Dibalik RAHASIA

Dibalik RAHASIA
episode 9


__ADS_3

###


Vanny yang bolak balik di kamarnya gelisah usai pulang dari lamaran kakaknya.


hatinya sangat tidak tenang tidak kebayang baginya bila wanita menyeramkan 2 tahun lalu saat dia masih duduk di kelas 1 SMA akan menikah dengan kakaknya.


ia memikirkan cara gimana pernikahan ini akan di batalkan namun tak satu pun ide yang muncul di kepalanya setelah setengah jam bolak-balik tidak jelas.


"hmm nanti malam acara makan keluarga besar kan?" tanya nya pada diri sendiri sambil berpikir keras.


"karena dia adalah berandal dia pasti tidak tau tata Krama dan sopan santun terhadap orang-orang kalangan atas, salah sedikit saja pasti akan di hujat, bisa jadi hal itu akan menjadi peluang untuk membatalkan pernikahan kakak" ucap Vanny menyeringai.


"kita lihat aja nanti malam" ucap Vanny dalam hati, sambil duduk di kursi belajarnya menyamping.


###


"den aku tak menyangka loh kalo Lo akan menikah secepat ini" ucap Desy sedih setelah mendengar semua penjelasan deana setelah lamaran usai.


"gue masih gak percaya" ucap Desy semakin sedih menatap deana yang sibuk melipat pakaiannya di lemari .


"Des tumben lu lebay begini" ucap deana menghampiri desy yang matanya sudah berlinang-linang.


"lebay apaan sih, gue tuh sedih karena teman gue bakal menikah dan gue gak punya kawan lagi" ucap Desy semakin sedih lagi.


"kita masih berteman Des selama aku menikah " ucap deana meyakinkan.


"pasti Lo bakal sibuk dengan keluarga baru Lo" ucap Desy.


"biasanya kan seorang yang sudah menikah akan sibuk di kehidupan barunya" ucap nya lagi.


"Lo tetap jadi sahabat gue. datang berkunjung seperti biasa jika Lo mau" ucap deana tulus.


###


malam tiba...


sebuah restoran besar di booking Stephani untuk acara makan malam sekalian memperkenalkan calon istri anaknya pada keluarga besar.


meja besar dan piring-piring mewah begitu pula dengan makanan mewah yang tertata rapi di atasnya.


tradisi keluarga Rafael yang menilai calon istri sang anak, sang ibu wajib menjalankan tugas ini.


dan keluarga yang hadir pun akan menasehati sang calon pengantin dan deana akan di nilai dari penampilan,cara bersikap,serta tata Krama saat makan bersama.


tentu saja dalam acara yang seperti ini biasanya akan membuat jantung sang calon pengantin mau meledak karena gugup di pertemuan yang hampir seperti pertemuan resmi negara.

__ADS_1


Vanny sudah menunggu-nunggu waktu saat ini melihat bagaimana kemampuan deana sang calon kakak ipar berandalan yang menyeramkan itu menghadapi situasi seperti ini.


semua keluarga sudah berkumpul dan duduk di meja makan yang sudah di sediakan.


saudara Gusman terdiri dari sepasang kakek nenek yaitu orang tua Gusman sendiri yang masih sehat walau sudah lansia.


lalu saudara kandung Gusman yaitu ghali dan juga istrinya. beserta satu anak nya yang berusia 7 tahun.


makan malam berjalan dengan lancar, deana makan dengan elegan sesuai dengan tata Krama keluarga Rafael, Vanny melihatnya dengan mata kesal seharusnha deana makan asal-asalan seperti asal usul nya yang tidak jelas.


Vanny melihat bagaimana deana memainkan sendok dan garpu terkadang pisau kecil di tangannya dengan elegan, sama sekali jauh dari ekspektasi Vanny.


tangannya mengepal sangking kesalnya menatap calon Kakak ipar yang persis duduk di seberang meja yang ia tempati.


istri ghali sesekali melihat ke arah deana yang sejak tadi diam seolah ia terbiasa dengan suasana dingin keluarga ini.


tak satupun berkomentar atau bertanya tentang deana.


makan malam berjalan seolah waktu berhenti hingga membuat suasana makan malam hari ini sangat dingin. karena tiada satu pun yang angkat bicara kecuali ekspresi tak nyaman Vanny yang tak terlihat seperti di buat-buat.


