DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Menang lagi


__ADS_3

Lu Ciqiu secara tidak sadar ingin menolaknya, tetapi kata-kata Yan Qianjue "Kemarilah" mengingatkannya kembali.


Saat itu dia menarik selirnya Putra Mahkota dan Putra Mahkota berteriak untuk membunuhnya. Pangeran ke-11 menghentikan semua pasukan yang sedang ingin membunuhnya.


Lalu melambaikan tangan padanya seperti sekarang ini dan berkata padanya, “kemarilah”.


Lu Ciqiu tanpa sadar berjalan ke arahnya. Yan Qianjue tampak sangat puas, dengan senyuman di sudut bibirnya yang tidak diketahui banyak orang.


Dia berdiri di depan tandu. Kemudian para orang-orang istana itu menurunkan tandu di bawah perintahnya Yan Qianjue.


Orang-orang Keluarga Lu pun langsung membalikkan badan dan berlutut menghadap ke Pangeran ke-11.


Terlihat Yan Qianjue bangun dan keluar dari tandu, kemudian meletakan sebuah cambuk di tangannya Lu Ciqiu. Lalu dengan pelan menopang bahunya dan membalikkan tubuhnya. Yan Qianjue sedang berada di belakangnya Lu Ciqiu dan menghadap ke seluruh orang-orang Keluarga Lu.


Dia memeluknya dari belakang, memegang tangan kanannya yang sedang memegang cambuk, meletakkan dagunya di atas kepalanya dan berkata kepadanya kata demi kata:


“Lu Ciqiu, aku bertanya padamu. Apakah keluarga ini masih bisa ditinggal? Jika bisa, bersikaplah seperti dirimu yang biasanya. Jika tidak, aku tidak keberatan untuk memberikanmu sebuah kediaman yang baru.”


Dia tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. Namun dia merasa bahwa pria ini sedang memeluknya dari belakang membuatnya sedikit kaget.


Perasan kaget ini juga membuat jantungnya berdebar dengan kencang.


Dia sungguh ingin menjelaskan reaksinya ini dengan istilah kedokteran. Namun otaknya sedang tidak bekerja baik saat ini. Dan dia tidak dapat mengingat istilah profesional apa pun. Yang dia ingat hanyalah tersisa dua kata, “Seorang pria”.


Di kehidupan dulu dan sekarang, ini adalah pertama kalinya seorang pria mendekatinya seperti ini, yang sampai membuatnya sedikit tidak tahu harus berbuat apa.


Melihatnya diam, Yan Qianjue tidak tahu apa yang dia pikirkan, jadi dia tersenyum ringan, kemudian mengencangkan tangan yang sedang menggenggamnya :


"Hari ini kamu lebih hidup dari hari itu dan aku senang melihatmu sekarang. Namun, ada beberapa hal, aku pikir masih harus mengajarimu secara pribadi."


Dia mengangkat tangannya dan mengarahkan cambuk ke arah Lu Xiaoyuan. Lu Ciqiu tiba-tiba merasakan kekuatan di lengannya dan cambuk di tangannya mengayun ke arahnya Lu Xiaoyuan.


Plaakkkk!!!!


.....


Cambuk itu mengenai tubuhnya Lu Xiaoyuan. Dia tidak berani menghindar dan hanya bisa menerimanya. Dia berlutut sambil gemetar menahan kesakitan dan berkata:


“Pangeran ke-11, jangan marah.”


Yan Qianjue mendengus dingin.


“Lu Xiaoyuan, beraninya kamu menghina calon istriku di hadapanku. Apa kamu merasa bersalah!”

__ADS_1


“Hamba... bersalah...” Lu Xiaoyuan hampir mati ketakutan.


Dia tidak pernah begitu setakut ini saat menghadapi Kaisar, tetapi menghadapi Pangeran ke-11 membuatnya takut dari lubuk hatinya. Karena kaisar akan memikirkan situasi di Istana dan tidak akan macam-macam padanya. Namun Pangeran ke-11 tidak mempedulikan semua itu. Jika dia berniat untuk membunuhnya, dia bisa melakukannya di tempat.


“Hamba mohon Pangeran ke-11 untuk mengampuni hamba kali ini, hamba tidak akan berani lagi.”


Dia memohon dengan getir, bahkan seluruh keluarga Lu memohon dan berlutut lebih rendah lagi di depannya Yan Qianjue.


Yan Qianjue sama sekali mengabaikan orang-orang ini, dia hanya menundukkan kepalanya sedikit dan bertanya pada Lu Ciqiu: "Apakah kamu sudah mempelajarinya?"


Lu Ciqiu mengangguk, “Sudah."


“Bagus, jika sudah bisa, kamu bisa melakukannya sesuka hati. Jangan biarkan dirimu diperlakukan tidak adil di sini. Aku sangat kagum melihatmu saat membunuh selir Putra Mahkota itu. Kenapa kamu menjadi berhati lembut saat kembali ke rumah?”


Setelah dia selesai berbicara, dia melepaskan tangannya, mengambil cambuknya dan mundur selangkah.


Lu Ciqiu menghela nafas lega, kesadarannya pun telah kembali.


Apakah dia berhati lembut? Tentu saja tidak. Jika bisa melakukan semuanya kemudian kabur, dia pasti membunuh semua keluarga Lu dalam semalam.


Namun bagaimanapun juga, dia ingin harus bertahan hidup di keluarga ini. Karena dia ingin bertahan hidup, caranya tidak boleh terlalu ekstrim.


Setidaknya Pangeran ke-11 bisa melakukan cambuk seperti ini pada Lu Xiaoyuan, tapi dia tidak bisa. Karena dia seorang wanita, dia harus mengikuti aturan di zaman ini.


