Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
episode 7


__ADS_3

dikediaman akhikari...


meja panjang serta kursi berisi 7 sedangkan anggota keluarga ini berisi 4 orang.


sarapan pagi bersama adalah fenomena yang jarang sekali terjadi di keluarga ini, apalagi karena hubungan Rafael dan ayahnya yang sudah lama renggang.


ketika makan tiada suara yang lebih lantang di banding benturan antara sendok dan piring yang di kenakan untuk makan.


"ibu.... Rafa ada permintaan" Rafael membuka suara memecah keheningan.


"apa itu?" tanya Stephani menatap Rafael.


"aku akan menikah jadi bantu Rafa untuk melamar" jelas Rafael tetap santai.


"uhukkk uhukkk" Vanny yang keselek cepat - cepat meneguk air mineral lalu mengusap dadanya yang masih terasa perih.


ayah,ibu dan Rafael menatap ke arah Vanny yang tiba-tiba tersedak dan Stephani mengusap punggung putrinya itu agar lebih nyaman.


"pelan-pelan makannya" ucap Stephani panik.


"kakak sih membuat lelucon" jelas Vanny menatap Rafael tak percaya.


"Rafael? apa benar?" selidik Stephani sedikit senang walau tetap terkejut karena putranya.


"aku tidak mengatakan lelucon" ucap Rafael menyipitkan matanya ke arah Vanny yang seolah meledek nya.


"kakak siapa gadis itu? aku tidak percaya bahwa kakak akan menikah, kakak kan tidak punya pacar dan anti wanita tentu saja aku sangat terkejut " ucap Vanny menunjuk-nunjuk kakak nya tidak sopan.


"kau akan tau nanti setelah melihatnya" jawab Rafael tenang.


"bukan kak Sofia?" selidik vanny.


"bukan" jawab Rafael dingin.


"kalau emang benar kita pergi besok" ucap pak Adhikari ayah nya Rafael dan Vanny, yang diam-diam senang karena harapannya putra sulung nya akan menikah.


semua terdiam setelah mendengar suara bass dari Gusman.


###


dimalam hari....

__ADS_1


drrrtt....drrrtt...


lagi-lagi ponsel deana berdering menandakan ada yang menelepon dan tak lain nama yang terpampang disana adalah Rafael.


"hmm" jawab deana se usai mengangkat teleponnya.


"emm .. besok ada waktu kan?" tanya Rafael ragu-ragu dan hati-hati.


"buat apa?" ucap deana dengan nada yang seolah malas.


"besok keluarga ku akan kesana untuk melamar" jelas Rafael tersipu


"ya" jawaban singkat dari lawan bicara di seberang sana sudah tak heran lagi bagi Rafael namun hatinya sangat senang di kala wanita itu berbicara.


###


"Vanny kamu ikut?" ucap Stephani sembari bersiap-siap untuk acara melamar malam ini.


"iya ma," jawab Vanny segera mengambil pakaiannya di lemari dan segera mengganti pakaiannya.


"aku penasaran siapa calon istri kakak yang berhasil meluluhkan seorang direktur dingin seperti kakak.


"kita akan melihat nya nanti"ucap Stephani juga penasaran.


dalam hati nya sangat senang namun tak jauh dari sifat Rafael Gusman juga gengsi menunjukkan bahwa ia juga sangat senang.


usia Gusman menginjak 50 tahun namun wajahnya masih terlihat muda dan terawat dan tentu saja wajah Gusman di warisi oleh Rafael sehingga Rafael di sebut sebagai fotocopy Gusman.


tak butuh waktu lama mobil Gusman sekeluarga terparkir di halaman rumah deana yang sederhana, tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil.


tepat pukul 7 malam keluarga Rafael di persilahkan masuk oleh deana, sejenak Stephani memandangi di setiap sudut ruang yang bisa di jangkau oleh matanya dan duduk dengan elegan di sofa tepat di ruang tamu deana mempersilahkan duduk.


