DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Memakan Kenari?


__ADS_3

Nyonya Tua menatap ke Qingcheng dengan serius.


“Benar, kamu yang mengantarkannya. Dulu kamu adalah putri tidak sah, Bibimu adalah selir Kaisar sehingga kamu tidak memiliki kesempatan menemui Bibimu. Namun sekarang berbeda. Sekarang kamu juga putri sah keluarga Lu, jadi untuk bisa meninggikan nama Keluarga kita, tentu saja akan membantu mengaturnya untukmu. Apa kamu mengerti jerih payahku?”


Lu Qingcheng dengan cepat memberi hormat pada Nyonya Tua.


"Qingcheng mengerti, terima kasih Nenek atas perencanaan untuk Qingcheng.”


“Bagus.” Nyonya Tua menggangguk.


Tidak tahu kenapa tiba-tiba Nyonya Tua berpikir apa yang dikatakan Lu Ciqiu sebelumnya, jika ke depannya dia memiliki kemampuan akan membantunya mengangkat menjadi Nyonya Pejabat.


Namun sekarang dia telah berkata begitu pada Qingcheng, tetapi Lu Qingcheng bahkan tidak memiliki kata sanjungan sedikit pun untuknya. Ini benar-benar membuatnya merasa tidak senang.


Dalam hatinya bergumam:


“Memanglah putri tidak sah.”


Kemudian dia pun kembali ke halaman Bailan, tempat dia tinggal.


Melihat Nyonya Tua yang pergi dengan cemberut, namun Chingcheng tidak tahu karena hal apa. Dia pun bertanya pada Ayahnya dengan mengalir air matanya.


“Ayah, apakah Qingcheng telah berbuat kesalahan? Kenapa Nenek terlihat tidak senang?” Ucapnya.


“Bukan urusanmu, kembalilah ke ruanganmu.” Lu Xiaoyuan menggelengkan kepalanya.


“Jika begitu, mengenai mengantarkan obat ke Bibi...”


“Pergi dan temui saja. Dia adalah Bibi kandungmu. Mulai sekarang banyaklah dekat pada Bibimu.”


\=\=\=\= Halaman Feixue \=\=\=\=


Tuan muda Lu Rongxuan bangun sepenuhnya pada malam hari. Setelah dia bangun, Lu Ciqiu memberinya obat radang lagi untuk memastikan tidak ada infeksi paru-paru yang terjadi setelah tersedak air.


Ketika Shuanghua melihat Nona Kedua mengeluarkan pil putih kecil dan memasukkannya ke mulut Tuan Muda itu lagi, dia sudah cukup tenang. Dia pun pergi mengambil air hangat dan memberikannya kepada Tuan Muda tanpa bertanya.


Jika dia tidak bertanya, bukan berarti Dong’an juga ikut tidak bertanya. Lagipula, dia 3 tahun lebih muda dari Shuanghua. Dan gadis berusia 14 tahun itu tidak cukup tenang. Jadi dia bertanya pada Nona Kedua tentang apa yang dia berikan kepada Tuan Muda?


Lu Ciqiu menjawabnya: “Obat.”


Dong’an bertanya lagi: “Dari mana ambilnya?”


Lu Ciqiu menjawabnya lagi: “Aku ambil dari dalam mahar Ibuku.”


Dia pun tidak menjelaskannya lebih banyak, terserah dia percaya atau tidak....


Shuanghua tahu bahwa Nona Kedua tidak ingin mengatakan lebih banyak lagi, lalu dia ingin memberi tahu Dong'an untuk tidak bertanya lagi. Namun, karena Dong’an berbicara dengan cepat dan kata-katanya telah diucapkannya----


“Mana ada kotak mahar Nyonya Besar Pei di ruang kita? Setelah bertahun-tahun ini, mahar telah hampir disikat habis oleh mereka.”


Shuanghua dengan cepat menghentikannya.


“Nona Kedua bilang ada, yah ada. Kita sebagai budak tidak boleh bertanya hal yang tak patut ditanyakan.”

__ADS_1


Dong’an segera mengangguk.


"Aku tahu, aku hanya merasa kasihan pada kebaikan Nyonya Besar Pei."


Sekali mengungkit Pei Qing, mata mereka memerah lagi.


Meskipun Lu Rongxuan masih kecil, dia juga seorang anak yang pintar membaca situasi dan ekspresi. Melihat penampilan kedua pelayan itu, dia langsung bertanya,


“Ada apa dengan kalian?”


Kemudian dia mengulurkan tangan kecilnya menarik Lu Ciqiu.


“Kak, kapan Ibu akan kembali?”


Dong’an tidak bisa menahan tangisannya lagi. Shuanghua memegang erat tangan Dong’an.


“Jangan menangis. Nona Kedua berkata menangis itu tidak ada gunanya. Satu-satunya penghiburan untuk Nyonya Besar Pei adalah menjaga Nona Kedua dan Tuan Muda untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Harus lebih baik dari sebelumnya.”


Setelah selesai berbicara, dia mengulurkan tangannya untuk memeluk Lu Rongxuan.


"Tuan muda, mulai sekarang jangan mencari Ibu lagi, ya?”


Lu Rongxuan tidak mengerti.


“Kenapa tidak mencarinya?”


"Karena Ibumu, dia..."


"...tidak akan kembali lagi."


“Tapi, bagaimana jika aku rindu pada Ibu?”


