
"yaelah biasa aja kali" ucap Desy terheran dengan tingkah sahabatnya itu.
"oiya jangan lupa loh..pestanya pake gaun bagus, jangan bikin malu aku" ucap desy lagi sambil melotot melihat ke arah deana
"iya Des" ucap deana sambil tersenyum.
###
"gila tu cewek keren banget" ucap Leo pria yang terlalu banyak bicara ini terkagum-kagum pada fenomena Sofia yang hampir menangis hanya karna tangan nya di genggam oleh gadis yang tubuhnya lebih kecil.
namun tatapan deana memanglah tampak datar namun terkesan kejam pikir Leo.
"Lo liat kan tadi? menurut Lo gimana? cantik loh dan kuat juga" ucap Leo lagi sambil menyeruput kopi nya di ruangan khusus mereka yang berada di cafe.
ruangan yang di khusus kan untuk nya dan Rafael bersantai.
"lumayan" ucap Rafael tersenyum sambil membayangkan deana tadi.
"waaahhh" Leo terkejut akan senyum Rafa yang tiba-tiba saat membahas perempuan yang selama ini dia terlihat malas jika membahas perempuan.
"Lo sikat aja broo" goda Leo sambil tersenyum dengan nada mengejek.
"gila Lo..yang ada gue bakal Di remukkan juga olehnya" jawab spontan Rafael.
"hahaha jadi Lo udah bayangin nih?" tawa renyah Leo
"itu artinya lo sedikit tertarik padanya, saran gue sih yaa kalo demen ya cari tau tentang nya dan dekati" ucap Leo menjelaskan panjang lebar.
"ogah" jawab Rafael cuek.
"kalo Lo gk mau biar gue aja yang sikat" ucap Leo dengan tempramennya yang mudah di tebak.
"mending sekarang Lo pulang istirahat karna besok bakal full day di kantor" tegas Rafael.
"yaelah kerja lagi kerja lagi" ucap Leo malas.
###
keesokan hari nya...
suasana ruangan luas ini sangat ramai, dinding nya bercat putih hingga terlihat terang dengan lampu warna putih terang, di setiap dinding sudah terpasang gorden tebak berwarna gold sehingga terasa sangat mewah..
meja-meja tertata rapi begitu pula piring-piring kaca dan sebagainya tersusun dengan rapi beserta dengan aneka makanan berkelas di atasnya.
__ADS_1
kemudian di pojok terlihat seperti altar yang tingginya hanya 2 anak tangga dan disana sudah ada sound sistem serta peralatan musik DJ yang sedang di mainkan oleh ahlinya.
acara berlangsung dengan meriah,para tamu undangan yang hadir pun adalah orang-orang yang dari kalangan atas.
kehadiran rafael dan Leo menjadi sorotan dalam pesta tersebut...banyak mata tertuju mengagumi Rafa karena menjadi Seorang pengusaha muda yang sukses tak kalah dari ayah nya.
penampilannya selalu memukau terutama di depan para wanita yang selalu mengagumi Rafael.
Deana memakai gaun yang pemakainya simple namun terkesan mewah.. sejujurnya gaun itu adalah gaun yang di belikan oleh almarhum ibunya se waktu perpisahan di SMA, warna biru Dongker kesukaan Deana.
kemudian beberapa mata pria tertuju pada penampilan anggun Sofia yang menggunakan dress ketat hitam gelap terbaru yang tentu saja harga dress tersebut juga sangatlah mahal.
selama acara deana hanya duduk menikmati minuman yang sejak tadi setia menemaninya.
"hoik....hiss sejak tadi cuman diem doang" ucap Desy yang baru muncul di tengah acara yang sedang berlangsung.
"jadi aku harus gimana?" tanya Deana bingung.
"setidak nya kenalan dong cari teman ngobrol, disini tuh orang-orang elit semua, kalo lu dapat pacar disini ya lumayan dong." ucap Desy tersenyum lebar.
"masa Lo cuman temenan sama gue doang, gak asyik lu" ucap Desy mulai kesal lagi karena sikap ketidakpedulian deana pada sekitarnya. membuat Desy selalu saja kesal melihat apapun yang di lakukan sahabat nya yang super dingin dan datar itu.
