
Yasalam gue ketiduran??? Sekarang jam berapa ya? Aih pinggang gue encok pkerettekh -,-
Aku segera bangun dan mencari di mana Alfa, apakah dia sudah pulang? Aku menyusuri kamar adikku, dapur, ruang tengah juga ruang
Benar-benar menyebalkan. Sok mau ngambek eh malah dicuekin benaran!! Aaaarrgh bete bete bete๐
Seballl..sebal nyebelin banget si.. teriaku kesal menginjak-injakan kakiku ke lantai
Sudahlah lebih baik aku tidur lagi saja, rasanya benar-benar patah semangat -,-
Tiriring..tiriring..suara nada panggilan ponselku
Aku yang tengah berbaring di atas kasur pada ruang keluarga hanya memandangi nya dengan malas.
Siapa si ganggu saja. Heu kau tidak tahu ya bahwa aku sedang menonton drakor! Pekikku terhadapa ponselku yang sedang aku pegang
Rasanya kesal, mengingat Alfa yang datang kerumahku tiba-tiba terus dia nyuekin aku? Huh yang benar saja! ๐
Tiriring...tiriring.. Nggg siapa si malam-malam begini berisik sekali. Coba ku angkat
*Halo..
Kamu sudah bangun? Aku sedang memakan bubur kacang hijau bersama Arka. Kamu menyusul ke sini ya
Kamu ganti nomor? Ini sudah jam 11 malam, mamah sama papah tidak akan mengijinkan -,-
Mamah sama papah juga ada di sini, jadi cepat kemari.
Baiklah tuan saya akan segera ke sana ๐*
Aaaaarrrgh!!! Menyebalkan!!! Bahkan di saat aku baru banget bangun tidur dia bikin aku kesal ๐ญ
tap..tap.. aku sudah mengganti pakaianku dengan baju hangat karena cuaca nya dingin sekali.
Mereka di mana ya.. Apa di kedai kopi langganan aku sama Arka ya
Ah coba ke sana dulu deh..
Dengan berjalan kaki aku menuju kedai kopi yang sering aku datangi dengan Arka. Letaknya sekitar 200 m dari rumahku. Ternyata benar mereka di sana. Kedai kopi Bang Doel memang selalu ramai. Tampak ayah dan ibuku sedang ketawa-ketiwi bersama Alfa dan Arka. Sepertinya aku hanya akan menjadi obat nyamuk saja -,-
" Eh neng Gigi, lama banget nggak kelihatan kemana saja " sapa Bang Doel pemilik kedai kopi itu
" Di rumah saja bang, sibuk ngeladenin dosen error hahaha " jawabku menyindir ckck
Apa dosen yang di maksud itu aku?
" Kamu mamah bangunin tadi lho tapi molor wae " ujar ibuku
__ADS_1
" Ngebo nya kurang-kurangin Gi udah mau jadi istri " sahut ayahku
Ohokk!! Aku yang sedang meminum jae susu langsung tersedak
" Ah iya mah, pah. Habis nya dikacangin gitu deh ya mending tidur kan hahaha " jawabku tertawa
" Ehem.. Sudah sudah ini kopi nya Kak " seru adikku menaruh kopi untukku
" Tak mau. Aku sedang ingin menikmati kopi americano kali ini. Biar pas pahitnya sama denganku soalnya ckck! "
" Ya ampun ada-ada saja kamu Gi.. Ya sudah biar mamah saja yang meminum nya " sahut ibuku menarik secangkir kopi
" Aku mau ke toilet dulu "
Tap..tap.. aku melangkah menuju toilet yang berada di ujung kedai kopi ini. Kedai kopi Bang Doel sudah seperti cafe, ada banyak meja dan bangku juga tersedia toilet. Bahkan tempat parkir nya pun lumayan luas. Kebanyakan pengunjung nya adalah orang komplek perumahan ini. Jadi, warga di sini benar-benar membina rukun tangga banget lho. Hampir semua warga di sini suka nongkrong di sini lho, tak hanya bapak-bapak dan kalangan pria. Baik ibu-ibu dari tua sampai muda, remaja cewek dan cowok pokok nya semua kalangan deh. Bang Doel terkenal sebagai orang yang ramah, dan yang paling penting buat para cewek adalah kegantengannya level oppa-oppa Korea yang populer. Dari model rambut, wajah nya juga chinese punya, bahkan style nya juga oppa banget. Hohoho
Aku punya ide..
