DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Titah Kekaisaran telah tiba


__ADS_3

Sekali mendengar nama Kasim Wei, kepalanya mulai sakit.


Saat Rapat Kerajaan, dia melihat Wei Li berlari keluar dengan tergesa-gesa dan seseorang bertanya dengan percaya diri.


“Ke mana Kasim Wei pergi dengan terburu-buru?”


Wei Li pun berkata:


“Aiyo, Tuan Lie, Anda jangan menghalangi jalanku. Ini sangat menghabiskan waktuku. Aku sedang buru-buru untuk mengambil barang yang bagus.”


Saat itu dia berpikir, barang bagus apa yang bisa membuat Wei Li bisa tergesa-gesa keluar dari Rapat Kerajaan. Ternyata...


Itu adalah Rumput Selaginella milik keluarga mereka!


Hanya saja, bukannya dia baru saja mengambilnya? Kenapa dia datang ke rumah lagi? Jangan-jangan...


Dia pun mulai cemas, tanpa sadar juga menatap ke Yunshi dan muncul rasa cemas yang sama dengannya.


“Tuan, jika ada yang salah dengan Rumput Selaginella dan mencelakai Pangeran ke-11, aku khawatir seluruh keluarga kita akan terlibat dalam masalah ini."


Mana mungkin Lu Xiaoyuan tidak mengetahui hal ini, dalam hatinya saat ini telah memarahi Lu Ciqiu seratus kali lipat. Dia tidak punya waktu lagi untuk berpikir menghukum Lu Ciqiu dan sekarang dia harus memikirkan cara bagaimana dia bisa membebaskan Keluarga Lu jika sesuatu terjadi pada Pangeran ke-11 karena Rumput Selaginella itu.


Dia sangat bersedia untuk menyerahkan dua anak Pei Qing itu ke dalam hukuman mati dan menyelamatkan anggota keluarganya sendiri.


Langkah kakinya Lu Xiaoyuan tidak berhenti saat memikirkan hal ini di dalam hatinya. Dia dengan Yunshi dengan cepat telah sampai di Aula Mingyue.


Pada saat ini, Wei Li, kepala kasim di Istana, sedang duduk tegak di Aula Mingyue, dengan minuman disajikan di atas meja kecil sebelahnya.


Ibu dan anak perempuan dari Keluarga Kedua sudah sampai satu langkah di depan mereka dan mereka sedang berbicara dengan Wei Li di aula. Sambil berbicara dan mengeluarkan suara tawaan beberapa waktu. Dia bahkan mendengar Wei Li berkata:


“Kata-kata Nona Keempat sungguh menarik.”


Lu Xiaoyuan merasa bahwa masalah ini tampaknya agak berbeda dari yang dia pikirkan, kemudian dia bertanya kepada pelayan yang berdiri di luar aula dengan suara rendah:


"Apakah Kasim Wei mengatakan kenapa dia datang ke sini?"


Pelayan itu juga merendahkan suaranya dan berkata:


"Jawab Tuan, saya baru saja mendengar beberapa patah kata, sepertinya dia datang untuk membawakan Titah Kekaisaran."


“Titah Kekaisaran?” Lu Xiaoyuan mengerutkan keningnya.


“Apakah Kasim Wei ada berkata untuk siapa titah itu?”


“Katanya untuk Nona Kedua.” Jawab pelayan itu.


Lu Xiaoyuan pun bingung. Untuk Lu Ciqiu? Dia memiliki hak apa bisa mendapatkan Titah Kekaisaran itu?


Kemudian, dia melihat wajah Wei Li yang riang itu, terlihat jelas bahwa Titah ini bukan membuat perhitungan dengan Lu Ciqiu, bahkan itu bukanlah kabar buruk.


Jika itu adalah kabar baik... Kabar baik apa itu?


Dia tidak sempat untuk berpikir banyak lagi, Wei Li pun telah melihatnya dan berkata padanya.


“Apa yang dilakukan Tuan Menteri Kiri di luar sana? Cepatlah masuk dan duduk!”


Lu Xiaoyuan merasa kesal.

__ADS_1


Apa yang dia katakan seolah-olah Wei Li adalah tuan rumah dan Lu Xiaoyuan adalah tamunya. Namun, dia tidak bisa berdebat dengan Wei Li karena masalah ini. Dia pun masuk ke dalam bersama dengan Yunshi.


“Kasim Wei telah datang ke kediamanku dan aku minta maaf karena telat untuk menyambutmu. Tidak tahu hal apa yang membuat Anda datang hari ini?”


Sebelum Wei Li menjawab, Nyonya Luo pun tersenyum dan berkata:


“Kak, Kasim Wei datang membawakan Titah untuk A Qiu. A Qiu kita sungguh beruntung.”


Lu Xiaoyuan tidak terlalu menyukai istri adiknya ini, tetapi sebagai kakak tertua, dia tidak boleh menunjukkan rasa tidak sukanya kepada adik iparnya.


Jadi dia tidak punya pilihan selain berpura-pura tidak mendengar kata-kata Nyonya Luo dan hanya bertanya kepada Wei Li:


"Bisakah Anda memberi tahu padaku, Titah Kekaisaran ini mengenai ..."


“Aiya, Tuan Menteri Kiri, kenapa Anda begitu tidak sabaran? Ini adalah Titah untuk Nona Kedua. Setelah Nona Kedua datang, kalian ikut berlutut dan mendengarkan bersama saja. Mana ada orang lain yang duluan mengetahui isi Titah ini? Nona Kedua saja belum mendengarnya. Tuan Menteri Kiri tidak menghormati Kaisar ya?”


