DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Siapa yang datang?


__ADS_3

Air mata Nyonya Tua Lu langsung mengalir dalam sekejap. Kemudian dia mengangkat tongkatnya dan mengarahkan ke putranya sambil memarahinya.


“Dasar tidak memiliki hati nurani! Apa kamu sudah lupa bagaimana kamu menduduki jabatan Menteri Kiri ini? Apa kamu lupa semua itu berkat adikmu yang masuk ke Istana berkata baik di depan Kaisar! Lu Xiaoyuan! Apa kamu memiliki sifat kemanusiaan???”


Nenek Lu menjadi gila karena cemas. Kekuatannya sedikit demi sedikit semakin kuat memukul tubuh putranya. Situasi di Aula Minyue terlihat kacau.


Lu Xiaoyuan merasa ini memalukan baginya, namun dia juga tidak berani membantah. Nyonya Yun ingin ke tempatnya dan membantunya, namun ikut dipukul juga.


Sambil memukul putranya, Nyonya Tua juga tidak lupa memberi hukuman ke Lu Xiyan dan Nyonya Kang.


“Masih belum seret mereka pergi?!”


Lalu pengawal pun menyeret mereka, Lu Ciqiu yang sudah dipapah duduk oleh pelayannya, akhirnya punya kesempatan untuk mengatakannya.


“Sekalian juga bawa pergi dua mayat ini.”


Nenek Lu memberi perintah.


“Dengar perkataan Nona Kedua.”


Mereka pun mengerti. Segera mereka menyeret Lu Xiyan dan Nyonya Kang, bahkan membawa pergi dua mayat itu dari Aula Mingyue.


.........


Pada saat keributan terjadi, pengurus rumah berlari dengan panik masuk ke sana.


“Tuan, Nyonya Tua, ada orang dari Istana datang ke sini.”


Gerakan Nenek Tua pun berhenti. Lu Xiaoyuan tidak memeriksa lukanya dan langsung bertanya:


“Siapa yang datang?”


Pengurus rumah berkata:


“Beberapa kasim.”


Lu Xiaoyuan langsung berjalan mengarah ke Lu Ciqiu dan melototinya.


“Dasar pembuat masalah! Hari ini aku akan menyerahkanmu pada mereka! Jika kamu memang bernyali, cobalah jelaskan ke depan Kaisar!”


Setelah selesai berbicara, dia melangkah maju, meraih kerahnya dan hendak membawanya keluar.


Pada saat itu juga, halaman aula luar terlihat seorang pelayan memandu ketiga kasim itu berjalan masuk ke dalam.


Pemimpin kasim itu terlihat berusia 17-18 tahun. Kasim yang selalu berada di sisi Kaisar bernama Wei Li.


Saat ini, dia melihat Lu Xiaoyuan yang sedang membawa seseorang ditangannya. Dia terkejut dan melangkah maju dengan cepat dan bertanya:


“Apakah ini Nona Kedua Keluarga Menteri Kiri, Lu Ciqiu?”


“Apa?” Jawab Lu Ciqiu dengan heran.

__ADS_1


“Kasim Wei, sebenarnya saya membawa dia menyerahkan ke kalian untuk dihukum.” ujar Lu Xiaoyuan.


Nenek Lu sekejap merasa dia pasti bukan putra kandungnya.


Ternyata, Kasim Wei juga berpikir yang sama juga.


“Apa maksud Menteri Lu?”


“Cepat lepaskan tanganmu! Jangan sampai melukai Nona Kedua.”


Setelah mendengarnya, Lu Xiaoyuan merasa heran, sekalian dia pun melepaskan tangannya dari Lu Ciqiu.


Wei Li langsung mendekatnya dan melihat Lu Ciqiu sambil bertanya:


“Apa Nona Kedua baik-baik saja?”


“Apakah Nona Kedua terluka?”


“Ada apa dengan dahi Nona Kedua?”


“Siapa yang memukulmu?”


Shuanghua sangat pintar membela untuk Nonanya, setelah mendengar pertanyaan itu, dia langsung menjawabnya.


“Barusan, Tuan memukulnya dengan melempar cangkir teh.”


“Menteri Lu yang memukulnya? Menteri Lu, apa kamu gila?”


Mulutnya Wei Li terlatih karena telah lama mengikuti Kaisar. Saat di dalam Istana, dia memang takut Kaisar dan mengerti statusnya. Namun, begitu keluar dari Istana, dia tidak akan takut pada siapa pun. Pokoknya Pangeran ke-11 juga sudah mengatakannya. Jika ada masalah besar, akan dibantu sama Kaisar. Jadi, apa juga yang dia takuti?


“Dia telah membunuh selirnya Putra Mahkota.”


“Selir itu terbunuh, yah sudah. Jangan-jangan mau Nona Kedua membayar nyawa untuk selir itu?” ujar Kasim Wei.


Wei Li mengatakannya sambil mengerut keningnya.