"aku ingin ke toilet" ucap deana tiba-tiba seolah ingin kabur karena melihat sahabatnya yang sedang mengomelinya.
"aku tidak tahu dimana letak toiletnya" ucap deana jujur.
dan kemudian Desy mengarahkan deana dan ia mengangguk mengerti, segera ia menuju ke toilet yang di arahkan. sebelum memasuki ruang toilet disana tersedia wastafel umum dan kaca lebar yang biasa di pakai oleh banyak orang.
beberapa menit kemudian..
deana membuka pintu keluar ke toilet dan begitu terbuka terdapat seorang pria yang kebetulan juga membuka pintu tersebut.
pria dengan tubuh yang tinggi membuat deana sekilas melihat dari arah dada hingga mendongakkan kepala nya melihat wajah pria yang ada di hadapannya.
pria yang tak lain adalah Rafael.
Rafael menatap gadis yang tingginya sekitar sedada itu balik menatap nya.
lalu deana keluar dan gak menoleh kembali melihat Rafael.
Rafael tersenyum melihat fenomena yang barusan terjadi. baru kali ini ia temukan gadis yang tak heboh saat melihatnya, bahkan eskpresi nya sama sekali tidak terlihat tertarik padanya.
hari Rafael semakin tertarik pada deana sejak kejadian dari cafe tersebut, hingga sesekali Rafael mencuri-curi pandang di kala bertemu dengan deana.
__ADS_1
###
"den lu makan aja disini dulu ya, aku sedang ada urusan" kata Desy lagi-lagi meninggalkan deana sendirian.
"iiuuhh anak kampung kok bisa masuk disini?" pekik Sofia mulai mencari perkara dengan niat membalas dendam agar deana malu.
" ...." deana hanya terdiam mengamati maksud perkataan Sofia yang melihat nya dengan tatapan jijik.
"Lo anak kampung kok bisa masuk di sini? disini tuh orang-orang elit semua" ucap Sofia mulai mendapat perhatian orang-orang dalam ruangan itu.
"Sofia Lo kenal dia?" ucap salah satu teman Sofia.
"ini nih cewek berandal yang mau patahin tangan gue" ucap Sofia marah.
"seriusan cewek ini?" ucap teman Sofia memanas-manasi.
"lihat tangan ku masih sakit gara-gara dia" tunjuk Sofia sambil berteriak agar semua orang terdengar.
"ternyata gadis itu berandal" ucap seseorang berbisik namun kedengaran.
"benar tapi kok bisa masuk kesini ya?" ucap seseorang di sebelahnya lagi.
"ada apa ini ribut-ribut?" ucap Desy kembali dari urusan nya.
"ini lagi kenapa anak gembel dan berandal bisa masuk kesini?" ucap Sofia semakin menjadi-jadi.
"heh...jaga bicaramu ya" amuk Desy karna Sofia mengatakan ia adalah anak seorang gembel.
"Lo yang gembel dasar Lo hanya numpang nama orang tua aja udah belagu" lanjut Desy mengamuk.
"apa Lo bilang? Lo kalau udah gembel ya gembel aja gak usah sok pahlawan yah disini" ucap Sofia tak kalah garang nya.
"Lo gak tau siapa gue?" ucap nya lagi dengan nada sombong sambil menarik rambut Desy yang pendek sekitar sebahu itu.
"awwww" teriak Desy karena tiba tiba rambutnya di tarik sekuat tenaga oleh Sofia.
semua mata tertuju pada Desy dan Sofia yang tengah beradu argumen hingga berujung perkelahian.
"maaf mbak kalian harus keluar dari sini, semua orang memperhatikan" ucap seseorang menarik lengan Sofia dengan takut.
"tidak!! bawa mereka berdua ..kok bisa orang miskin seperti mereka bisa ada disini? gimana kalau mereka mau mencuri disini?" ucap Sofia berteriak agar semua orang mendengar.
~bersambung~
__ADS_1