
Ketika Kaisar mendengar bahwa Lu Ciqiu mungkin tidak mau membantu Keluarga Kerajaan karena Putra Mahkota telah menyinggung perasaannya, dia bahkan ingin menggunakan kekuasaannya untuk menekan Keluarga Lu.
Namun memikirkan temperamen Keluarga Pei, mungkin gadis itu juga mengikuti Ibunya. Bagaimana jika dia bunuh diri karena ditekan kekuasaan? Bukankah itu gawat...
Dia tidak peduli apakah Lu Ciqiu mati atau tidak, yang dia pedulikan hanyalah putranya. Jadi, Wei Li datang ke sini untuk melakukan misinya. Pada saat ini, dia juga khawatir mungkin dia tidak cukup untuk menyenangkan Lu Ciqiu. Jadi dia ingin mengambil masalah ini untuk membantunya.
Nenek Lu saat itu ingin sekali menelan kembali perkataan sebelumnya. Meskipun dia tidak menyukainya, namun ini adalah masalah keluarga mereka. Tidak baik juga jika membuat keributan di depan Kasim Wei.
“Tidak ada, tidak ada yang merebut barang A Qiu.. Itu hanyalah pertengkaran kecil sesama kakak beradik saja. “
“Pertengkaran kecil sesama kakak beradik, jika begitu aturan rumah di sini tidak ketat.” Ujar Wei Li.
Selesai bicara, dia melirik ke Nyonya Yun kemudian menoleh dan berbicara ke Lu Xiaoyuan.
“Aku mendengar bahwa Menteri Kiri memanjakan istri keduamu dan menurunkan pangkat istri sah. Saat itu, pertempuran Utara sedang tegang. Kaisar juga lebih fokus pada situasi di sana sehingga tidak mempedulikannya.”
“Kali ini, Pangeran ke-11 telah kembali dari pertempuran yang menang, Beliau pun lega. Kebetulan beberapa hari ini ada waktu luang untuk mengurusnya. Menteri Lu, Di Kerajaan Nanyue tidak memperbolehkan hal itu terjadi.”
“Bu-Bukan, Kasim Wei salah paham. Bukan menurunkan pangkat, namun melanjutkan pangkat.” Jawabnya dengan cepat.
“Melanjutkan pangkat? Kamu kira aku dan Kaisar dungu yaa? Saat Istri Sah meninggal, itu baru melanjutkan pangkat istri kedua. Kalian lupa kapan kalian menggantikan Nyonya Besar?”
Wajah Lu Xiaoyuan mulai pucat.
“Sudah, kamu mungkin memang hebat saat Rapat Kerajaan, namun tidak di dalam keluarga. Begitu kacau balau! Kamu jangan tidak senang mendengarnya. Perkataanku ini bukan dari diriku, namun dari Kaisar.”
Lu Xiaoyuan menggangguk.
“ Benar, benar... Saya mengerti.”
“Malangnya Nona Kedua, sebagai putri sah tak hanya diremehkan, barangnya juga direbut orang. Dia masih muda, Ibunya juga meninggal. Bahkan masih harus ditindas di rumahnya sendiri. Apa-apaan ini!”
Setelah mendengarnya, Yunshi pun cepat berkata:
“Kasim Wei terlalu khawatir. Di sini tidak ada yang namanya menindas putri sah. Sebelumnya Nona Kelima memang melakukan kesalahan, sekarang dia telah dihukum masuk ke ruang kayu bakar dan tidak boleh keluar selama 3 hari.”
__ADS_1
Akhirnya Kasim Wei pun melihatnya.
“Kamu yang menghukumnya?”
“Bu-Bukan, Nyonya Tua yang menghukumnya.” Yunshi sama sekali tidak berani bergerak.
“Jika begitu kenapa kamu ikut membahas soal ini? Menteri Lu, dialah yang kamu angkat menjadi Istri Sah? Memanglah istri kedua, tidak memiliki etika. Menjelaskan masalah pun tidak jelas, sungguh tidak bisa diharapkan. Baiklah jika sudah hukum orang yang berbuat kesalahan itu...”
Kemudian dia menghadap ke Lu Ciqiu. Yang tadinya dia terlihat tegas, mulai membungkuk dengan wajah yang bersedih.
“Nona Kedua, Pangeran Ke-11 terluka parah setelah kembali dari medan perang. Mohon Anda menyembuhkannya...”
Akhirnya Lu Xiaoyuan pun paham.
Pantas sikap Wei Li terlihat aneh, ternyata datang meminta pertolongan. Kaisar menyayangi putra kecilnya, demi untuk menyembuhkannya, memang masuk akal melakukan tindakan menyanjung Lu Ciqiu seperti itu.