“Itu hanyalah selir tanpa status yang diakui. Putri sah Kediaman Lu mau membayar nyawa untuknya? Dari dulu sampai sekarang, tidak ada aturan yang seperti itu!”


“Lalu, sebenarnya Putra Mahkota yang duluan mengikat Nona Kedua di atas tembok. Juga Putra Mahkota yang mengadakan upacara penyambutan istri sah pada selirnya.”


“Jika dikatakan hal ini, sebenarnya Keluarga Kerajaan yang bersalah pada Nona Kedua. Nona Kedua tidak hanya tidak bersalah, dia juga telah diperlakukan tidak adil.”


“Aduh, Kasim Wei, jangan berkata begitu...” Ujar Lu Xiaoyuan.


“Cih!”


Wei Li menatap sinis kepadanya.


“Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Perkataan yang dikeluarkan dari mulut aku ini, juga mewakilkan perkataan dari Kaisar.”


“Lalu, aku penasaran makanya ingin bertanya pada Anda. Kenapa Menteri Lu mempersulit Nona Kedua? Anda adalah Ayahnya. Setelah terjadi hal ini, apa Anda tidak merasa kasihan padanya? Kamu tidak marah karena hal yang terjadi pada Nona Kedua?”

__ADS_1


“Kamu harus tahu, Putra Mahkota berbuat seperti ini, itu menampar muka Anda, mempermalukan Anda.”


“Tidak berani, tidak berani...” Dengan cepat Lu Xiaoyuan membalasnya


“Menteri Lu begitu mudah ditindas, ya?”


Dalam hati Wei Li hampir ingin tersenyum.


“Jika hari ini Nona Kedua tidak menghentikan tandu, mungkin Menteri Lu sudah menjadi bahan tawaan seluruh Ibu Kota.”


“Nona Kedualah yang membantu Anda tidak kehilangan muka. Mendengar hal ini, Kaisar saja juga ikut terharu...”


“Namun, Anda tidak hanya tidak berterima kasih padanya, malah menutup pintu dan memukul putri kandung. Ini sungguh membuat orang lain meremehkanmu.”


Wei Li sama sekali tidak memberi muka pada Lu Xiaoyuan. Apanya Menteri Kiri. Dia sama sekali tidak mengganggapnya. Seumur hidupnya, hanya untuk melayani Kaisar saja.


“Tidak bisa melindungi putri sendiri, bagaimana melindungi semuanya?”


“Melindungi semuanya?” Tanya Lu Xiaoyuan dalam hati.


“Apa maksud perkataan ini?”


“Hanya asal ngomong saja.”


Wei Li dengan sombong mengangkat sedikit dagunya.


“Jika Anda tidak suka mendengarnya, bisa melaporkan ke Kaisar untuk menghukumku. Jika Kaisar mendengarkanmu, maka aku kalah.”


“Mana berani aku lapor. Kamu saja sudah berkata Kaisar sampai terharu. Dan perkataanmu mewakili Kaisar. Bagaimana aku melaporkannya?” pikir Lu Xiaoyuan dalam hati.


Lu Xiaoyuan sangat kesal. Dia yang sebagai Menteri Kiri malah diberi pelajaran sama seorang kasim? Mana mungkin dia mengatakannya. Bahkan dia tidak bisa berbuat apa pun pada satu kasim yang ini.


Kasim ini dibesarkan oleh Kaisar. Saat usia 3 tahun memakai pakaian Kaisar berkeliaran ke mana-mana. Berusia 5 tahun lompat ke sungai menangkap ikan dengan Pangeran ke-11. Bahkan dia menang berkelahi dengan Putra Mahkota saat berusia 8 tahun.


Kasim seperti itu datang memarahinya, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya.


Wei Li merasa heran.


“Sungguh tidak dimengerti. Ada putri yang begitu baik dan susah ditemui. Kenapa kalian malah tidak menghargainya?”


Selesai mengatakannya, Wei Li melihat satu per satu keluarga Lu dan berhenti ke arah Nenek Lu. Pada masalah ini, Nenek Lu sangat mengerti situasi dari putranya. Dia pun segera berkata:


“Saya juga sangat menyukai A Qiu. Barusan mengangkat status Ibunya menjadi Istri sah, beserta status sah A Qiu dan adiknya.”


“Bagus, Nyonya Tua Lu memang mengerti keadaan. Tapi....”


Perkataan “Tapi” dari Kasim Wei membuat seluruh yang di Keluarga Lu mulai khawatir, selain Lu Ciqiu. Kemudian Wei Li berkata:


“Tapi, bukankah Nona Kedua memanglah putri sah? Ibunya juga memang istri sah Menteri Lu. Apa maksudnya mengangkat statusnya?”


“Apa yang sebenarnya kalian lakukan?”

__ADS_1


“Menteri Lu, kamu yang melakukan hal ini juga?”


.....


__ADS_2