
Lu Xiyan merasa detak jantungnya sudah mau copot. Kedua tangannya memenggam tangan Ibunya, sampai kukunya masuk ke dalam daging Nyonya Kang.
Bibi Chang dengan kaget berkata:
“Memang benar ada Rumput Selaginella!”
Sebenarnya, tidak ada yang tahu apa itu Rumput Selaginella dan seperti apa bentuknya. Namun sekarang mereka memang sungguh melihat adanya obat herbal di dalamnya.
Obat herbalnya hanya seukuran telapak tangan orang dewasa, berwarna hijau zamrud, bertangkai pendek dan berdaun banyak dan daun yang berbentuk heksagonal jarang ditemukan.
Nenek Lu bersumpah, dirinya tidak pernah melihat tanaman seperti ini seumur hidupnya. Jadi, jika dikatakan ini adalah Rumput Selaginella, maka dia mempercayainya.
Bibi Chang menunjukkan isi kotak itu pada semua orang. Lu Xiyan pun terduduk di lantai sambil bergumam tanpa henti.
“Kenapa bisa begitu? Kenapa bisa begitu?”
“Padahal tidak ada barang itu di dalamnya. Siapa yang memasukkannya?”
Bibi Chang yang mendengarnya merasa tidak senang.
“Nona Kelima, barang ini ada di dalam ruangan Anda. Saya dan Xing’er pergi mengambilnya bersama. Xing’er adalah pelayanmu, yah pasti tidak akan melakukannya. Jadi maksud Nona Kelima, yang melakukannya itu.... saya?”
“Ti-Tidak, aku tidak menuduh Bibi Chang.”
Bibi yang telah melayani Nyonya Tua begitu lama, tidak boleh sampai menyinggungnya.
Lu Xiyan mengambil Rumput Selaginella menjadi hal yang fakta. Karena terkait permasalahan Selir Chen, Nyonya Tua tidak akan memihak pada Lu Xiyan.
Bahkan Lu Xiaoyuan pun melampiaskan amarahnya pada putri ini:
"Hati nuranimu dimakan, ya! Itu Bibi kandungmu!"
Lu Xiyan tidak tahu bagaimana membela diri lagi dan Nyonya Kang terlamun di tempat.
Lu Ciqiu menyaksikan semua ini seperti orang ketiga, kemudian pelan-pelan tersenyum dingin di wajahnya. Apanya Rumput Selaginella? Di kliniknya tidak ada rumput begitu. Mengenai tanaman berbentuk telapak tangan itu hanyalah tanaman pot di kliniknya saja.
Pada abad ke-22, banyak hal yang berbeda dari sebelumnya dan banyak tumbuhan juga memulai tahap pertumbuhan baru yang berbeda dari aslinya yang dulu.
Barusan saat dia menerima kotak itu dan membukanya, dengan cepat dia memetik daun itu di kliniknya dan memasukkannya ke dalam kotak, kemudian menuduh ke Lu Xiyan.
“Adik Kelima, kamu sungguh tidak berbakti.”
Kata-kata keluhan yang dikeluarkannya langsung menusuk hatinya Nenek Lu. Saat Nenek Lu memikirkan putrinya yang masih menderita di Istana, dia langsung marah.
“Pengawal! Seret dua orang ini ke ruang kayu bakar dan kurung di sana! Jangan beri makan dan minum selama 3 hari! Biarkan mereka kelaparan di sana! Jika belum mati, keluarkan mereka. Jika mati, mereka pantas mendapatkannya!”
Nyonya Kang langsung ketakutan. Dia menarik pakaian bawah Lu Ciqiu dengan kencang, berencana ingin memohon padanya. Namun Ciqiu langsung menarik kembali ujung gaunnya dan menjauh darinya.
__ADS_1
“ Bagaimana Nyonya Yun mengatur rumah ini? Seorang istri ketiga beraninya melakukan sesuatu pada putri sah. Apakah karena Nyonya Yun tidak mengajari dengan baik, atau... dia yang tidak menghiraukan perkataannya Nyonya Yun?”
Nyonya Kang membalasnya dengan kesal.
“Pangkat Ibumu telah diturunkan! Putri Sah macam apa kau!”
“Nenek, apakah aku Putri Sah?”
Obat herbal sudah didapat, tapi resep untuk meracik obatnya masih ada di tangan Lu Ciqiu, apa yang bisa dia lakukan?
“Meskipun pangkat Pei Qing diturunkan, namun A Qiu tetaplah Putri Sah keluarga Lu.” ujar Nenek Lu.
“Nenek, bagaimana dengan Ibu dan adikku?” tanyanya balik dengan tidak puas.
