
Selain itu, suntikan dan obat sebelumnya yang dia ambil saat dia menyelamatkan Dong'an juga muncul baru lagi di tempat dia mengambilnya.
Penemuan ini membuat Lu Ciqiu sangat gembira, lalu dia memiliki sebuah ide yang muncul di benaknya dan dia segera mulai mencobanya.
Dia terus mengambil barang-barang dari klinik. Tidak hanya obat-obatan, tetapi juga peralatan, bahkan meja dan kursi, kemudian dia pergi ke kulkas yang di ruang tamu dan mengambil beberapa makanan di dalamnya.
Sudah dia duga. Seperti yang dia pikirkan, bahwa semua barang yang diambil akan diisi ulang secara otomatis setelah lima belas detik. Apa yang telah diambil akan otomatis tambah lagi dan sama persis dengan sesuatu yang diambilnya.
Awalnya, dia khawatir barang-barang di klinik akan habis suatu hari. Sekarang dia pun tidak khawatir lagi. Ada kemampuan tambahan otomatis ini, semua yang di sini pun tidak akan semakin berkurang.
Lu Ciqiu mencoba membuka pintu depan klinik. Namun, dia tidak bisa mendorongnya. Melihat ke luar jendela, juga tidak ada apa-apa di luar sana, gelap gulita. Mungkin ini adalah ruang indenpenden. Dia tidak tahu kenapa bisa ikut datang bersamanya ke sini.
Itu mungkin hadiah dari Tuhan untuknya. Atau mungkin ganti rugi atas kematiannya yang terlalu dini di kehidupan sebelumnya.
Dia kembali ke apotek lagi, kali ini dia mengambil sebotol ramuan untuk memulihkan kekuatan fisik dan meminumnya. Setelah tubuh perlahan pulih, sisa kelelahan akhirnya tersapu bersih.
Dia meregangkan tubuhnya dan terdengar suara sendi pada jarinya.
Krek! Krek!
Akhirnya, dia pun memiliki energi yang cukup untuk menghadapi hantu-hantu jahat Keluarga Lu.
Jika di Kediaman Lu ini adalah Neraka di bumi, maka dia harus memberi tahu ke hantu-hantu itu, siapa “Raja Neraka” di sini!
Sreeet...
Ada suara dari dunia luar! Dia segera menggerakkan pikirannya lagi dan kembali ke kenyataan. Jangan sampai mereka panik setelah melihat dia menghilang.
Lalu dia menyadari bahwa anak di sampingnya sedang membalikkan badannya. Kemudian anak itu benar-benar melekat ke tubuhnya. Dan terus mengigau, yang dia katakan:
“Emmm, Kakak....hm.. Ibu.....”
Sebenarnya, dia maunya Kakak atau Ibu?
Dia melihat anak yang memeluknya sambil menggelengkan kepala. Meskipun dia meninggal di usia 28 tahun, itu tidak berarti dia bisa merawat anak kecil. Dia berpikir dalam hidupnya, tidak akan pernah muncul adanya rencana yang berhubungan dengan anak kecil di masa depannya.
Itu memang rencana di kehidupan sebelumnya. Namun, bukankah sekarang sudah di kehidupan keduanya?
Sambil menghela nafas pasrah, Shuanghua di luar segera bertanya:
"Nona, ada apa?"
__ADS_1
“Tidak apa-apa, Xuan’er sedang mengigau.”
Begitu dia selesai berbicara, anak di sampingnya bangun dan tiba-tiba duduk, kemudian menatapnya dengan bingung.
"Kakak?"
Kemudian dia memeluknya dan menangis dengan keras.
Lu Ciqiu terkejut olehnya. Tanpa sadar ingin mendorong anak itu menjauh. Namun pada akhirnya dia pun menepuk pelan di punggungnya.
Shuanghua membuka tirai dan ingin memeluk Lu Rongxuan. Namun Lu Ciqiu melambaikan tangannya.
"Tidak apa-apa, biarkan dia menangis sebentar. Setelah habis menangis, dia masih harus terus tinggal di rumah yang menyedihkan ini."
Dia mengulurkan tangan dan menyentuh dahi anak itu. Sudah tidak demam lagi, obat demam sudah bekerja dengan baik.
Tepat ketika dia hendak memberi tahu Shuanghua untuk mengambilkan makanan untuk anak itu, pada saat ini tendengar seseorang yang memanggil di luar pintu.
"Nona Kedua, Tuan sudah kembali, silakan pergi ke Aula Mingyue ..."
“Aula Mingyue” adalah aula depan Kediaman Menteri Kiri.
Ketika Lu Ciqiu membuka tirai, dia melihat Shuanghua dan Dong’an berdiri di pintu dengan mengangkat kursi. Melihat gerakan mereka itu, jika seseorang di luar mendesak lagi, mereka akan bergegas keluar untuk bertarung mati-matian.
