuliskan chat kepada seseorang.


"pak saya sudah sampai di cafe" chat deana pada Rafael.


"baik:v" balas singkat Rafael yang sempat membuatnya ragu apakah benar ia akan mendapat kerjaan dari orang ini.


"permisi mbak apakah anda yang ingin berjumpa dengan pak Rafael?" ucap seorang waiters pada deana .


"iya benar" ucap deana singkat.


"baik mbak saya tunjukkan arahnya" ucap wanita itu dengan sopan sambil mengarahkan deana ke tempat yang sudah di perintahkan oleh bos nya.


deana pun mengikuti arah wanita di hadapan nya ini hingga masuk ke sebuah ruangan yang memang sepertinya ini adalah ruangan khusus.


hati deana mulai berwaspada berjaga-jaga bila ini adalah penipuan.


"silahkan mbak pak Rafa sudah menunggu" ucap wanita itu lagi dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.


"baik terimakasih" ucap nya tersenyum tipis.


deana masuk mendapati ruangan itu sangat bersih dan nyaman. seorang pria yang ia temui tadi siang sedang duduk santai di sofa yang tersedia di tengah ruangan itu.


"silahkan duduk" ucap Rafael dengan elegan.

__ADS_1


deana hanya diam menunggu kata-kata yang akan di ucapkan pria di hadapan nya ini.


"jadi anda sedang mencari pekerjaan?"ucap Rafael berbasa-basi.


"ya" ucap deana mulai curiga dengan mamasang kembali wajah datarnya.


"mmm nama saya Rafael Adhikari" jelas Rafael memperkenalkan diri bingung harus memulai darimana.


"....." deana bingung baru kali ini ia di interview secara pribadi bila mencari pekerjaan.


"saya sebenarnya sedang membutuhkan seseorang untuk bergabung dengan saya" jelas Rafael mulai mencari-cari kata yang menarik.


"ya pak" deana tetap sabar menunggu maksud dari pria di hadapan nya ini.


jantung Rafael berdegup kencang karena gugup baru kali ini ia gugup di hadapan seorang gadis seolah sedang ingin menyatakan cinta tapi takut di tolak.


"menikah lah dengan ku" ucap pria itu dengan yakin di hadapan gadis pilihannya.


"......" deana terdiam seolah tak mampu menjawab pertanyaan sulit itu dengan ekspresi nya yang datar.


"begini...saya sedang membutuhkan seorang istri karena suatu hal dan kebetulan saya tertarik pada anda dan saya menawarkan ini pada anda jika anda bersedia" ucap Rafael yang pertahanannya hampir roboh karena perkataan nya yang tidak masuk akal.


"apakah ini jenis pekerjaan?" ucap deana terheran-heran namun tetap setia pada wajah tanpa ekspresi nya.


"i-iya anda tidak perlu melakukan kewajiban istri jika anda tidak mau, saya hanya butuh statusnya saja" ucap Rafael mulai amburadul.


"bagaimana jika ia menolak dan menyebarkan rumor ini pasti sangat malu. seorang direktur melamar seorang wanita dengan alasan pekerjaan, sungguh ini sangat memalukan cukup ini pertama dan terakhir" ucap Rafael dalam hati yang sudah panik namun wajahnya tetap stay cool dan tenang.


"kalau anda mau mari kita menikah kontrak selama 2 tahun" ucap Rafael lagi.


"pernikahan bukanlah mainan" ucap deana dingin.


"saya tidak mengajak untuk bermain" balas Rafael tak kalah dingin nya namun didalam hatinya semakin panik.


"sial..." ucap nya lagi.


"saya menolak" ucap deana tetap dingin sambil menatap tajam ke arah Rafael.


"tenang selama 2 tahun ini tiap bulannya akan saya gaji, kita hanya perlu berpura-pura menjadi suami istri di hadapan orang-orang tertentu terutama keluarga ku" jelas Rafael berusaha membujuk.


deana hanya menatap dan berpikir apakah pria ini benar-benar bisa di percaya.


"kalo anda mau saya sudah tulis kontraknya" jelas Rafael lagi terus terang dan menyerahkan kertas isi kontrak pada deana.


deana meraih kertas itu membaca setiap detail..


beberapa menit hening tiada yang membuka suara.

__ADS_1


"bagaimana?" tanya Rafael mulai ragu dan yakin akan di tolak.


"pernikahan bukan lah sesuatu yang mudah" ucap deana seperti seorang dewasa yang menasehati anak muda.


"....."Rafael bingung harus berkata apa lagi ia sudah menyerah memang caranya lah yang salah. dan ia cukup malu karena kegabahannya sendiri.


"tidak apa-apa" ucap Rafael tersenyum tipis sambil menyembunyikan ekspresi nya menahan malu.


"saya terima" ucap deana di akhir se usai berpikir dengan matang.


mata Rafael langsung terbalalak hampir tidak percaya wanita dingin di hadapan nya ini menerima penawaran tidak masuk akal darinya.


"ba-baik terimakasih silahkan tanda tangan di kontrak besok akan saya hubungi lagi untuk kelanjutan nya" ucap Rafael senang.


"sudah" ucap deana singkat tetap mempertahankan sikap nya yang tenang dan dingin.


"sudah?" Rafael heran karena ia tidak tahu sejak kapan deana menandatangani kontrak yang asal ia tulis.


###


"halo den Lo lagi apa dan dimana?" ucap Desy dari balik telepon.


"lagi di rumah usai mandi" jawab deana santai.


"dari tadi aku telepon Lo gak angkat" ucap Desy cemberut.


"sedang ada kegiatan Des" jawab deana tersenyum.


"lo kalo ada kegiatan bilang ke gue dong kan gue gk nyariin jadinya" ucap Desy dari seberang.


"haha udah seperti pacar saja harus di kabarin 24 jam" ucap deana sambil tertawa karena ulah sahabatnya itu seperti pacar yang sangat posesif.


"eh gue main ke rumah Lo ya" ucap Desy dari seberang.


"oke" jawab deana singkat .


dan telepon pun berakhir.


tak menunggu lama Desy sudah sampai di rumah sederhana milik deana.


"den gue bisa minta tolong papa agar Lo kerja di perusahaan nya papa Lo mau?" ucap Desy santai sambil menyeruput teh yang di sediakan deana.


"gapapa Des aku udah dapat kok" ucap deana santai sambil membereskan ruangannya yang sedikit berantakan.


"lho? udah? kerja apa?" tanya Desy beruntun membuat deana harus berpikir keras karena tak mungkin baginya untuk memberitahu kalau pekerjaannya adalah menjadi istri orang selama 2 tahun.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2