Setelah mengetahui hal ini, dia pun lega. Setidaknya dia mengerti apa tujuan mereka berbuat begitu. Dan rasa hatinya pun tidak tertekan lagi. Jika tahu alasan mereka, dia pun memiliki pemikiran.
“Kebenaran tentang luka parah Pangeran ke-11, saya juga mendengarnya dan telah mengutus beberapa orang pergi mencari tabib-tabib yang terkenal. Saya tahu Kaisar panik, tapi putri keduaku sama sekali tidak ahli dalam pengobatan. Bukankah tidak masuk akal menyuruh gadis kecil ini pergi menyembuhkannya?”
“Jadi, menurut Menteri Lu penilaian Kaisar itu salah?? Nyonya Tua Pei adalah tabib ajaib di Beidi dan pernah menyelamatkan nyawa Kaisar saat muda. Setelah bertahun-tahun, Kaisar masih memuji keterampilan pengobatannya. Nona Kedua adalah cucu dari putri kandungnya, mana mungkin dia tidak mewariskan keterampilan pengobatannya kepada Nona Kedua?”
Saat ini, Lu Qingcheng tiba-tiba merasa iri pada Lu Ciqiu. Jika dalam hidupnya, dia juga disukai dan disanjung tinggi oleh Keluarga Kerajaan, itu merupakan sesuatu yang patut dibanggakan.
"Lu Ciqiu, kenapa kamu tidak mati saat Putra Mahkota melemparkanmu dari atas tembok? Bagaimana aku harus melenyapkanmu dari dunia ini? Kenapa kamu selalu mengacaukan rencanaku. " Pikir Lu Qingcheng dalam hatinya.
Lu Xiaoyuan masih bersikeras pada pendapatnya sendiri:
"Nyonya Tua Pei tidak pernah mengajarkan keterampilan pengobatannya! Saya sebagai Ayahnya, saya lebih jelas hal itu daripada orang lain."
“Kata-kata Ayah salah.” Lu Ciqiu berkata dengan sedih.
“Anda bahkan tidak tahu Ibuku menanam Rumput Selaginella. Kamu tidak peduli akan istrimu, jadi seberapa banyak juga yang Anda ketahui tentang diriku.”
“Kau...!”
__ADS_1
“Menteri Lu!”
Melihat dia melototi mata Lu Ciqiu dan mendekatinya, Wei Li pun mendekat.
“Sekarang Keluarga Kerajaan sedang memohon pada Nona Kedua. Melihat sikap Menteri Lu, kamu sengaja ingin mengacaukan masalah ini? Oh, iya, benar juga. Aku lupa bahwa kamu ada di pihak Putra Mahkota.”
“Kasim Wei, tolong berhati-hati dalam berkata...” Lu Xiaoyuan terkejut.
Dia memang berada di pihak Putra Mahkota, namun sekarang kan situasinya telah berubah. Bagaimana mungkin dia mengakuinya?
Wei Li tersenyum sinis melihatnya.
“Hmph, kenapa Menteri Lu begitu panik? Aku hanya berkata menurut penglihatanku saja. Jika aku salah menebaknya, anggap saja aku tidak pernah membahasnya.”
Lalu dia kembali ke arah Lu Ciqiu lagi dengan bermuka kasihan.
“Nona Kedua, bisakah Anda memberi jawaban yang pasti? Aku mohon~ Kaisar berkata, jika Anda tidak menyetujuinya, beliau menyuruhku jangan kembali ke sisinya lagi. Meskipun hamba kembali, Kaisar juga pasti tidak akan mengampuni dan mematahkan kaki hamba.”
Lu Ciqiu tampak bersimpati, menghela nafas dan berkata:
“Saya sudah beritahu pada Pangeran ke-11 saat di gerbang luar kota, jika tabib kekaisaran tidak bisa menyembuhkannya, bisa mencariku di Kediaman Menteri Kiri.”
“Kasim Wei tidak perlu mendengar perkataan omong kosong Ayahku. Mana mungkin Nenek Pei tidak mengajariku pengobatan? Ketika masih kecil, saya ke Beidi dan tinggal di rumah Kakek selama 4 tahun. Aku telah mempelajari semua yang ada.”
“Mungkin Ayah sebenarnya tidak ingin... Hmm...”
“Tidak bahas ini lagi, ayo kita bahas tentang lukanya Pangeran ke-11.”
Dalam hati Lu Xiaoyuan:
“Apa yang mau dikatakan gadis tengik ini?
"Aku tidak ingin apa...?”
__ADS_1