
Seseorang terlihat sangat cantik seperti Dewi yang turun dari langit. Pada saat ini Lu Qingcheng mempercepat langkahnya dan berjalan keluar. Sambil membujuk Adik Kelimanya “Lu Xiyan” dan berkata:
“Pangeran ke-11 pulang membawa kemenangan. Tidak salah jika kita pergi melihatnya. Namun, bagaimanapun juga kita adalah gadis yang belum menikah. Jadi ingat, saat berlutut kita harus menyambutnya dari jauh di dalam gang. Jangan mendesak sampai ke depan. Lalu, cepat pakai penutup wajahmu. Seperti apa jadinya jika kita dilihat oleh orang lain? Kita harus...”
Lu Qingcheng, Nona Pertama Keluarga Lu yang disebut bagaikan Dewi oleh semua orang sedang merapikan topi putih yang menutup wajahnya. Sambil berbicara dan berjalan, tiba-tiba dia berhenti setelah melihat Lu Ciqiu yang berdiri tepat di depan pintu rumah mereka. Ekspresi terkejut Lu Qingcheng tampak seperti melihat hantu.
“Ehhh, Adik Kedua!”
Namun, dengan cepat dia mendapatkan kembali ketenangannya dan bergegas pergi untuk memegang tangannya Lu Ciqiu.
"Adik Kedua, ke mana kamu pergi?”
“Mengapa terluka di dahi kepalamu? Ada orang yang menyakitimu?"
Sebelum Lu Ciqiu menjawabnya, Lu Xiyan pun berteriak:
"Lu Ciqiu? Putra Mahkota tidak membunuhmu?"
Lu Qingcheng berpura-pura bingung.
__ADS_1
"Apa maksud Adik Kelima?"
"Hari ini, Putra Mahkota menikahi selirnya dengan upacara pernikahan yang seperti menyambut Istri Sahnya. Aku pikir, sangat disayangkan jika Kakak Kedua tidak pergi menonton upacara besar seperti itu. Makanya aku baik hati memberi tahu padanya tentang hal ini agar dia pergi melihatnya.” ujar Lu Xiyan.
Lu Qingcheng mulai cemas.
“Adik Kelima, bukankah sudah kuberi tahu bahwa hal ini jangan beri tahu ke Adik Kedua, jangan sampai dia bersedih. Kenapa kamu....”
“Aiyah, Kakak Pertama, jika aku tidak beri tahu, dia masih bermimpi menjadi Putri Mahkota. Juga tidak sadar seperti apa status dirinya sekarang ini? Dia terlahir membuat menjijikkan orang lain.”
Lu Xiyan mulai mengejeknya.
“Cih, kamu bermimpi saja!”
Dia berbicara semakin keras.
“Lu Ciqiu, mulai sekarang kamu hanya cocok hidup di sudut yang gelap. Tanpa sinar matahari yang memancar ruanganmu sepanjang tahun! Dan perlahan-lahan, kamu yang berada di dalam mulai berjamur dan ditutupi banyak belatung di sana!”
“Semuanya akan melupakanmu dengan cepat! Dan mulai sekarang, di keluarga kita hanya ada satu Putri Sah saja, itu adalah Kakak Pertama!”
__ADS_1
Dengan cepat Lu Ciqiu mendekat ke arahnya, lalu...
Plak! Plak!
Lu Ciqiu meraih kerah Lu Xiyan, mengangkat tangannya dan memberi dua tamparan kepadanya. Tamparan yang dikeluarkan sangat kuat, sampai wajahnya Lu Xiyan membengkak merah dan sudut mulutnya mengalir darah.
“Adik Kedua, kamu...”
“Tutup mulutmu!”
Lu Ciqiu menatap Lu Qingcheng dengan ganas dan tatapannya berpindah ke Adik Kelimanya.
“Biarkan saja jika aktingmu begitu jelek. Tapi, malah kamu banyak mengeluarkan kata-kata. Jika bicara omong kosong lagi, aku akan mencabut gigimu!”
Dia pasti akan menghitung permasalahan ini, namun bukan sekarang.Luka di tubuhnya harus cepat disembuhkan.
Luka fatal pemilik tubuh ini sudah tertunda lama sampai sekarang ini, dia sudah tidak memiliki banyak kekuatan lagi untuk menghadapi Keluarga Lu.
Tentu saja ada beberapa hal yang harus dilakukan, tapi tidak buru-buru. Setelah dia pulih dari lukanya, Keluarga Lu harus menghadapi kenyataan ini——
__ADS_1
Bahwa dia, "Lu Ciqiu" telah datang dan tidak boleh diremehkan!