
Karena kabar yang datang dari Beidi, mengatakan bahwa Jenderal Tua Pei telah kehilangan Peta Pertahanan Utara. Begitu Lu Xiaoyuan mendengar tentang ini, dia berkata bahwa keluarga Pei sudah berakhir. Tidak hanya keluarga Pei yang hancur, bahkan mungkin akan melibatkan keluarga Lu. Lalu dia pun buru-buru menurunkan pangkatnya Pei Qing dan memarahinya dengan keras karena urusan keluarga Pei.
Pada saat itu, Pei Qing tidak peduli tentang perdebatan dengan Lu Xiaoyuan ataupun peduli tentang pelatihan seni bela diri putranya. Yang dia pikirkan hanyalah bagaimana bertempur setelah keluarga Pei kehilangan rencana pertahanan mereka.
Setelah memikirkannya, dia pun memutuskan untuk pergi ke Beidi sendirian.
Lu Ciqiu pun menepuk Lu Rongxuan.
“Apakah kamu masih ingat teknik kuda-kuda yang diajarkan Ibu? Coba praktekkan, biarkan aku melihatnya.”
Anak itu sangat patuh dan dia pun berjongkok ketika diminta oleh Kakaknya dan sikap berdirinya agak sedikit salah. Lu Ciqiu pun membenarkannya dan menggangguk.
“Kamu jongkok seperti itu selama dua jam. Setelah selesai juga pas saatnya makan siang.”
“Aaaa....”
Mulut anak itu pun terbuka lebar dengan pasrah.
Shuanghua dan Dong’an juga terkejut.
“Nona Kedua, bukankah itu terlalu lama?”
“Lama? Jika menurut dia begini saja sudah lama, jangan berlatih saja. Aku belum pernah mendengar bahwa berlatih seni bela diri masih mau tawar menawar.”
“Tekad seperti itu, jangankan melindungiku, bahkan dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri! Saat kecil dia didorong ke kolam, saat dewasa kemungkinan akan didorong ke danau. Bagaimana jika saat itu tidak ada orang yang menyelamatkannya?”
“Aku berlatih!” Jawab Lu Rongxuan dengan lantang.
“Kakak, aku pasti akan berlatih dengan baik!”
“Baik, jika begitu jongkok dengan benar!”
Lu Ciqiu memang orang yang tidak bisa berkata lembut di depan orang-orang. Bahkan saat dia menghadapi pasien, dia juga tidak pernah memberikan ekspresi muka yang enak dilihat. Apalagi harus menyuruhnya menghadapi anak kecil? Dia memang tidak memiliki banyak kesabaran dengan anak-anak.
Dong’an merasa kasihan pada Lu Rongxuan dan meminta untuk tinggal bersamanya di halaman. Sementara itu, Shuanghua mengikuti belakangnya Lu Ciqiu
"Nona, apakah Anda akan terlalu ketat? Tuan muda masih kecil."
Shuanghua memandangi matahari yang terik di luar, sangat khawatir dengan sengatan panas untuk anak itu.
Namun Lu Ciqiu berkata:
“Jika tidak ketat, maka dia akan menjadi malas dan tidak berbakat. Lagipula hanya jongkok saja, tidak perlu merasa kasihan. Sudah lebih baik dibanding aku memukulnya.”
“Nona Kedua dan Nyonya Besar benar-benar semakin mirip. Nyonya Besar juga pernah mengatakan hal ini sebelumnya.”
__ADS_1
“Iyakah?”
Lu Ciqiu merasa sedikit menyesal. Sayang sekali, ketika dia tiba di sini sudah tidak melihat Pei Qing. Wanita yang begitu pesona ini, malah Lu Xiaoyuan tidak tahu bagaimana menghargainya.
Shuanghua menggangguk dengan serius.
“Benar, Nona. Nyonya pernah mengatakannya. Hanya saja siapa pun tidak menyangka bahwa terjadi sesuatu di Beidi sana. Tidak hanya Nyonya Besar, bahkan pelatihan Tuan Muda pun tertunda.”
Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan. Rumah zaman kuno relatif teduh di musim panas. Meskipun di luar sangat panas, namun terasa sejuk saat masuk ke dalam ruangan.
Meski terasa sangat nyaman, namun tidak terlalu baik untuk persendian manusia jika tinggal dalam waktu lama. Oleh karena itu, banyak orang-orang zaman dahulu menderita sakit kaki dan lutut setelah mereka menjadi tua. Penyebab penyakit ini kebanyakan karena telah ditunda terlalu lama.
Lu Ciqiu menyuruh Shuanghua untuk membuka jendela agar sinar matahari masuk. Meskipun ruangan tidak dapat dihangatkan dengan cepat, selama sinar matahari dapat terlihat dari dalam, rasanya sangat nyaman.
Dengan jendela terbuka, tidak hanya dapat melihat matahari, namun juga dapat melihat Lu Rongxuan.
“Katakan padaku, di mana Bibi yang menjaga Xuan’er? Tanyanya pada Shuanghua.
