
Kemarahan Kasim Wei benar-benar membuatnya tidak memandang mereka sedikit pun.
Lu Xiaoyuan adalah pejabat tingkat pertama. Sekarang dia sedang berlutut di Kediamannya dan dimarahi oleh seorang Kasim di depan semua anggota keluarga, membuatnya merasa memalukan.
Lu Ciqiu juga sudah berdiri, shuanghua memapahnya bangun. Apa boleh buat, dia sungguh tidak terbiasa dengan aturan yang sedikit-sedikit berlutut punya. Lututnya tidak bisa menahannya terlalu lama, apalagi tanpa ada bantalan yang menyangganya.
Bahkan ketika dia berdiri, lututnya masih merasa kesakitan.
Melihatnya berdiri sambil menggosok lututnya, Yunshi buru-buru memberi isyarat kepada Qingcheng untuk berdiri juga. Dia tahu betapa terhormatnya putrinya di masa depan dan dia sangat percaya akan hal itu.
Jadi, Qingcheng tidak boleh berlutut terlalu lama. Tidak disangka, saat Qingcheng berdiri, matanya Wei Li dengan tajam melihat ke arahnya langsung.
“Kamu berlutut! Siapa suruh kamu bangun! Titah Kekaisaran masih belum diterima, masalah ini masih belum selesai. Beraninya kamu berdiri! Kalian Keluarga Lu maunya apa sih?”
Selesai bicara, dia melihat ke arah Nyonya Tua.
“Nyonya Tua saja masih berlutut dengan patuh di sini, jangan-jangan kamu lebih terhormat dari Nyonya Tua di Kediaman ini? Siapa kamu sebenarnya?”
Lu Qingcheng yang tadinya berdiri, langsung berlutut kembali setelah mendengarnya.
Yunshi merasa sangat sakit hati mendengarnya. Nona Pertama di Keluarga Lu terkenal bagaikan Dewi, seluruh Ibukota ini mengenalnya. Kasim Wei malah bertanya putrinya ini siapa?
Pelayannya Qingcheng merasakan ketidakadilan yang diterima oleh Nona Pertama, dia pun menjawabnya:
“Nona Kedualah yang berdiri duluan!”
Wei Li tanpa pikir panjang, melempar Titah Kekaisaran ke arah pelayan itu. Gulungan titah itu jatuh tepat pada kepalanya, sampai mengeluarkan sedikit darah.
Lu Xiaoyuan terkejut, dan buru-buru berbalik dan memerintahkan:
“Cepat pungut Titah Kekaisaran itu!”
Kemudian dia merasa bahwa dirinya telah memegang kelemahannya Wei Li. Dia mengangkat kepalanya dan berkata:
“Kasim Wei, tidak peduli seberapa marah dirimu, juga tidak boleh melempar Titah Kekaisaran. Titah ini mewakili Kaisar, berarti Anda tidak menghormati Kaisar!”
“Aku senang hati melakukannya! Kamu juga tidak bisa mengurusku!”
Wei Li benar-benar sangat emosi. Dia merasa panik ketika Lu Ciqiu menolak pernikahan ini. Karena sebelum keluar, Kaisar berkata bahwa jika Nona Kedua tidak menerima titah tersebut, dia akan dikuliti ketika kembali.
Pangeran ke-11 juga berkata jika Nona Kedua tidak setuju, dia akan menggantungnya di gerbang Istana untuk mengeringkannya, setelah itu memberi makan pada ikan-ikan.
Saat dia memikirkan "Siksaan" ini, dia merasa bahwa Keluarga Lu saat ini sedang mengirimnya ke Neraka! Karena tidak ada yang ingin dia hidup, kenapa dia harus berbelas kasihan pada “Para Pembunuh” semua ini!
Lagipula, Kaisar dan Pangeran ke-11 hanya mengatakan bahwa harus memperlakukan Nona Kedua dengan baik. Namun tidak memberitahu harus baik pada seluruh Keluarga Lu di sini! Jadi sama sekali tidak ada salahnya dia memarahi keluarga Lu!
“Aku melemparkan Titah, karena pelayan itu telah mengatakan kesalahan.”
“Apa status wanita itu? Bisakah dia dibandingkan dengan Nona Kedua? Nona Kedua adalah menantu perempuan yang disukai oleh Kaisar dan Permaisuri, statusnya sangat mulia.”
“Siapa dia? Atas hak apa Nona Kedua berdiri, dia juga ikut berdiri?”
__ADS_1
“Apakah dia adalah gadis pelayan di sebelah Nona Kedua? Jika dia seorang gadis pelayan, cepat kemari dan menggosok kakinya Nona Kedua! Seorang pelayan harus terlihat seperti seorang pelayan! "
Orang-orang pun memandang Shuanghua tanpa sadar——
Baiklah! Pada saat ini dia berjongkok dan menggosok kakinya Lu Ciqiu! Lu Ciqiu tertawa sedikit dan menepuk pundaknya Shuanghua.
“Shuanghua, Kasim Wei sedang memujimu.”
Shuanghua mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Wei Li.
"Terima kasih atas pujiannya, Kasim Wei. Ini merupakan pekerjaan saya."
Wei Li mengangguk, lalu bertanya pada Lu Qingcheng:
"Apakah kamu seorang pelayan?"
Lu Qingcheng menggelengkan kepalanya dan jawab: "Bukan."
