DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Tidak Bisa Berkata-kata


__ADS_3

Lu Xiaoyuan, Menteri Kiri, tahun ini berusia 40 tahun. Pada usia 26 tahun, dia naik ke puncak dari Menteri Keuangan sampai menjadi Menteri Kiri.


Orangnya tinggi, bertubuh ideal dan berwajah oval. Dia tidak menumbuhkan janggutnya seperti pria lainnya di usia ini, namun dicukur bersih.


Hanya saja, dia selalu menampakkan ekspresi yang serius dan kaku, sulit untuk melihat senyuman di wajahnya. Bahkan ketika dia ketemu dengan putri kesayangannya, Lu Qingcheng, dia juga hanya menggangguk kepala saja. Namun, jika dengan Lu Ciqiu, Ayah ini tidak pernah sekali memberikan ekspresi wajah yang memuaskan.


Melihat Lu Ciqiu mengabaikan kata-kata Yunshi dan hanya menatap dirinya sendiri, Lu Xiaoyuan mengerutkan kening, menunjukkan rasa jijik dan ketidakpuasan di wajahnya.


Kemudian, terdengar suara tegas keluar dengan dingin:


"Lu Ciqiu, berlutut kau!"


Lu Ciqiu juga mengikuti Lu Xiaoyuan mengerutkan kening lebih banyak darinya.


Berlutut?


Sepertinya memang harus berlutut, karena dirinya masih mau hidup terus. Jika begitu, sebagai orang yang pernah hidup di abad-22, dia tidak boleh menunjukkan kecuekannya di dunia ini.


Dia pun berlutut, bukan menghadap ke Lu Xiaoyuan, tapi pada wanita tua yang duduk di kursi utama.


“Cucu memberi hormat dan menyapa Nenek.”


Dia berlutut dengan sopan, memberi hormat, menyapanya, lalu berdiri dengan sopan.


Nenek Lu mengenakan gaun biru tua sedikit ungu dan duduk tegak dengan tongkat yang dipegangnya. Rambut putih yang lebih banyak dari hitam disisir rapi dan dihiasi dengan hiasan batu giok bertatahkan emas, membuatnya tampak anggun dan mewah.


Sayang sekali wanita tua yang sombong ini sama seperti semua orang di keluarga Lu, tidak menyukai cucu perempuan yang kedua ini. Tidak ada alasan lain, hanya karena dia dilahirkan oleh Pei Qing.


Melihat Lu Ciqiu memberi hormat padanya, Nenek Lu membunyikan “Hmph!” dan mengabaikannya. Lu Xiaoyuan membentaknya lagi:


"Aku sedang berbicara denganmu! Apa kamu tidak mendengarnya?"


Terlihat bahwa Ayah ini tidak memiliki kasih sayang padanya. Dia tidak mengerti, padahal putrinya tumbuh besar di depannya. Kenapa dia tidak menyukainya?


Namun, dia tidak peduli dan melihat ke arah Ayahnya dengan serius.


“Jawab Tuan, tidak peduli siapa yang duluan berbicara denganku, jika Nenek masih duduk di sini, sebagai cucunya, saya harus memberi hormat dan menyapanya duluan. Ini adalah ajaran sopan santun! ”

__ADS_1


Lu Xiaoyuan terdiam sejenak dan tidak tahu bagaimana menjawab kata-katanya. Lu Ciqiu membahas sikap berbakti dengannya, tidak mungkin dia berkata dirinya telah berbuat salah.


Dia membalasnya dengan menjawab “Tuan” sungguh tidak memberi muka padanya yang sebagai kepala keluarga di sini.


Suasana menjadi canggung beberapa saat. Yunshi pun segera berkata:


“Nona Kedua sungguh patuh dan sopan”.


Lu Ciqiu menganggukkan kepala.


“Iya, Ibuku telah mengajariku dengan baik.”


Ekspresi Yunshi berubah dengan cepat dan cukup menarik.


Mendengar kata-kata itu, Lu Qingcheng melirik kedua mayat yang di bawah lagi, ragu sejenak, dan berkata:


“Apakah Adik Kedua menyalahkan Ayah karena menggantikan posisi Nyonya Besar? Dik, kami sudah mendengar masalah yang terjadi pada Nyonya Pei. Aku tahu kamu gelisah, namun kamu juga tidak boleh melampiaskannya ke Ayah karena hal itu.”


Perkataan ini dengan mudah membangkitkan amarahnya Lu Xiaoyan. Malah Lu Xiaoyuan mempercayai perkataannya. Segera dia menunjuk ke arah Lu Ciqiu dan berkata:


“Kamu ingin membawa kesialan pada siapa dengan pakaian seperti itu!”


“Ayah, bagaimana boleh Ayah berkata demikian? Ibuku adalah Istri Pertamamu aa...!”


