DOKTER AJAIB

DOKTER AJAIB
Ruang Klinik


__ADS_3

Melihat Lu Ciqiu yang mulai melangkahi kakinya masuk ke dalam rumah, Lu Xiyan ingin mengambil kembali tamparan yang dia dapatkan. Dia sangat membenci dan menatap dengan kejam ke arah Lu Ciqiu. Saat dia mulai melangkah, dia dihentikan oleh Lu Qingcheng.


Dia merasa hari ini ada yang salah pada Lu Ciqiu. Hal ini sampai membuat Lu Qingcheng kebingungan. Ada perasaan samar bahwa ada sesuatu yang salah, namun dia tidak tahu letaknya di mana.


Menurut ingatan pemilik tubuh ini, Lu Ciqiu pun berjalan dan melewati halaman depan rumahnya. Dia berjalan ke arah timur, melewati koridor yang panjang. Kemudian dia mendengar suara kicauan burung dan bisikan para pelayan yang berdiri di koridor.


“Bagaimana Nona Kedua bisa mendapatkan luka ditubuhnya itu?”


“Aku dengar bahwa dia ditipu oleh Nona Kelima untuk pergi menghentikan tandu pernikahan Putra Mahkota di jalan. Kemungkinan besar luka itu dipukul oleh Putra Mahkota.”


“Nona Kedua sungguh malang. Sejak Nyonya Besar pergi, dia melalui hidup yang tidak menyenangkan di rumah ini.”


“Setiap orang memiliki takdirnya masing-masing. Dan mulai sekarang ini, Nyonya Besar kita adalah Nyonya Yun, bukan Nyonya Pei lagi.”


Lu Ciqiu tidak peduli perkataan para pelayan itu. Tidak peduli apa yang mereka bahas, setelah lewat hari ini dia harus mendapatkan menjelasan yang akurat.


Setelah berjalan sekitar 30 menit, akhirnya dia berhenti di sebuah halaman kecil.


Di sini adalah tempat tinggal pemilik tubuh ini. Dan perkarangan itu dinamakan “Feixue” yang artinya salju yang turun. Karena saat Lu Ciqiu dilahirkan, langit pun perlahan menurunkan salju.


Meskipun Ibunya, Pei Qing, dianggap sebagai seniman bela diri yang kasar di mata Keluarga Lu, namun dia sebenarnya memiliki semua pesona puitis yang seharusnya dimiliki seorang wanita.


Sama seperti nama Lu Ciqiu. Karena dia terlahir di musim dingin, jadi dia diberi nama Ciqiu, yang artinya “Selamat tinggal musim gugur”.


Sekarang Lu Ciqiu tidak peduli akan masalah kecil ini. Dalam ingatannya, yang dia tahu pemilik tubuh sangat menyukai kata “Feixue”.


Dia melihat ke halaman. Ada hal yang membuatnya tidak mengerti akan kejadian hari ini. Kenapa dirinya bisa bergegas lari keluar untuk menghentikan tandu? Di mana pelayan miliknya?


Saat dia sedang berpikir demikian, tiba-tiba dia terdengar suara jeritan dari halaman.


“Akkkkkk!”


Dia terkejut dan segera berjalan cepat ke halaman.


Lalu dia melihat ada seorang pelayan yang terbaring dan lukanya mengeluarkan darah yang lumayan parah. Lu Ciqiu dengan dingin melirik ke beberapa orang yang berdiri di halaman itu.


Seorang Bibi pengasuh sambil membawa pelayan muda di sebelahnya. Di sebelah ujung seberang berdiri seorang pelayan yang mengendong seorang anak laki-laki yang berumur 4 tahun.


Ingatan pemilik tubuh dengan cepat mengisi identitas mereka. Bibi itu biasanya berada di sisi "Nyonya Kang", Ibu dari Nona Kelima. Dan pelayan muda yang di sebelahnya Bibi itu adalah milik Lu Xiyan.

__ADS_1


Pelayan yang mengendong anak laki-laki itu adalah pelayan dekat pemilik tubuh, yang bernama “Shuanghua”. Dan anak yang digendongnya adalah adik laki-laki Lu Ciqiu, Tuan Muda dari Keluarga Lu yang bernama “ Lu Rongxuan”.


Dan yang terbaring dengan membawa luka parah itu juga merupakan pelayan milik tubuh, yang bernama “Dong’an”.


Dia mulai bertanya:


“Siapa yang bisa menjelaskan kejadian ini?”


Pelayan di sebelah Bibi pengasuh itu mengangkat dagunya dan menjawab Lu Ciqiu dengan tatapan meremehkan.


“Tidak ada yang perlu dijelaskan! Hanya mati seorang pelayan saja. Itu juga salah dirinya sendiri. Siapa suruh mau bersikeras menerobos ke depan!”


