DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Makan dan minum enak


__ADS_3

Lu Xiayuan ingin berkata kenapa mengatakan dirinya yang melakukannya? Namun dipikir kembali, itu memanglah dia yang melakukannya. Keringat di dahinya semakin banyak.


Nyonya Yun tidak bisa menahannya lagi, berhati-hati dia melangkah ke depan memberi salam pada Wei Li.


“Kasim Wei, silakan duduk mencicipi teh dulu.”


“Tidak perlu! Aku masih belum selesai bicara!”


Wei Li bahkan tidak melihatnya. Yunshi juga pasrah, hanya bisa mengundurkan dirinya lagi dan lanjut mendengar perkataannya.


Namun, kali ini Wei Li tidak berkata dengan Lu Xiaoyuan, juga tidak membahas mengenai putri sah dan istri sah lagi. Dia berkata pada Lu Ciqiu:


“Tidak apa-apa, jika Keluarga Lu tidak baik padamu, Keluarga Yan (Nama Keluarga Kerajaan) akan baik pada Nona Kedua. Silakan Nona Kedua ikut hamba pergi, hamba akan membawamu pergi makan dan minum enak. Kita tidak perlu menerima perlakuan yang tidak adil di Keluarga Lu ini!”


Lu Xiaoyuan mengepal erat tangannya, kasim Wei menyebut dirinya sebagai “Aku” di depannya, namun berkata “Hamba” dengan Lu Ciqiu?


Jujur, Lu Ciqiu juga merasa heran. Awalnya dia merasa Kaisar Nanyue adalah raja yang mengerti situasi, Kaisar yang bijaksana. Namun, kenapa tiba-tiba mengubah topik pembicaraan dan mengundangku ke Istana makan dan minum enak?


Apa-apaan ini?


Dia pun mendekatkan dirinya ke Kasim Wei dan berkatanya padanya dengan suara kecil.


“Kasim Wei, kamu jujur padaku. Jangan-jangan... Kaisar tertarik padaku?”


“Itu tidak bisa! "


"Usiaku berbeda sangat jauh dengannya. Bahkan aku pernah menjadi tunangan putranya. Bagaimana pun juga dia kan tidak boleh tertarik padaku...”


“Mohon Kasim Wei membujuk Kaisar, tolong menarik kembali pemikiran tersebut.”


Wei Li pun tersenyum.


“Nona Kedua, Anda terlalu banyak pikir. Kaisar hanya merasa bersalah pada Anda dan ingin menebusmu.”


Setelah selesai bicara dengannya, dia pun melantangkan suaranya.


“Hari ini aku datang ke Kediaman Menteri Kiri untuk mewakili Kaisar meminta maaf pada Nona Kedua.”


Setelah selesai dia melambaikan tangannya, kedua kasim yang mengikutinya segera melangkah ke depan dan menyerahkan nampan yang mereka pegang.


Kemudian Wei Li melanjutkan perkataannya.


“Nona Kedua, barang-barang ini bentuk permintaan maaf dari Kaisar. Beliau berkata dia tidak mendidik putranya dengan baik, membuat Nona Kedua marah dan terluka.”


“Untuk masalah ini, bisa dibilang Kaisar yang bersalah pada Anda. Jadi hadiah penebusan ini Anda harus menerimanya. Tunggu lain kali menemuinya, Beliau akan menebus kesalahannya langsung pada Anda.”


Lu Xiaoyan yang mendengarnya terkaget.

__ADS_1


Sejak kapan Kaisar begitu dekat dengan orang? Bahkan mau menebus kesalahan?? Dia tidak pernah mendengar hal yang seperti itu selama menjadi pejabat.


Lu Ciqiu juga terdiam. Dia sudah memikirkan berbagai macam alasan jika Kaisar menghitung permasalahan Putra Mahkota padanya.


Bagaimana menyelamatkan diri dari hal ini? Bagaimana agar Keluarga Lu bisa menjadi kambing hitamnya untuk menyelamatkan dirinya beserta adiknya.


Jadi melihat sekarang ini....


sepertinya tidak perlu digunakannya.


Kaisar ini apa benar sepenuh hati atau...


berpura-pura?


Dulu, dalam buku selalu menuliskan,


“Hati Kaisar susah ditebak.”


Jadi Kaisar yang sekarang ini, dia harus bagaimana menganalisinya? Dia jadi tidak tahu harus bagaimana melanjutkannya.


Untung sebelumnya dia menyanjung tinggi Nenek Lu saat kembali ke rumah. Jadi dia pun mendapatkan balasannya.


“Kenapa melamun? Kaisar telah memberi hadiah, cepat mengucapkan terima kasih.” Ujar Nenek Lu.


Lu Ciqiu pun segera berlutut sambil mengingat kembali kalimat yang dikatakan pada serial drama yang dia nonton. Sama persis dia berkata:


....


Wei Li tersenyum dan mengulur tangan memapahnya.


“Nona Kedua, cepat bangun. Di bawah dingin, jangan sampai melukai lututmu.”