Shuanghua segera menjawab:
“Semuanya telah dijual keluar oleh Nyonya Yun. Bersama dengan pelayan-pelayan di halaman Nyonya Besar Pei juga. Saat Nyonya Besar pergi, dia pun datang menjual semua yang dapat dijual.”
Lu Ciqiu mengerutkan kening.
“Karena sebagian besar pelayan Nyonya Besar Pei datang dari Beidi beserta dengan mahar dan mereka hanya setia pada Nyonya Besar Pei.”
“Setelah Nyonya Yun berkuasa di kediaman ini, mungkin dia merasa orang-orang dari keluarga Pei tidak mudah untuk dikendalikan olehnya.”
Shuanghua juga sangat pasrah.
“Semua urusan di dalam kediaman, diputuskan oleh Nyonya Besar. Kediaman Menteri Kiri saat ini, selain halaman Nyonya Tua, sisanya berada di bawah kendalinya.”
“Saat itu, dia terus datang ke Halaman Jiaoxiang (Halaman tempat tinggal Pei Qing) mencari masalah. Seperti, halaman kotor tidak dibersihkan, hal kecil menjadi hal yang besar. Sedikit demi sedikit, dia pun menjual semua pelayan di sana selama dua bulan.”
“Ternyata begitu.”
Lu Ciqiu mengangguk dan tidak bertanya lagi. Tetapi dia bergumam:
“Bukankah bilang ingin memberiku uang, kenapa dia tidak datang-datang?”
Baru saja dia mengatakannya, Dong’an pun berteriak di luar.
“Ternyata Kakak Yimei ya? Kenapa datang ke sini?”
Dia sedang menyapa dengannya dengan keras untuk memberi tahu pada Lu Ciqiu.
__ADS_1
Shuanghua buru-buru melihat ke luar, lalu merendahkan suaranya dan berkata kepada Lu Ciqiu.
"Pasti datang ke sini untuk memberikan uang."
Pelayan Yimei ini dia pernah menemuinya saat di Halaman Bailan, bahkan pandai untuk menyelesaikan masalah Nyonya Yun. Bahkan mengenai persiapan uang untuk belasungkawa juga dia yang mengatakannya.
Lu Ciqiu melihat Dong’an membawa Yimei masuk ke ruangannya. Dengan serius dia bertanya pada Shuanghua.
“Karena Yunshi menjual para pelayan di halaman Ibuku, menurutmu, bagaimana jika kita menjual pelayannya juga?”
“Apa yang Nona Kedua katakan?” Shuanghua terkejut.
Lu Ciqiu tidak ada waktu mengatakannya lagi, karena Yimei telah masuk dan berjalan ke arahnya.
Bagaimanapun dia adalah pelayan yang teratas. Sehingga dia berperilaku dengan sopan dan baik. Ketika dia melihat Lu Ciqiu, dia pun berlutut dan menyerahkan uang kertas di tangannya dengan senyum di wajahnya.
“Nona Kedua, ini adalah uang kertas yang diberikan oleh Nyonya Besar. Yang seharga 500 uang kertas sebagai belasungkawa untuk Nyonya Besar Pei, kemudian yang 2 ribu adalah penebusan tambahan dari Nyonya besar karena kesalahan dari dapur.”
Lu Ciqiu mengangguk pada Shuanghua dan Shuanghua pun mengulurkan tangan untuk mengambil uang kertas itu. Melihat bahwa dia telah menerima uang kertas, Yimei menghela nafas lega dan tidak ingin tinggal lebih lama lagi. Jadi dia berkata akan pamit dan berencana untuk pergi.
Tapi Lu Ciqiu tiba-tiba berkata: "Tunggu!"
Yimei panik, tidak tahu kenapa dia merasa panggilan “Tunggu” ini membuatnya merasa ada sesuatu akan terjadi. Dan dugaannya benar!
“Shuanghua, lihat gadis yang bernama Yimei ini, sepertinya dia memiliki sedikit penyakit.”
Begitu Lu Ciqiu mengatakan ini, tidak hanya Yimei, bahkan Shuanghua pun merasa heran.
Penyakit? Penyakit apa?
Namun, karena perkataan ini dari Nona Kedua, dia pun mengikuti arahannya. Dia pun mulai memandang Yimei dengan sangat serius. Setelah beberapa saat, dia mengangguk.
"Benar Nona Kedua, sepertinya ada yang salah dengannya."
Yimei sangat marah sehingga dia berhasil mempertahankan senyuman di wajahnya dan bertanya:
“Apa maksud dari Nona Kedua? Apakah saya melakukan sesuatu yang salah atau melakukan hal yang tidak sesuai dengan aturan? Mohon Nona Kedua memberi penjelasan, saya pasti akan mengubahnya.”
Saat dia akan menjawabnya, dia mendengar Lu Rongxuan yang sedang berjongkok di halaman berteriak:
"Kakak, Bibi Chang telah datang!"
“Hei, teruslah jongkok, jangan bergerak!”
Suasana Lu Ciqiu sangat baik hari ini. Pada saat dia khawatir tidak bisa menangani Yimei sendirian, Nyonya Tua pun membawakan seseorang yang bisa membantunya. Bagus sekali!
__ADS_1