Meskipun anak ini baru berusia 4 tahun lebih sedikit, dia telah menjadi dewasa lebih awal dari anak-anak biasa dan dia sudah dapat memahami banyak kata. Pada saat ini, matanya juga merah dan dia memandang Lu Ciqiu dengan gelisah dan berseru, "Kakak."


Lu Ciqiu pun menggenggam tangan kecilnya.


“Jika begitu, pikirkanlah di dalam hati. Selama kamu terus memikirkannya, dia akan selalu ada di dalam hatimu. Hanya saja... memakai cara yang berbeda menemani kita.”


“Tapi Ibu tidak ada di rumah, mereka selalu menindasku dan mendorongku ke dalam kolam. Nyonya Kang dan Kakak Kelima sangat galak.”


Anak yang sembuh dari sakit, akhirnya mengingat apa yang terjadi sebelumnya


“Semua telah berlalu. Ke depannya, Kakak akan melindungimu. Tidak ada yang berani menindasmu lagi.”


“Xuan’er aa, Ibu kita pergi membunuh musuh dan mati di medan perang, tidak akan kembali lagi. Mungkin, seharusnya aku tidak memberitahu padamu hal ini, karena kamu masih kecil.”


“Tapi menurutku, aku harus mengatakannya. Kita hidup di keluarga seperti ini, maka kita harus tumbuh dengan cepat dan menghadapi beberapa hal.”


“Kamu harus ingat, Ibu kita adalah pahlawan besar Kerajaan Nanyue. Jika ada yang berani menindasmu lagi, tanya saja pada mereka, apakah Ibu mereka ada melakukan sesuatu untuk Kerajaan Nanyue? Apakah mereka berani berkorban pergi berperang untuk melindungi Kerajaan Nanyue?”


Lu Rongxuan pun mengangguk.


“Baik Kakak, Xuan'er mengingatnya. Kakak juga jangan pergi. Jangan tinggalkan Xuan’er sendirian. Xuan'er takut pada Ayah, takut tatapan mata semua orang di sini. Tapi mulai sekarang Xuan'er tidak akan takut lagi, karena ada Kakak!”

__ADS_1


Lu Ciqiu pun tersenyum sambil mengelus kepalanya dengan pelan.


Pada saat ini, terdengar suara ketukan dari luar dan Dong’an pun pergi membukanya. Terlihat Bibi Chang yang selalu berada di sisi Nyonya Tua membawa beberapa pelayan yang membawakan kotak makanan masuk.


Bibi Chang dengan tersenyum sambil mengarahkan para pelayan untuk segera mengeluarkan makanan dari kotak makanan dan menyajikannya kepada Nona Kedua dengan benar dan berkata:


“Ini semua diperintahkan oleh Nyonya Tua. Hidangan yang biasanya Nona Kedua sukai sehari-hari. Jika ada sesuatu yang tidak cocok ataupun ada yang ingin dimakan, Anda bisa beritahu pada saya, saya akan segera menyuruh orang membuatkan pada Nona Kedua.”


Lu Ciqiu berkata dalam hati:


“Kenapa aku tidak percaya bahwa Nyonya Tua mengingat makanan apa yang disukai pemilik tubuh?”


Namun, dia tetap membawa Lu Rongxuan ke meja makan. Cih, apanya yang dia sukai? Itu semua adalah makanan untuk otak.


Telur rebus dengan kenari, daging panggang dengan kenari, kenari karamel, sup ayam kenari dan kue kenari. Bahkan nasi yang dikukus berisi beberapa kenari yang dihancurkan.


Lu Rongxuan tercengang.


"Bibi Chang, apakah hari ini dapur membeli terlalu banyak kenari? Kenapa semuanya makanan kenari?”


Setelah berbicara, dia menatap Lu Ciqiu dengan gemetar.


"Kakak, apakah kenari mahal? Bisakah kita membelinya?"


Begitu Bibi Chang mendengar ini, dia buru-buru berkata:


"Tuan muda, apa yang kamu bicarakan? Anda dan Nona Kedua adalah anak sah Kediaman Lu. Tidak peduli seberapa mahal harga makanannya, kalian pantas memakannya."


“Sah? Bukankah sebelumnya bilang kita diturunkan menjadi tidak sah?” Tanya Rongxuan dengan bingung.


Perkataan anak kecil memang tidak ada salahnya, hal ini membuat Bibi Chang menjadi canggung.


“Salah, sebelumnya kami berkata salah.”


Lu Ciqiu menghela nafas, menepuk kepala Lu Rongxuan.


"Benar-benar, hal itu telah meninggalkan trauma pada anak ini."


Bibi Chang semakin canggung lagi, dia terdiam sejenak tidak tahu bagaimana menjawab kata-kata itu. Pada saat ini, Lu Rongxuan tiba-tiba melepaskan diri dari tangan Lu Ciqiu, berbalik dan pergi untuk melihat-lihat ke dalam lemari.


Setelah dia melihatnya, dia berbalik dengan kecewa.


“Tidak ada uang perak lagi. Hanya ada beberapa koin tembaga yang tersisa. Kita pasti tidak mampu membayar satu meja makanan ini.”


Bibi Chang terkejut. Apa artinya ini?


Pada saat ini, Shuanghua berkata:


"Tidak apa-apa, bukankah kita masih memiliki uang kertas yang baru saja diberikan oleh kaisar? Cukup untuk membeli hidangan meja ini. Hanya saja, saya tidak tahu apakah boleh menggunakannya untuk membayar hidangan ini.”


Setelah Lu Ciqiu mendengar perkataan mereka, dia mulai mengerti situasi yang sebelumnya mereka alami.


__ADS_1


__ADS_2