Dia turun dari kasur, menepuk Dong’an dan berkata:
"Kamu tinggal di sini untuk menjaga Tuan Muda. Ingat cara kamu memegang kursi sekarang ini. Jika seseorang berani melakukan sesuatu kepada Tuan Muda saat aku tidak ada, kamu banting dia dengan keras. Orang jahat di rumah ini, lebih baik bunuh satu berkurang satu. Mengerti?"
Dong’an mengangguk dengan keras.
“Saya mengerti.”
“Bagus, carikan aku pakaian.”
Sekarang dia menyesalinya. Seharusnya tadi dia mandi di dalam kliniknya. Kliniknya tidak hanya ada ruang untuk pasien. Dia memiliki ruang sendirinya. Bahkan ada kasur, dapur dan kamar pribadinya.
Shuanghua sudah pergi mengambil pakaian, orang luar mulai mendesak lagi. Dong’an pun mengikuti perintah yang barusan diberikan Nona.
“Jika kamu mendesak lagi, aku akan membantingmu sampai mati!”
Pelayan itu gemetar ketakutan setelah melihat mayat di halaman mereka. Dia pun tidak berani mendesak lagi.
__ADS_1
Akhirnya Lu Ciqiu keluar dengan mengenakan gaun putih, dengan rambut disisir ulang. Namun, karena Lu Xiyan merebut semua perhiasan di kamarnya, bahkan tusuk konde pun tidak ada. Dia pun hanya memakai kain putih dan mengikatnya di belakang kepalanya dengan rapi.
Ini terlihat seperti pergi menghadiri pemakaman saja, sampai pelayan yang datang mendesak mereka itu melihat sambil merasa ketakutan. Lu Ciqiu bertanya padanya:
"Halaman mana yang kamu layani?"
“Saya melayani di Aula Minyue untuk menyajikan teh.” Balas pelayan itu.
“Ohhh...”
Dia menggangguk, kemudian menunjuk dua mayat di halaman.
“Kupikir akan ada orang yang datang membereskan mayat itu, tidak disangka Ayah memanggilku untuk berdiskusi. Jika begitu, merepotkanmu untuk menyeret kedua mayat itu pergi bersama dengan pelayanku. Satu orang satu mayat, jangan sampai membusuk di halamanku.”
Pelayan itu berpikir:
“Berdiskusi? Tuan memanggilmu untuk berdiskusi? Apa Nona Kedua ini gila? Jelas-jelas Tuan mau menghukummu!”
Namun dia tidak berani mengatakannya. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada kedua mayat itu. Yang dia tahu, jika dia berbuat salah, maka dia akan berakhir seperti mayat itu. Kemudian dia pun menyeret salah satu kaki mayat dan pergi.
Shuanghua melihat tersisa mayat Bibi itu, dia mengatakan ketidakpuasannya.
“Dia malah sengaja memilih yang berbadan ringan.”
Lalu dia pun menyeret Bibi pengasuh itu pergi juga.
Tiga orang dan dua mayat datang ke Aula Mingyue begitu saja. Hampir membuat takut Nona Pertama, Lu Qingcheng, yang sedang duduk di sana. Yunshi segera menutup kedua mata putrinya dan berkata:
“Nona Kedua, apa maksudmu ini?”
Tahun ini, Yunshi berusia 34 tahun. Dia lebih tua satu tahun dari Pei Qing. Namun, karena Keluarga Yun berasal dari keluarga terpelajar, dia kurang terpapar sinar matahari dibandingkan Pei Qing, yang berlatih seni bela diri sejak kecil. Dan dia lebih bisa merawat wajahnya. Sehingga dia terlihat seperti berusia 27-28 tahun.
Yang dulunya masih sebagai istri kedua sekarang diangkat menjadi Nyonya Besar. Cara bicaranya dengan Lu Ciqiu pun mulai berubah. Tidak seperti dulu yang berkata dengan rendah hati.
Lu Qingcheng yang pucat karena melihat kedua mayat itu, menarik lengan Ibunya.
“Ibu, jangan salahkan Adik Kedua. Dia sudah sangat kasihan.”
Lu Ciqiu tersenyum sinis setelah mendengarnya. Dia memang Lu Qingcheng yang seperti di dalam ingatan pemilik tubuh. Terlihat bermartabat dan sopan. Setiap yang dia ucapkan dapat membuat orang percaya padanya. Setiap pandangan yang dia berikan dapat membuat orang tanpa sadar tertarik padanya.
Semua itu terjadi karena dia terlahir dengan cantik bagaikan Dewi, mata yang menawan, berwajah segitiga dan kulit seputih salju. Di bawah penampilan yang begitu indah, mudah bagi orang untuk kehilangan penilaian mereka dan secara alami membuat mereka berpikir bahwa orang yang seperti itu seharusnya orang baik.
__ADS_1
Lu Ciqiu tidak memperhatikan mereka berdua. Keterampilan akting yang kikuk seperti itu tidak bisa menarik perhatiannya sama sekali. Lebih baik dia memanfaatkan waktu tersebut untuk menilai-nilai seperti apa Ayah yang tidak tahu malu ini.