"phani" ucap istri ghali yang tak lain namanya adalah Aurel.


"ikut aku sebentar" ucap perempuan paruh baya itu.


Aurel membawa phani dekat watafel yang tersedia di kamar mandi restoran.


"kau yakin dengan gadis itu?" ucap Aurel kemudian.


"pilihan Rafael"ucap Stephani singkat.


"tapi apa kau setuju begitu saja?" tanya Aurel lagi.


"memangnya kenapa?" ucap Stephani yang menang kurang nyaman dengan gadis pilihan Rafael anak sambungnya.


"kau tak lihat dia sejak tadi hanya diam saja, seperti batu, bahkan ia tak tersenyum sama sekali" jelas Aurel mengutarakan isi hatinya tak setuju dengan deana.


"iya sih tapi baru kali ini Rafael mau dengan perempuan" ucap Stephani berpikir.


"ya tapi tak begitu juga bentuknya, dan aku juga lihat Vanny sepertinya tak menyukainya" selidik Aurel.


"ya benar, Vanny mengatakan bahwa gadis itu berandal namun ia tak mau menceritakan apapun padaku" ucap Stephani mulai penasaran dengan hubungan Vanny dan deana.


"dia bilang bahwa deana itu berandalan, anak yang suka memukuli orang" ucap Stephani lagi.


"wahh gak betul.. harus di batalkan sih" ucap Aurel.

__ADS_1


"kita harus beritahu ayah dan ibu.


"tidak! jangan" ucap Stephani sangat tidak setuju dengan tindakan Aurel.


"ada apa lagi?" tanya Aurel heran.


"aku tidak ingin jika Rafael aku kecewa, lebih baik kita dukung saja dengan pilihannya jika suatu saat gadis itu berulah baru lah kita akan bertindak" jelas Stephani dengan wajah serius.


"tapi aku tak menyukainya" ucap Aurel lagi.


"jangan kan kau..aku juga tidak begitu menyukainya apalagi ekspresi nya yang datar itu" ucap Stephani lagi.


se usai berbincang Aurel dan Stephani kembali di kursi mereka masing-masing.


"phani pernikahan Rafael akan di percepat, Minggu depan akan di laksanakan.


"buat pernikahan yang sangat mewah agar seluruh orang tau Rafael akan menikah si CEO muda kita.


"kakek, Rafael itu direktur bukan CEO" ucap Rafael santai.


"apa bedanya? kau adalah pemilik perusahaan mu sendiri" ucap kakek Rafael.


"tapi Rafael lebih nyaman di panggil direktur kakek.".ucap Rafael karena memang tak nyaman jika namanya di elu-elukan baginya itu sangat berlebihan.


"ahahaha kau ini terlalu merendah Rafael" ucap nenek Rafa akhirnya memamerkan senyum nya.


"calon istriku meminta agar pernikahan nya tidak terlalu mewah, ia lebih nyaman dengan itu aku ingin kakek, nenek, ayah dan ibu mengerti" ucap Rafael.


"iya terserah kau saja nak" ucap kakek nya lagi.


Rafael tersenyum lagi-lagi kekhawatiran nya lenyap karena deana memang bisa di andalkan sikap nya sama sekali tidak di komentari buruk.


acara makan malam keluarga pun berlangsung lancar tak ada masalah apapun yang terjadi sebaliknya keluarganya sepertinya setuju dengan deana.


bahkan acara pernikahan pun berlangsung lebih cepat karena kakek dan nenek Rafael akan kembali ke luar negeri salah satu tempat tinggal mereka.


###


sehari sebelum pernikahan, rumah deana sudah sangat rapi barang-barang nya juga sudah selesai ia tata karena se usai menikah ia akan pindah ke rumah pribadi suaminya.


agar tidak repot deana menyiapkan semua dengan rapi.


begitu pula dengan aula pesta yang sudah di tata oleh Stephani.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2