DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Qingcheng disalahkan


__ADS_3

Namun, dia tidak berani mengatakannya, dia hanya bisa mencoba yang terbaik untuk membantu Lu Qingcheng. Nyonya Yun berpikir sejenak, lalu bertanya kepada Lu Ciqiu:


"Apakah masih ada Rumput Selaginella di tempat Nona Kedua? Cepatlah bantu Selir Chen!"


Lu Ciqiu tertawa saat itu, mendengar apa yang dia katakan. Sepertinya jika dia mengatakan tidak ada, itu sama saja tidak membantu Selir Chen.


“Nyonya Yun, bukannya saya tidak membantu. Namun, Rumput Selaginella hanya ada satu-satunya di dunia ini. Kata Ibu di tahun-tahun sebelumnya, rumput itu hanya bisa ditanam dan simpan untuk waktu yang lama. Jika sudah mati, maka sudah tidak ada obat itu lagi di dunia ini. Lihat, betapa berharganya rumput itu.”


Setelah selesai berbicara, dia menatap Lu Qingcheng lagi. Dia merenung sejenak dan berkata:


“Sebenarnya, rumput itu memang bermanfaat untuk lukanya Pangeran ke-11. Hanya saja, saya lebih mementingkan Bibi, sehingga tidak ingin memberikan rumput itu kepada Pangeran ke-11.”


“Tidak disangka, Kakak Pertama begitu tega memberikannya. Benar juga sih, Kakak Pertama kan memang harapan untuk Keluarga Lu!”


Begitu kata-kata itu keluar, Nyonya Tua pun langsung mengerti.


Lu Qingcheng sengaja melakukannya.


Tentu saja dia tahu harapan tinggi apa yang diberikan putranya pada putri pertama ini dan dia juga tahu seberapa pentingnya Pangeran ke-11 di hati Kaisar.


Meskipun ada Putra Mahkota, namun dibanding Pangeran ke-11, keberadaan Putra Mahkota sungguh tidak seberapa dibanding Pangeran ke-11.


Jadi, Lu Qingcheng menggunakan Rumput Selaginella untuk membuka jalannya sendiri.


Bukan! Ini sedang menutupi jalan hidup Putrinya!


Dia pun langsung membentak.


“Lu Qingcheng!!”


“Saya tidak ada, Nek! Saya mana berani!”


Akhirnya Lu Qingcheng memahami perasaan Lu Xiyan kemarin. Perasan difitnah namun tidak bisa berkata-kata sungguh membuatnya menderita. Dia bahkan ingin membenturkan kepalanya untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.


Tentu saja dia tidak mungkin membentur kepalanya, dia masih tidak boleh mati. Dia sangat membenci Lu Ciqiu.


Jika bukan karena Lu Ciqiu, bagaimana mungkin dia bisa berlutut di sini dan dimarahi?


Dalam hidupnya selalu dia jalani dengan penuh kebanggaan dan sekarang... Dia pasti akan membuat Lu Ciqiu membayar rasa malunya hari ini berkali-kali lipat!


“Kamu saja sudah melakukannya, apanya tidak berani?”


Nyonya Tua menangis.


“Aku tahu, Bibimu tidak memiliki seorang pangeran. Sehingga kalian semua memandang rendah padanya. Namun, kalian jangan lupa. Jika dulu bukan karena dia, tidak mungkin Keluarga Lu bisa dengan cepat mendapatkan pijakan yang kokoh di Ibukota ini.”


“Masalah politik dan Istana sebenarnya saling berkaitan. Jika kalian ingin melangkahi mayat putriku dan mendapatkan perlindungan yang kuat, aku pasti tidak akan menyetujuinya!!”

__ADS_1


Akhirnya Nyonya Tua dipapah bangun oleh Bibi Chang dan melewati Lu Fanghua yang disampingnya. Dia tidak peduli dengan mereka semua dan kembali ke halamannya sendiri.


Pelayan teratas di Halaman Bailan pun berdiri keluar dan berkata pada semuanya.


“Nyonya Tua sudah lelah, silakan kalian pergilah.”


Yunshi pun buru-buru membangunkan Qingcheng yang berlutut di bawah dan bergegas pergi dari tempat itu. Nyonya Su dan Lu Xiyu juga pergi diam-diam dengan kepala tertunduk, tetapi Nyonya Luo dan Lu Fanghua masih di sana.


Lu Fanghua berjalan ke arah Lu Ciqiu, menggerakkan sudut mulutnya dan berkata:


"Kakak kedua, lumayan bagus juga!”


Lu Ciqiu juga mengikutinya dan menggerakkan sudut mulutnya.


“Adik Keempat, kamu juga sama!”


Hari ini Lu Fanghua sangat senang sekali. Meskipun saat Pei Qing menjadi Nyonya Besar, dia mengganggap Pei Qing dan Lu Ciqiu sebagai sasaran permusuhannya. Namun sekarang, musuhnya sudah berubah. Secara alami, sasarannya juga ikut berubah.


Ada hal lain juga, sebenarnya dulu dalam hatinya memiliki Putra Mahkota. Jadi, sejak Kaisar ingin menikahkan Lu Ciqiu pada Putra Mahkota, dia semakin membenci Lu Ciqiu. Dia menjadikannya sebagai saingan cintanya.