Bibi pengasuh itu juga menjawabnya.


“Nona Kedua, sekarang Ibumu sudah bukan Nyonya Besar lagi. Kamu harus bisa melihat situasi. Jangan tanya apa yang seharusnya tidak kamu tanyakan, juga jangan mencampuri urusan ini dan belajarlah menunduk.”


“Pelayan ini telah mati, itu juga merupakan takdirnya. Jika lain kali ada pelayan yang tidak patuh lagi, maka dia harus mati!”


“Kalian keterlaluan sekali!”


Shuanghua yang berdiri di belakang Lu Ciqiu, menangis keras dengan mata merah dan membalasnya lagi.


Dahi Lu Ciqiu berkeringat dan tubuhnya mulai semakin lemah. Dia berpikir jika kembali ke halaman tempat tinggalnya, dia pun bisa segera istirahat dan memulihkan dirinya.


Tidak disangka, malah menemukan dua orang sampah yang membuat kekacauan di sini. Dia mulai kesal dan tidak menahan diri lagi dan bertanya:


“Kalian orang dari Nyonya Kang dan Nona Kelima, bukan?”


“Benar!”


Pelayan muda itu menjawabnya dengan sombong.


“Baguslah jika begitu.”


Dia mulai melangkahi ke arah mereka. Kemudian memegang kepala pelayan itu dan langsung menghantam ke tanah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Semua orang di halaman itu terkejut! Bahkan ada beberapa pelayan dari luar halaman juga mulai datang melirik situasi di dalam karena mendengar suara benturan yang keras.


Mereka mendengar suara “Peng”, darah mulai mengalir banyak di tanah. Orang yang barusan masih baik-baik saja, langsung mati begitu saja. Tersisa Bibi yang melihat kejadian itu, berteriak ketakutan dan berbalik untuk kabur.

__ADS_1


Mana mungkin Lu Ciqiu membiarkannya kabur? Dia melempar cambuk panjang yang berada ditangannya dan menariknya kembali.


“Lepaskan aku! Apa yang mau kamu lakukan?”


“Membayar dengan nyawamu. Menurutmu, apa yang ingin kulakukan?”


“Xiaoju sudah mati! Itu sudah dibayar dengan nyawanya!”


Tangan Lu Ciqiu mencengkeram kepalanya dengan kuat.


"Hidup pelayanku sangat berharga, jadi tidak cukup baginya untuk membayar hidup pelayan ini sendiri saja."


Setelah selesai dia berbicara, terdengar pukulan bantingan lagi. Kepala Bibi pengasuh itu terbentur kepalanya dan terbaring di samping pelayan muda itu. Dan kepala kedua orang itu saling berhadapan dan saling menatap.


Shuanghua terkejut dan menggigil tanpa sadar.


Kenapa ada perasaan Nona Kedua bukan Nona Kedua mereka saja? Kenapa keluar sebentar, lalu setelah kembali dipenuhi dengan luka di tubuhnya? Bahkan sepertinya, Nona Kedua ini terlihat memiliki temperamen yang berbeda jauh dengan sebelumnya.


Membunuh dua orang dalam sekejap mata, itu menyeramkan sekali. Dulu, Nona Kedua tidak memiliki nyali seperti itu.


Nona Kedua yang menyeramkan itu, tidak lagi menatap dua orang yang mati itu dan tidak peduli apa yang sedang dipikirkan oleh Shuanghua.


Dia menjongkok di depan Dong’an yang masih memiliki sedikit nafas. Tiba-tiba ada dunia yang muncul di depan mata Lu Ciqiu.


Yang dia lihat bukanlah genangan darah yang mengalir di tanah dan pelayannya. Namun, itu adalah klinik berteknologi tinggi yang dimiliki olehnya pada kehidupan sebelumnya.


Adegan yang familiar mulai muncul di benaknya.


Dari ruang konsultasi, lalu ke apotek sampai ke ruang operasi dan laboratorium, bahkan adanya ruang penyimpanan dengan Nanorobot dan UAV jarak jauh.


Lu Ciqiu berpikir itu karena dia terlalu merindukan segalanya di kehidupan sebelumnya, sehingga dia pun mulai berhalusinasi.


Namun, ketika dia melihat bola kapas putih yang sudah disterilkan, desinfektan iodophor dan obat-obat luka luar yang dibikin dirinya sendiri, dalam hatinya berpikir, bukankah ini semua bisa menyembuhkan luka-luka ditubuhnya ini?


Pada saat dia berpikir demikian, tiba-tiba ada barang terjatuh di telapak tangannya. Saat dia meremasnya, ternyata bola kapas yang telah diberikan alkohol.


Dia terkejut!


Ternyata semua ini adalah kenyataan!

__ADS_1


__ADS_2