" Hai Bang Doel.. Malam ini ramai ya bang, pantesan di chat diem bae. Sampai aku ketiduran lho hihihi " sapaku duduk di bar menatap Bang Doel yang sedang membuat kopi
" Oh lu chat abang? Ehee maaf ya dari tadi nggak lihat ponsel. Kamu lihat sendiri kan gue sibuk. Si Jukim lagi ambil cuti 2 hari " jawab Bang Doel
" Wah keteteran dong kalau nggak ada si Jukim. Gimana kalau Gigi saja yang bantuin di sini selama Jukim nggak masuk " ujarku
" Hmm benaran nggak apa-apa nih? Ya kalau lu mau si boleh saja. Kan jadi semangat dibantuin sama cewek cantik hahaha " Bang Doel tertawa
" Asik banget si ngobrolnya sampai lupa sama aku " bisik Alfa mendekat ke telingaku
Aku tak menggubris Alfa dan mengambil secangkir kopi yang ada di depanku lalu meminumnya.
2 jam berlalu, kami pulang ke rumah karena sudah larut malam.
๐๐๐
" Sudah sangat larut nak Alfa, sebaiknya bermalam saja " ujar ibuku
" Iya Kak tidur dikamarku saja. Iya kan pah " sahut Arka
" Iya, nanti papah akan chat ke pak rt mengenai kamu bermalam di sini. Tenang saja " jawab ayahku
" Ya sudah, kalian tidur sana sudah malam " kata ibuku
Akupun ke atas menuju kamarku yang berada di lantai dua. Tak lupa sebelum tidur aku mengganti pakaianku dulu dengan baju tidur.
Sruuukk.. aku membaringkan badanku di kasur
Apa tadi Alfa mendengar obrolanku dengan Bang Doel ya.. Eh btw chat bang Doel nanyain besok berangkat jam berapa
__ADS_1
Tik..tik.. aku mengetik pesan pada Bang Doel
Krieeett..ceklek.. ada seseorang yang masuk ke kamarku dan mengunci pintu nya.
" Si..siapa kamu " teriak ku pada orang itu
" Menurutmu siapa? Atau kamu berharap Bang Doel yang masuk kekamarmu ini ya? "
Alfa? Nekat banget kalau papah tahu gimana?
" Sebaiknya kamu keluar nanti kalau papah tahu.. " ujarku pada Alfa yang tengah duduk di kasurku
" Tidak perlu khawatir, papahmu yang menyuruhku datang kemari lho~ "
" Mana mungkin. Jangan ngaco " jawabku panik
Masa si papah nyuruh Alfa tidur di sini. Ini kok seperti seorang ayah mengirim harimau yang kelaparan ke dalam kamar anaknya.
Dia berbaring disebelahku, karena gelap aku jadi tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Hanya ada lampu tidur saja dan itu remang-remang
"Irgiana.. Apa kamu tahu aku sangat berharap kita bisa menikah secepat mungkin. Aku ingin membawamu keluar dari rumah ini dan pindah ke rumah kita. " seru Alfa
Aku hanya bisa berpura-pura tertidur karena masih merasa kesal dengan sikapnya itu.
" Aku tahu kamu tidak tidur kan. Aku hanya ingin kamu tahu, dengan susah payah aku mengutarakan maksudku untuk menikahimu kepada ayahku yang sangat keras "
" Tak ku sangka, begitu melihatmu dia bahkan sangat ramah dan banyak tersenyum bahkan tertawa. " sambungnya
Greb..aku memeluk nya saat itu dan masih memejamkan mataku.
" Sudah jangan bahas itu, aku hanya mau kamu lebih memperhatikanku. " seruku.
" Lebih baik kamu tidur " sambungku.
" Hei..hei.. Jangan tidur dulu, kakimu..kakimu.. sedang apa di sana " pekik Alfa.
" Kakiku kenapa? Aku hanya memelukmu saja seperti memeluk sebuah bantal guling.
๐ธ๐ธ๐ธ
Bersambung...
Halo readers yang cantik dan tampan.. Jangan lupa Like, Rate dan Comment ya
Kalau berkenan Vote juga dong hehehe..
Aku pasti kirim feedback. Mohon dukungannya ya ๐๐๐
__ADS_1
โคHappy Readingโค