Namun, setelah kejadian kemarin di mana Putra Mahkota mengadakan upacara pernikahan menyambut selirnya, dia merasa Putra Mahkota adalah seorang bajingan yang besar! Dan perasaan cinta terhadapnya pun menghilang dalam sekejap.


Saat menghadapi Lu Ciqiu pada hari ini, dia tidak hanya kehilangan rasa kebenciannya pada Lu Ciqiu, bahkan dalam hatinya merasa agak bersalah kepadanya.


Jadi sebelum dia pergi, dia berbisik padanya.


Dalam perjalanan kembali ke Halaman Feixue, Shuanghua selalu khawatir. Lu Ciqiu pun bertanya padanya dan dia menjawab:


“Nona Kedua, perkataan Nona Keempat itu benar. Anda harus masukkan ke dalam hati. Tuan memang sangat menyayangi Nona Pertama. Hari ini Nyonya Tua telah mempermalukan Nona Pertama dan mereka tidak mungkin membuat keributan dengan Nyonya Tua. Permasalahan ini mereka pasti akan menghitungnya.”


“Kamu khawatir bahwa mereka akan mencariku?” Ucapnya sambil tersenyum.


“Nona, saya berkata serius.”


“Jangan khawatir! Aku tidak takut mereka mencariku. Aku malah takut jika mereka tidak mencariku.” Dia mengatakannya sambil menepuk bahunya Shuanghua.


Memang sangat mudah untuk menyelesaikan masalah ini di depannya. Namun, jika mereka melakukan sesuatu di belakangnya, maka mereka tidak akan bisa tidur nyenyak di malam hari.


Mereka berdua pun kembali ke Halaman Feixue. Baru saja memasuki ruangan, terlihat seekor tikus tanah yang menangkap mereka.


“Kakak!”


Dia bahkan bisa memanggil orang?


Lu Ciqiu benar-benar pusing menghadapi anak ini. Dia sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam merawat seorang anak. Dia merasa daripada menghadapi si kecil ini, lebih baik dia memilih untuk menghadapi sekelompok Lu Qingcheng itu.


Melawan dengan kecerdasan dan keberanian jauh lebih mudah daripada bersikap manis dengan anak-anak.

__ADS_1


“Kakak, kenapa kamu sekarang baru kembali? Xuan’er sangat merindukanmu.”


Anak berusia empat tahun, berbicara dengan suara yang kekanak-kanakan. Sejujurnya, dia memang agak imut. Jika bertambah gemuk sedikit, mungkin lebih lucu lagi.


Dia mencubit wajah kecilnya Lu Rongxuan dengan lembut. Dia mengingat bahwa pemilik tubuh memberikan satu uang perak untuk mereka berdua makan. Meskipun anak empat tahun memang banyak makan, namun dapur juga tidak memberi banyak makanan untuk mereka.


Sehingga mereka sering tidak cukup makan. Lima bulan telah berlalu, berat badan mereka berdua juga menurun.


“Ah!” Shuanghua menghentakkan kakinya tiba-tiba.


“Aku lupa menyebutkan masalah tentang halaman sebelah!”


Lu Ciqiu juga baru ingat masalah ini. Namun halaman Bailan sedang kacau hari ini, tentu saja dia melupakan hal ini dan sibuk membereskan lalat-lalat di sana. Dia pun melambaikan tangannya.


“Lupakan saja. Besok baru katakan saja.”


Selesai bicara, dia pun berjalan ke depan. Namun, Lu Rongxuan masih memeluk kakinya. Dia pun berjalan dengan kaki yang berpincang-pincang. Huft, anak ini sungguh membuatnya pusing.


“Kamu didorong ke kolam oleh seseorang dalam musim panas ini. Bahkan hampir mati karena demam tinggi. Tubuhmu ini sungguh lemah.”


Dia berkata sambil mencubit lengan Lu Rongxuan dengan pelan. Dia pun menurunkan badannya dan menghadapnya.


“Kamu adalah sorang laki-laki dan harus belajar melindungi diri sendiri. Tidak hanya dirimu sendiri, bahkan juga harus melindungku. Apa kamu mengerti?”


Lu Rongxuan menggelengkan kepalanya.


“Kenapa?”


“Karena aku adalah Kakakmu!”


Lu Rongxuan masih saja tidak mengerti. Namun, untungnya dia mengerti harus mendengarkan perkataan Kakaknya. Dia pun menggangguk.


“Baik Kakak! Tapi...”


“Bagaimana cara Xuan’er melindungi Kakak?”


Lu Ciqiu pun bertanya padanya.


“Apa kamu mau belajar berlatih teknik membela diri?”


“Mau!” Matanya pun berbinar-binar.


“Dulu Ibu pernah mengajariku.”


“Oh, apa yang diajarkan Ibu padamu?” Ucap Lu Ciqiu.


“Belajar sikap berdiri kuda-kuda. Namun, aku melatihnya kurang dari tiga hari, Ibu pun tidak menghiraukanku lagi.”

__ADS_1


Lu Ciqiu pun mengingatnya, memang ada hal seperti itu. Beberapa hari itu adalah hari-hari terakhir Pei Qing menjadi Nyonya Besar keluarga Lu.


__ADS_2