“Meskipun aku terluka parah, namun juga bukan mau mati. Lu Xiaoyuan, jangan berpikir terlalu dini. Menurunkan pangkat Istri sah, menaikkan pangkat istri kedua, bahkan memperlakukan putri sah dengan kasar, dan juga... Suatu hari, aku akan membiarkanmu mati dengan jelas.”


Setelah dia selesai berbicara, dia kembali ke tandu dan orang istana yang membawa juga mengangkat tandu itu lagi.


Lu Ciqiu mundur dua langkah dan hendak mengantar Pangeran ke-11 yang mulai menjauh dari kediaman. Saat ini Yan Qianjue berkata padanya lagi.


“Untuk Titah Pernikahan itu, kamu bisa memikirkannya lagi. Dengan Keluarga Lu yang bersamamu ini, mungkin tidak buruk bagimu untuk menikah denganku. Aku pamit dulu, kamu... hati-hati.”


Tandu yang berkilauan itu telah pergi jauh. Awalnya Wei Li berencana untuk pergi dengan Yan Qianjue, namun dia masih memiliki beberapa hal yang belum dia jelaskan. Jadi dia selangkah lebih lambat pergi dari sini.


“Pangeran ke-11 sampai datang ke kediaman secara pribadi, terlihat bahwa dia sangat mementingkan Titah Pernikahan ini. Jadi Tuan Menteri Kiri...”


Belum menunggu Wei Li selesai bicara, Lu Xiaoyuan langsung menjawabnya.


“Besok saya akan segera menambahkan Pei Qing ke dalam silsilah keluarga Lu.”


Wei Li merasa ketulusannya masih tidak cukup:


"Nyonya Besar Pei meninggal untuk Kerajaan, apakah keluarga Lu sudah mulai mempersiapkan pemakaman?"

__ADS_1


Lu Xiaoyuan terpaksa berkata:


“Sudah dalam proses pelaksanaan.”


“Tanggal berapa pemakamannya? Sekarang Nona Kedua adalah tunangannya Pangeran ke-11, statusnya lebih berharga dari sebelumnya. Nyonya Besar Pei merupakan pahlawan di Kerajaan Nanyue. Pada saat itu, orang-orang di Ibukota akan datang melayat dan memberi belasungkawa.”


“Tolong beritahu aku tanggalnya, nanti akan kuberitahu pada Kaisar dan Pangeran ke-11. Setidaknya Pangeran ke-11 pasti akan datang.”


Lu Xiaoyan menjawab dengan ragu.


“Setelah li... lima hari?”


“Baik! Sudah ditentukan, lima hari lagi!”


Wei Li langsung membuat keputusan ditempat, membuat keluarga Lu menjadi bingung sesaat.


Mereka sama sekali belum menyiapkan apa pun dan akan ada pemakaman besar dalam lima hari? Apa yang harus mereka lakukan?


Wei Li tidak peduli pada mereka dan mencari alasan untuk Nona Kedua yang telah menolak Titah Kekaisaran ini.


“Masalah hari ini telah datang terlalu mendadak, mungkin telah mengagetkan Nona Kedua. Tidak masalah, saat pertama kali masih bingung. Pada saat menerima titah kedua kali, Nona Kedua pun sudah berpengalaman dan tidak bingung lagi. Tunggu saat saya datang membawakan titah lagi, Anda pasti sudah siap mental menerimanya.”


“Mengenai masalah ini, Kaisar dan Pangeran ke-11 juga tidak melakukannya dengan baik. Seharusnya mereka memberitahu pada Anda dan memberi waktu pada Nona Kedua untuk memikirkannya terlebih dahulu. Saat Anda telah setuju, baru menerima Titah Pernikahan ini. Saya segera kembali dan memberitahu hal ini pada mereka, bahwa akan membuat perubahan.”


“Karena menganugerahkan pernikahan, seharusnya dilakukan dengan ketulusan. Bahkan mahar pun tidak membawa ke sini, malah menginginkan Nona Kedua untuk menyetujui Titah Pernikahan ini, bukankah ini seperti sedang merampas seorang wanita untuk menikah?”


“Kemudian mengenai masalah Putra Mahkota. Pertunangan ini harus dengan resmi dibatalkan dan menganugerahkan pernikahan lagi.”


“Bagus, seharusnya menjalani proses seperti ini. Nona Kedua, maaf telah mengganggu waktu Anda. Saya pamit dan kembali ke Istana dulu.”


Wei Li berkata sambil berjalan keluar


“Aku harus melaporkan seluruh masalah Keluarga Lu ini pada Kaisar sekali lagi. Setelah Pangeran ke-11 sudah pulih, Kaisar pun dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi Tuan Menteri Lu."


Lu Xiaoyuan sedikit pusing, untungnya ada Nyonya Yun di sebelahnya dan memapahnya. Saat dia bersama dengan Pei Qing, dia selalu marah padanya. Akhirnya Pei Qing telah pergi, namun putri keduanya ini seperti dirasuki oleh Pei Qing dan terus membuatnya emosi.


Belum sampai tiga hari, dia sudah mulai tidak tahan dengan Lu Ciqiu.


Pada saat ini, Nyonya Tua Lu mengingatkannya:


"Kasim Wei akan pergi, kamu harus mengantarnya pergi. Tandu Pangeran ke-11 juga seharusnya tidak pergi jauh,"


Meskipun Lu Xiaoyuan sangat tidak bersedia melakukannya, namun dia juga tidak punya pilihan lain. Dia bangun dengan kesakitan karena cambuk barusan dan mengejar jejaknya Wei Li yang telah sampai di gerbang pintu kediaman. Dan ternyata Kasim Wei memarahinya lagi sebelum pergi....

__ADS_1


__ADS_2