Dalam hatinya berpikir:


"Berakting? Aku juga bisa!"


“Hmph! Istri penghinaan! Dia adalah aib bagi Keluarga Lu!”


“Ayah jangan berkata begitu, itu akan mendatangkan hukuman mati!” Lu Ciqiu segera menjadi cemas.


“Hari ini Pangeran ke-11 berkata di depan umum bahwa seluruh Keluarga Pei penuh kesetiaan pada Negara. Jika Ayah menggunakan alasan ini mengatakan Ibuku adalah istri penghinaan, bahkan aib bagi Keluarga Lu, itu berarti mengucapkan hal yang bertentangan dengan keluarga Kerajaan. Ini adalah hukuman berat!”


Setelah selesai, dia melirik ke Lu Qingcheng.


“Kakak Pertama jangan berkata mengenai Ayah menggantikan posisi Nyonya Besar. Kamu ingin mati, namun tidak bagi Ayah dan Nenek. Jangan menyeret kami ikut mati denganmu.”

__ADS_1


Begitu kata-kata ini keluar, Lu Qingcheng panik saat itu, segera berdiri, dan berkata dengan mata merah:


“Ayah, Qingcheng tidak bermaksud begitu...”


Lu Xiaoyuan mengangguk kepalanya, dia tahu putrinya tidak bermaksud begitu. Namun, saat ini dia tidak tahu bagaimana menjawab kata-kata Lu Ciqiu.


Dia baru saja kembali dari Rapat Kerajaan dan hanya mendengar mengenai Lu Ciqiu membunuh selirnya Putra Mahkota. Namun, dia tidak tahu bahwa Pangeran ke-11 ada berkata Keluarga Pei penuh kesetiaan pada negara.


Bukankah Pangeran ke-11 terluka parah? Kapan dia mengatakannya?


Dia memandang Lu Ciqiu dengan pertanyaan di matanya.


Lu Ciqiu tidak menunggu dia untuk mengajukan pertanyaan dan berkata padanya lagi:


"Mungkin di mata Ayah hanya ada Putra Mahkota saja, tetapi dia sama sekali tidak menganggapmu. Dia bahkan mengadakan upacara penyambutan Istri Sah pada selir biasa.”


“Aku tidak peduli siapa yang dia nikahi, namun yang membuatku marah itu karena dia memandang rendah Ayah. Jadi meskipun aku memang tidak menginginkan pernikahan ini, tapi aku tetap akan menghentikan tandunya dengan mempertaruhkan nyawaku.”


“Anda adalah Menteri Kiri, jika dia melakukannya, di mana muka yang akan Ayah letakkan? Bukankah itu menjadi bahan tawaan seluruh Ibu Kota sini? Aku tidak ingin hal itu terjadi. Dia memang Putra Mahkota, namun di hatiku, Ayah adalah langitku! Adalah kebanggaanku!”


Lu Xiaoyuan menjadi terdiam setelah dipuji seperti begitu.


Jadi, bagaimana melanjutkan pembicaraan ini? Dia masih belum bertanya, malah dilawan olehnya. Jika dia melanjutkan pembahasan Putra Mahkota, bukankah itu memalukannya?


Omong-omong, apa yang Putra Mahkota lakukan hari ini benar-benar membuatnya marah. Namun dia adalah Putra Mahkota. Bahkan membuat masalah ini menjadi kacau, adalah putri yang dia benci.


Padahal dia berencana menutup mata dan membiarkan masalah itu lewat begitu saja. Tidak disangka, dia malah melakukan hal yang buruk.


Membunuh selir kesayangan Putra Mahkota...


Putra Mahkota pasti akan menghitung permasalahan ini. Dia ingin sekali mencekik Lu Ciqiu. Melihat wajah Lu Xiaoyuan yang memerah karena emosi, Yunshi dengan cepat menghiburnya:


"Tuan, jangan marah, Nona Kedua masih muda. Ke depannya aku pasti akan mengajarinya dengan baik.”


Lu Qingcheng ingin membongkar kebohongan Lu Ciqiu pada Ayahnya. Jelas-jelas dia ditipu Lu Xiyan dan pergi menghentikan tandu. Mana ada dia peduli pada Ayah?


Namun dia tidak boleh berkata begitu. Karena dialah yang memberi kabar Putra Mahkota akan menikah pada Lu Xiyan. Dan Lu Xiyan memakai alasan ini beri tahu padanya agar Lu Ciqiu pergi membuat masalah. Hal ini juga yang dia sendiri inginkan.

__ADS_1


Dia berpikir Putra Mahkota yang sombong itu dapat membunuhnya, namun tidak disangka Lu Ciqiu malah membunuh selir Putra Mahkota...


__ADS_2