rumah sederhana yang rapi meski tak begitu banyak barang namun enak di pandang karena rapi dan bersih.


di salah satu sudut terpampang foto-foto deana dan Desy yang sangat banyak dan kecil-kecil.


namun di atas meja ada dua bingkai foto yang ukurannya 5R, satu foto bertiga sepertinya foto bersama ayah dan ibu deana dan foto kedua seorang gadis yang seumuran dengan deana.


deana mengantarkan teh hangat dan juga kue kering yang ia bikin sendiri. untuk menjamu keluarga Rafael dan tentu saja ini adalah menu paling sederhana yang pernah di terima oleh keluarga Rafael.


"kamu namanya deana?" tanya Gusman pada deana calon menantunya.

__ADS_1


"iya pak" jawab deana singkat sambil tersenyum.


sejak tadi Rafael hanya diam menatap ke arah deana yang menurut nya malam ini sangat cantik walau pakaian yg di kenakannya tak jauh berbeda dari sebelumnya.


"orang tua mu dimana?" tanya Gusman lagi karena sejak tadi orang tua deana tidak muncul-muncul.


"saya yatim piatu pak, mohon maaf sebentar lagi wali saya akan segera datang karena memang katanya ada urusan sebelum kemari" jelas deana sesopan mungkin.


"oo begitu" ucap Gusman mengangguk mengerti namun sedikit kaget kalau calon menantunya ini adalah seorang yang yatim piatu. namun ekspresi nya tetap tenang dan sedikit memamerkan senyumnya.


deana terkesima melihat ayah Rafael yang begitu mirip dengan nya, dan yaa mereka berdua sangat tampan Rafael adalah versi anak mudanya dan ayahnya adalah versi tua nya.


"jadi sejak kapan kalian pacaran?" tanya Stephani yang akhirnya ia ungkapkan.


"permisi" sebelum menjawab pertanyaan Stephani, wali deana yang tak lain Desy paman dan sahabatnya Desy tiba.


"ya silahkan masuk" deana segera mempersilahkan pamannya dan sahabatnya duduk di sebelahnya dan segera mengambil kan teh untuk mereka namun Desy segera menahan tangan deana karena baginya ini adalah tamu deana sudah seharusnya Desy membantunya.


"maaf kami terlambat" ucap Jery dengan sopan.


sejenak deana menatap ke arah Rafael mengenai pertanyaan ibunya.


namun Rafael hanya mengalihkan tatapan matanya agar tidak di suruh jelaskan oleh deana. segera ia pura-pura sibuk dengan menyeruput teh yang sudah di sediakan. dan baginya teh yang di sediakan deana sangat enak dan Rafa semakin ketagihan beserta kue yang di sediakan. sehingga ia benar-benar hampir lupa kalau ia sedang di tatap oleh deana.


"dua hari yang lalu" jawab deana lagi-lagi dengan ekspresi nya yang datar dan melihat Rafael yang benar-benar hanya fokus pada camilan.


"dua hari?" Stephani dan Vanny sangat kaget melihat Rafael melamar gadis yang baru ia kenal selama dua hari.


terutama Vanny menatap deana hampir tak berkedip sedikit pun. begitu pula deana menatap nya dengan ekspresi datarnya.


"aku tidak setuju dengan nya" kesal Vanny akhirnya meluap.


"Vanny apa yang kau katakan" ucap Stephani heran.


"aku tau dia adalah seorang gadis preman" ucap vanny yang lagi-lagi tidak masuk akal


"maksudnya apaan yah?" balas Desy dan deana segera memberi kode ke Desy agar tetap diam.


"ibu aku pernah melihat nya memukul orang sampai pingsan, dia bukan lah gadis baik-baik" ucap Vanny menunjuk-nunjuk ke arah deana.


"Vanny itu tidak sopan" ucap Stephani lagi tambah heran.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2