Lu Xiaoyuan buru-buru membungkuk.


"Saya telah berbuat salah, Anda benar."


Wei Li pun mengeluarkan kata “Hmph!” padanya.


“Anda memanglah bertindak salah. Namun hari ini adalah hari yang bahagia, aku tidak ingin membuat perhitungan pada Anda, jadi lupakan hal ini saja.”


“Hari bahagia apaan? Aku hanyalah mengatakan sesuatu yang salah, kenapa terlihat seperti aku berutang padanya karena telah menerima kebaikannya?” Pikir Lu Xiaoyuan dalam hati.


Saat sedang memikirkannya, orang-orang dari keluarga Lu yang di luar Aula Mingyue pun telah datang satu per satu. Nyonya Luo dan Lu Fanghua pun bangun dan pergi menyambut Nyonya Tua.


Di belakangnya Nyonya Tua, diikuti oleh Lu Ciqiu dan Lu Rongxuan, kemudian juga Nona Ketiga yang beserta dengan Ibunya, Nyonya Su.


Yunshi menggelengkan kepalanya sedikit, menyatakan bahwa dia tidak jelas tentang situasi saat ini.


Pada saat ini, Nyonya Luo pun berkata lagi.


“Apakah harus seluruh keluarga Lu datang berkumpul ke sini untuk mendengarkan Titah? Cepat panggil Nyonya Kang dan Nona Kelima keluar dari ruang kayu bakar.”


Nyonya Tua baru saja memberi sapaan dengan Wei Li, ketika dia mendengar hal ini, dia sedikit bingung untuk beberapa saat.


"Kasim Wei, sebenarnya ada hal apa yang akan Anda bacakan?"


Wei Li berkata sambil tersenyum.


“Ini adalah kabar baik. Bahkan kabar yang sangat membahagiakan! Tidak perlu sampai melepaskan orang yang masih dihukum. Apalagi mereka hanyalah istri dan anak tidak sah.”


Setelah selesai berbicara, dia berbalik dan menatap Lu Ciqiu, dengan senyuman yang hampir memenuhi wajahnya.


......


Lu Ciqiu merasakan hal yang membuatnya tidak tenang! Tanpa sadar dia memundurkan dua langkah dan bahkan menginjak Shuanghua yang masih berdiri di belakangnya.


Wei Li pun buru-buru mengingatkan:


"Nona Kedua, hati-hati! Anda memiliki tubuh yang berharga dan akan sangat buruk jika Anda terjatuh."


Lu Ciqiu tidak tahan lagi dan bertanya pada Wei Li dengan suara rendah.


"Sebenarnya, ada masalah apa mencariku?"

__ADS_1


Wei Li juga mengikuti gerakannya dan mencondongkan kepalanya ke Lu Ciqiu sambil menjawab dengan suara rendah juga.


“Kabar gembira.”


“Kabar gembira apaan?” Tanya Lu Ciqiu.


Wei Li pun memperlihatkan titah kepadanya.


“Kabar gembira dari Kaisar.”


Setelah selesai berbicara, dia akhirnya tidak bisa menahan tawa. Kemudian dia berjalan ke depan Aula Mingyue. Nyonya Tua dengan cepat memberinya tempat duduk, namun Wei Li tidak duduk. Dia pun mulai mengangkat Titah Kekaisaran yang dipegangnya.


Keluarga Lu pun mengerti, ini saatnya membacakan Titah Kekaisaran.


Semuanya pun tergesa-gesa untuk berlutut. Bahkan Lu Ciqiu pun diseret berlutut oleh Lu Fanghua yang tidak tahu sejak kapan sudah berdiri di sampingnya. Dia mendengar Lu Fanghua yang berbisik di telinganya.


“Kakak Kedua, selamat ya!”


Lu Ciqiu terkejut ucapan “Selamat” dari Lu Fanghua.


Jangan-jangan....


Kaisar Tua itu menyukainya????


Melihat situasi sekarang ini...


Hmmm...😨😨😨


Memang seperti mau menyambutnya untuk menjadi selir di Istana. Ini mirip dengan adegan-adegan drama yang pernah dia lihat saat kehidupan sebelumnya!!! OMG!!!!


Bukankah ini....


Konyol sekali!!!!


Pada saat ini, Wei Li telah membuka Titah Kekaisaran di tangannya, dengan senyuman yang mencurigakan di wajahnya...


"Titah Kekaisaran telah tiba! Putri dari keluarga Lu, Lu Ciqiu, terimalah titah ini!"


Saat ini, dalam hatinya Lu Ciqiu ada ribuan ekor kuda yang sedang melewatinya, namun dia tetap harus menjawab:


“Hamba, Lu Ciqiu, menerima titah.”


Kemudian, Wei Li dengan suara lantang membacakan Titah Kekaisaran——


"Lu Ciqiu, putri kedua Lu Xiaoyuan dari Kediaman Menteri Kiri, berpenampilan cantik, lembut dan bermartabat. Aku dan Permaisuri sangat senang..."


Mendengar ini, Lu Ciqiu hampir ingin berdiri dan mengumpat!


Apa Kaisar di Nanyue ini gila yah?


Mau menikahi selir, malah berkata ini membuatmu dan Permaisuri sangat senang??


Lupakan saja jika itu dari perkataan Kaisar. Permaisuri sangat senang?


Yang benar saja...


Apa Permaisuri itu berani untuk jujur mengatakan isi hatinya??

__ADS_1


__ADS_2