“Jika bukan, kamu berlutut dengan baik! Berdiri saat Nona Kedua sudah menerima Titah Kekaisaran ini!”
Lu Ciqiu merasa meskipun adegan ini sangat membuatnya puas karena bisa membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa, namun jika seperti ini terus juga bukan caranya. Dia pun membahas lagi dengan Wei Li.
“Bagaimana kalian pikirkan lagi. Saya sungguh tidak cocok menikahi Pangeran ke-11.”
Pada saat Wei Li ingin mengatakan padanya lagi, terdengar suara rendah seorang pria dari luar aula.
“Begitu membuatmu tidak senangkah jika menikahiku?”
Ada seorang pria berjubah ungu yang duduk di atasnya, wajahnya pucat dan terlihat tidak bersemangat. Namun di mata yang berkilau itu, masih ada tatapan tajam yang tidak bisa diabaikan.
Kemudian Lu Ciqiu mendengar dia memanggil namanya dengan suara yang familiar.
“Lu Ciqiu.” Setelah itu ada rasa ketidakpuasannya yang kuat.
“Apakah kamu begitu tidak mau menikah denganku?”
Seolah kembali ke hari ketika dia baru saja datang ke dunia ini dan Pangeran ke-11 ini juga duduk di dalam kereta dan berbicara tatap muka dengannya. Juga sama seperti sebelumnya yang dengan menahan luka dalam yang serius, namun masih membawa wibawa dan mulianya.
Hanya saja, saat itu dia membatalkan pernikahannya dengan Putra Mahkota dan sekarang...
dia menolak pernikahannya.
Lu Ciqiu merasa situasi saat ini sangat canggung, sehingga dia ingin mengubah suasana sekarang.
“Bagaimana mungkin! Pangeran ke-11 begitu bijaksana dan perkasa, bisa menikah dengan Anda itu merupakan keberuntungan di seumur hidupku. Alasan utamanya bahwa saya merasa tidak layak untukmu. Bahkan sebelumnya saya pernah bertunangan dengan Putra Mahkota. Ini bisa merusak reputasimu.”
“Aku saja tidak takut, apa yang kamu takutkan?”
Aku tidak takut, aku hanya tidak ingin menikahi putra dari Keluarga Kekaisaran saja. Pikirnya dalam hati.
“Kita hanya ketemu satu kali saja, tidak cocok.” Lu Ciqiu memaksakan diri untuk mencari alasan.
__ADS_1
“Dulu juga pernah ketemu.”
“Dulu kita hanya melihat dari jarak jauh dan tidak pernah bicara, ini tidak termasuk di dalamnya.”
“Jika begitu, kita telah ketemu dua kali, saat di Gerbang Kota dan hari ini.”
“Itu baru dua kali!”
“Itu sudah cukup.” Suaranya ringan dan tidak bisa diabaikan.
“Banyak orang yang menikah, setelah masuk ke dalam kamar dan membuka tutup kepala pengantin wanita, baru melihat jelas penampilannya. Kita sudah bertemu dua kali, sudah banyak.”
“Tidak banyak.” Lu Ciqiu menggelengkan kepalanya.
“Anda adalah seorang Pangeran, seharusnya Anda bisa memilih wanita yang disukai untuk menikah, kenapa merugikan dirimu sendiri?”
“Aku tidak merasa dirugikan.” Jawabnya.
Lu Ciqiu sangat frustrasi, kenapa orang ini tidak mendengarkannya? Saat ketemu dia di Gerbang Kota, juga tidak merasa bahwa dia orang yang susah dihadapi.
Apa yang dia sukai dari dirinya? Kenapa tiba-tiba muncul situasi sekarang ini? Lu Ciqiu pun melangkah dua kali ke depannya dan bertanya dengan hati-hati.
“Kenapa Pangeran ke-11 bersikeras ingin menikahi saya? Apa karena untuk pengobatan? Kalau itu jangan khawatir, aku tetap akan mengobatimu meskipun tidak ada Titah Pernikahan ini.”
Yan Qianjue melambaikan tangannya.
“Ini dua hal yang berbeda, tidak ada kaitannya dengan pengobatan.”
Setelah mendengar ini, Wei Li berteriak di dalam hatinya.
“Apanya dua hal yang berbeda? Bukankah itu hal yang sama? Bukankah kamu yang berunding dengan Kaisar, untuk menggunakan pernikahan ini agar Nona Kedua bisa mengobati lukamu? Kenapa setelah ketemu orangnya, jadi berubah pikiran?”
Lu Ciqiu tidak tahu bagaimana menghadapi Yan Qianjue sementara ini. Namun pada saat ini, dia mendengar Lu Xiaoyuan berkata dengan kasar di sampingnya.
“Menikahi Pangeran ke-11 adalah keberuntunganmu! Kamu jangan tidak tahu berterima kasih!”
Yan Qianjue pun mengerutkan kening saat itu.
“Lu Ciqiu, apakah keluargamu selalu berbicara seperti itu padamu?”
Lu Ciqiu memandang Lu Xiaoyuan dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, dia biasanya lebih kasar lagi dari sekarang."
Yan Qianjue menarik napas dalam-dalam dan melambai padanya.
"Lu Ciqiu, kemarilah."
...***** Gift ****...
__ADS_1
...Yang Qianjue & Lu Ciqiu...