
Episode sebelumnya...
"Alfa, kamu harus ingat. Jangan berhubungan dengan perempuan manapun selama masih berkencan denganku. Jika tidak..."
Belum selesai berbicara Alfa memotong ucapannya, "Ya, aku mengerti tidak usah kau sebutkan."
"Ah, pesanan kita sudah sampai. Ini coffee americano mu, dan waffle cokelat favorit mu." ucap Viola memberikan secangkir kopi dan sepiring waffle ke depan Alfa.
Pada saat yang bersamaan di restoran Guickle, restoran mewah bernuansa romantis yang sering didatangi oleh pasangan. Danish membawa Irgiana ke restoran tersebut.
__________________________________________
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 16
*Penampilan Irgiana Rachquel.
Drap drap drap... Langkah Irgiana berhenti 3 langkah dari pintu masuk restoran tersebut.
Alfa? Kenapa? π’
"Kenapa, Gi? Apa kamu tidak suka restoran ini? Mau pindah?" tanya Danish.
"Engh, tidak apa-apa. Ayo masuk!" jawab Irgiana menggandeng tangan Danish layaknya sepasang kekasih.
Memang semenjak hari itu dimana mereka minum-minum di apartemen Beby. Danish menyatakan perasaan yang selama ini ia pendam dan Irgiana menerimanya. Dia tak mau pusing dengan pertunangan yang tak jelas.
Sejak perjalanan hingga tiba di restoran Irgiana tak bisa lepas dari pandangan Danish. Dia terus menatap Danish seperti layaknya sedang kesengsem karena penampilannya yang memukau.
Wah benar-benar pasangan yang serasi yaa mereka berdua!
Alfa yang tengah menikmati coffee yang masih cukup panas terganggu dengan kedatangan Irgiana, terlebih dia datang bersama seorang lelaki tampan.
Irgiana? Kenapa dia ada di sini? Dan juga, laki-laki itu bukankah anak dari Casesure Group??? Damn it! Tidak hanya perusahaan, bahkan dia merebut tunanganku.
__ADS_1
Alfa geram melihat kedekatan mereka dia tampak mengepaklan tangannya di bawah meja.
"Kenapa, Alfa? Apa ada masalah? Ah atau kamu ingin memesan wine? Sebentar, akan ku pesankan ya? Hm? Tidakkah kamu ingat kita selalu meminum wine sebelum berciuman? Hohoho~" tutur Viola dengan gembira.
Irgiana mendengar dengan jelas perbincangan antara Alfa dan Viola karena jarak meja mereka hanya 2 meja saja. Melihat ekspresi wajah Irgiana yang diam dan agak murung Danish lantas menghiburnya.
"Mociku, kamu mau makan apa? Steak di sini enak sekali lho. Juga wine berkelas yang terkenal di kalangan elit. Sejak hari itu kita belum meminum alkohol bersama lho hehehe" ujar Danish tersenyum dan beberapa kali membelai pipi Irgiana dengan lembut.
Irgiana sangat senang dengan sikap Danish yang lembut dan hangat diapun menjawab, "Baiklah, Danish sayang. Engh aku mau coba steak dan wine ya? Hm? Apa kamu senang? Aku tidak akan menolak apapun permintaanmu."
Mendengar ucapan Irgiana yang dilontarkan dengan penuh mesra dan senyuman hangatnya, Alfa kesal dan ingin sekali menghampirinya. Alfa yang kesal dengan sikap mereka berdua hanya bisa menahan rasa cemburunya yang menjadi-jadi.
Sial! Kalau bukan karena menyelamatkan perusahaan, aku tidak akan pernah mau kencan dengan Viola. Menatapnya saja aku sudah muak!!!
Kekesalan Alfa berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Karena Alfa dan Viola selesai lebih awal menghabiskan makanan mereka.
Tap tap tap... Klotak klotak klotak... Suara langkah kaki Alfa dan Viola berjalan melewati Irgiana dan Danish yang tengah makan.
Irgiana, aku... Maafkan aku π
"Alfa, setelah ini kita ke villa ya. Aku sudah membeli kembali villa kita yang dulu lho. Kamu senang kan? Hihi" ucap Viola berjalan menggandeng tangan Alfa.
____
Di kediaman Irgiana
Pukul 10:00 Wib
Irgiana tengah membantu ibunya memasak dia mengiris wortel, kentang dan sayuran lainnya untuk dijadikan sop.
"Mah, ini sayur kol nya di cuci dulu ya?" tanya Irgiana memegang wadah berisi sayuran yang akan di cuci.
"Iya, cuci sampai bersih baru masukkan wortelnya." jawab ibunya yang tengah mengulek bumbu untuk sop.
"Oh iya Gi, bagaimana kabar Alfa? Sudah lama nggak mampir ke rumah. Kalian baik-baik saja kan?" tanya ibunya lagi.
Uhukkk uhukkk
__ADS_1
Irgiana dibuat terkejut dengan pertanyaan ibunya mengenai Alfa sampai tersedak air putih yang ia minum.
"Aduh si mamah, ngapain pakai bahas Alfa si. Kita itu tidak sederajat dengan dia mah." jawab Irgiana.
"Apa maksudmu, Gi?" tanya ibunya lagi.
Gadis polos berusia 20 tahun, berambut hitam panjang itu hanya terdiam.
Duh, apa yang harus gue jawab?π¨
Meskipun enggan tetapi Irgiana tetap menjawabnya,"Jadi begini mah, sebenarnya aku... Aku dan Alfa... Mmmm.." dengan ragu-ragu dia tak tahu mulai dari mana menceritakannya.
"Apa Alfa menyakitimu? Bukankah dia lelaki gentle dan baik?" ujar ibunya.
"Oke mah, akan Gigi ceritakan. Sebenarnya, Alfa lebih memilih mantan kekasihnya. Jadi aku, memutuskan pertunangannya tanpa memberitahu papah dan mamah. Maafkan Gigi." Irgiana takut ibunya akan memarahinya.
"Huh... Sudah ku duga, akan seperti ini. Alfa berasal dari keluarga konglomerat, sedangkan kamu hanya anak pengusaha kue yang baru sukses kemarinan. Pasti ada saja halangannya." Ungkap ibunya menepuk pundaknya dua kali tepuk.
Pukk puuk
"Iya mah, Gigi juga pusing memikirkannya. Tapi Gigi sedang berusaha melupakannya, untung saja Danish bersedia menghiburku."
"Danish? Yang anaknya Pak Louis bukan? Pak Louis tetangga kita dulu sewaktu di Perumahan Tamwis kan Gi?" ujar ibunya meyakinkan bahwa benar orang yang dia maksud.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Halo readers, jangan bosan membaca karyaku ya.
__ADS_1
Like, rate, vote and comment. πππ