Nenek Lu tidak ada pilihan, jika begitu jadi orang baik sampai akhir saja.
“Hari ini Pei Qing diangkat kembali menjadi Nyonya Besar. Dia tetap Istri Sah keluarga Lu. Kamu dan Xuan’er selamanya adalah Putri Sah dan Putra Sah.”
Lu Ciqiu merasa puas akan jawabannya.
“Nenek berkata demikian, aku pun lega. Daripada ada orang lain yang menuduhku, sembarangan menyebut statusku, nanti aku merasa kerepotan.”
“Aku juga mau ingatkan Nyonya Yun, kamu harus mengatur rumah dengan baik. Jangan sampai sebagai Istri Ketiga beraninya menyentuhku. Jika kamu tidak bisa mengatur dengan baik, kamu bisa minta bantuan dari Nenek.”
“Nenek bisa membesarkan putranya dan menjadi Menteri Kiri yang bekerja untuk Kaisar, maka pasti mudah baginya mengajarimu bagaimana mengurus rumah ini.”
Amarah Lu Xiaoyan yang tadinya kesal, sekarang mulai mengelojak lagi. Nenek Lu pun melirik sinis ke putranya dan berkata ke Ciqiu.
“Anak yang baik, aku sudah tahu akan masalah Ibumu. Aku tidak akan merugikannya.”
Saat ini Ayahnya mulai berpikir kembali. Kenapa dia menyuruh Putri Kedua ini ke sini? Kenapa hal penting belum dibahas, malah menghukum Putri bungsunya dulu?
Bahkan pangkat Pei Qing diangkat kembali???
Bagaimana masalah ini berlanjut menjadi seperti ini?
Lu Xiaoyuan pun dengan tegas menarik kembali situasi yang telah dikuasai oleh Lu Ciqiu.
“Lu Ciqiu! Mengenai masalah Putra Mahkota, apa kamu merasa bersalah?”
“Jika Ayah merasa aku salah, yah salah saja. Pokoknya nanti yang merasa memalukan juga bukan diriku.”
“Kau.....!”
Hari ini Lu Xiaoyan merasa heran. Kenapa sifat Putri Keduanya yang pendiam menjadi seperti ini? Apa dia dirasuki Pei Qing? Kenapa cara bicaranya dan sifatnya sama persis dengan Pei Qing?
Lalu dia teringat satu hal.
__ADS_1
“Kenapa aku tidak tahu Pei Qing ada menanam rumput itu? Apa kamu menipu kami semua?”
Lu Ciqiu membalasnya:
“Ayah, coba pikir berapa kali setahun kamu ke ruang Ibuku? Apa yang ingin kamu ketahui? Meskipun kamu adalah Ayahku, tapi kamu jangan membahas mengenai Bibi. Obat herbal sudah ditangan Nenek, kamu ingin menghancurkannya? Bibi kan tidak melakukan kesalahan padamu!”
“Diam Kau!!!....”
Amarahnya Lu Xiaoyan telah meledak. Dia pun mengambil cangkir teh dan melemparkannya ke arah Lu Ciqiu.
Lu Ciqiu juga tidak menghindarinya. Ini memang tujuan awalnya. Dia bahkan sengaja mengeser sedikit tubuhnya agar cangkir teh itu bisa tepat mengenai luka di kepalanya.
“Prak....”
Darah di dahinya mengalir lagi.
Dia pun terjatuh ke lantai. Dia menyentuh kepala dengan tangannya dan melihat ke arah Nenek Lu dan berkata:
“Gawat, Nek. Kepalaku pusing sekali...”
“Aku... Sepertinya aku sudah lupa resep obatnya...”
Lu Ciqiu pelan-pelan terbaring lemas di lantai, Nenek Lu terkejut mendengar perkataannya.
Semuanya juga terkejut!!!!
################
Hai para pembaca tercinta!!
Terima kasih sudah membaca sampai Bab 10 ini.
Saya akan berusaha selalu update untuk Bab terbarunya.
Kisah ini mungkin agak lambat alurnya, karena sudah sampai Bab 10, tapi kisah yang di dalam masih belum berlanjut di hari keduanya.
Kisah yang kebanyakan beradu mulut, saling tidak mengalah dan saling menjatuhkan.
Tentu saja akan ada komedinya.
Dan saya memang lebih dominan menyukai cerita zaman kuno dan melintasi waktu☺
Terima kasih kalian telah sabar menunggu
Jangan lupa untuk tinggalkan like, komentar dan vote, yaa~~~
😘😘😘😘
__ADS_1