Saat ini semuanya keluarga Lu dalam hati berpikir:


“Di musim panas ini, bagaimana mungkin dingin?"


...


Lu Ciqiu pun berdiri, tanpa sadar melihat kedua nampan di depannya.


Setelah Wei Li melihatnya, dia langsung membuka kain merah yang menutupi nampan.


Di atasnya tidak hanya ada perhiasan dan obat-obat herbal untuk kesehatan, tetapi juga setumpuk uang kertas yang ditekan dengan sepotong batu giok.


Kemudian Wei Li berkata lagi.


“Semua ini diberikan oleh Kaisar, namun yang melakukan kesalahan adalah Putra Mahkota. Jadi juga ada bagian dari Putra Mahkota yang akan diberikan pada Anda. Dalam dua hari, setelah menggeledah perhiasan yang ada di Kediaman Putra Mahkota, kami akan memilih yang paling berharga untuk Anda.”

__ADS_1


“Anda jangan khawatir, Kaisar telah berkata, Putra Mahkota si bajingan itu tidak layak ditangani oleh Nona Kedua. Dia tidak layak!”


Melihat Wei Li begitu mendukung Lu Ciqiu dengan cara ini, kebencian muncul di mata Lu Qingcheng. Senyuman palsu Yunshi pun perlahan menghilang.


Lu Xiaoyuan mengerut kening memikirkan sesuatu.


Namun, hanya Nyonya Tua Lu yang bangga karena merasa dirinya yang mengerti keadaan. Meskipun tidak mengerti apa maksud dari Kaisar, namun melihat sikapnya Kasim Wei, setidaknya Kaisar tidak memperhitungkan masalah Putra Mahkota pada Keluarga Lu.


Dia pun mengingat kembali kabar beberapa bulan yang lalu. Mengenai Kaisar banyak menunjukkan ketidakpuasaannya pada Putra Mahkota. Kemungkinan besar pewaris tahta Kerajaan Nanyue akan mengalami perubahan?


“Apa yang kalian lamunkan, cepat bawa hadiah dari Kaisar ke ruang Nona Kedua. Harus hati-hati membawanya, jangan sampai menjatuhkannya.” Ujar Nenek Lu.


“Baik.. Baik...”


Selesai bicara dia melihat Lu Ciqiu.


“Para pelayan itu suka bertindak ceroboh. A Qiu, nanti kamu harus menyimpannya dengan baik.”


“Terima kasih Nek, saya mengingatnya. Saya pasti akan menyimpannya dengan baik... tidak akan membiarkan orang merebutnya...”


“Hmmm...?”


Wei Li pun mendengar ada arti dari perkataan itu.


“Apa maksudnya tidak akan membiarkan orang merebutnya? Jangan-jangan barangnya Nona Kedua pernah direbut orang?”


Dia datang ke Kediaman Lu hari ini dengan tujuan untuk mendukung Lu Ciqiu.


Kaisar sudah mengatakan, bahwa harus melakukan segala kemungkinan untuk membantunya mengatasi masalah. Jika tidak ada masalah, pikirkan cara untuk menimbulkan masalah. Pokoknya, harus membuat Lu Ciqiu mengingat kebaikan mereka. Biar dia merasakan kasih sayang, perhatian dan kehangatan dari Keluarga Kerajaan.


Semua ini dilakukan hanya untuk satu tujuan saja, yaitu membantu menyembuhkan Pangeran ke-11.


Pertempuran di Beidi kali ini sangatlah sulit. Meskipun Pangeran ke-11 telah berada di medan perang sejak dia masih kecil. Berturut-turut mengalami luka besar dan kecil, namun tidak pernah terluka parah seperti ini. Begitu Pangeran ke-11 kembali ke Istana, dia jatuh tepat di depan Kaisar.


Kaisar sangat menyayangi putra kecil ini dan sangat cemas hingga dia meneteskan air mata saat itu. Sayang sekali, tidak ada tabit kekaisaran yang bisa menyembuhkannya. Pada akhirnya, Pangeran ke-11 sendiri yang meminta Nona Kedua dari Keluarga Lu untuk menyembuhkannya.


Pada awalnya, Kaisar mengira putranya ini sakit sampai bingung. Mana mungkin seorang gadis kecil dapat menyembuhkan luka yang tidak bisa disembuhkan tabit kekaisaran?


Namun setelah dipikir-pikir lagi, itu tidak benar. Gadis Kedua dari keluarga Lu adalah cucu dari Keluarga Pei dan Neneknya adalah seorang tabit ajaib di Beidi, yang menyelamatkan hidupnya ketika dia masih muda.


Lalu dia pun buru-buru mengutus orang mengundang Lu Ciqiu untuk masuk ke Istana.


Namun dihentikan oleh Pangeran ke-11 dan mengatakan bahwa kita Keluarga “Yan” tidak ada muka untuk mengundangnya dan meminta bantuan darinya.


Itu semua karena Putra Mahkota itu telah menyinggung Nona Kedua itu!


__ADS_1


__ADS_2