
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 21 [ Menyebalkan ]
Braaakkk
Drap drap drap
Perasaan yang kacau, sungguh sakit. Sangat menyakitkan, melihat di meja ruangannya ada sebuah pigura. Dahulu di dalam pigura itu terdapat photo Alfa sewaktu kecil, tetapi kini berubah menjadi photo Alfa dan Viola yang terlihat mesra.
Kenapa harus memajang photo itu? Sengaja? Huh keterlaluan sekali!!!
***
Di kantin,
“Eh itu si Gigi kenapa lari-larian begitu Beb? Sepertinya terjadi sesuatu...” seru Feli yang menatap ke arah Irgiana.
Irgiana berlari dengan air mata yang masih menetes dan rambut yang berantakan karena tertiup angin sewaktu berlari.
Hosh hosh hosh
“Gi, kamu baik-baik saja kan?”, tanya Feli, Beby dan Dinda serentak.
Irgiana menjelaskan apa yang sudah terjadi, dia juga menjelaskan bahwa Alfa yang akan menggantikan Pak Ghani pergi bersamanya menghadiri acara seminar di Kota C.
Hiks hiks
“Sudahlah Gi, bukankah Pak Alfa sudah mengundurkan diri dari kampus kita?”, tanya Beby dengan nada cemas.
“Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba saja ia datang dan... Huhu huweeee..”, jawab Irgiana yang malah semakin menangis kencang.
Beby dan yang lain memahami kondisi Irgiana sekarang, mereka paham betul seberapa besar perasaan Irgiana untuk Alfa. Dia sampai rela di bully oleh para penggemar Alfa. Meskipun masih di batas normal, tetapi sungguh keterlaluan.
Hiks hiks hiks
Irgiana yang masih menangis sesegukan di kantin itu sampai lupa memakan baksonya. Hmmm benar-benar si Alfa tega benar bikin anak orang galau!
🎵Nada pesan masuk
___________________________________________
Dari : Dannish
“Sayangku Irgiana, hari ini kau pulang jam berapa? Atau mau ku jemput sekarang?” ❤
___________________________________________
Oiya. Aku kan masih mempunyai Dannish yang selalu setia. Untuk apa aku pusing memikirkan Alfa yang sudah bahagia bersama orang lain.
__ADS_1
Tak lama kemudian Dannish sampai di depan kampus. Irgiana pun segera menghampirinya dia ingin segera pergi dari kampus karena malas bertemu dengan Alfa lagi.
Aaakh! Menyebalkan, aku harus segera pergi dari kampus.
“Girls, aku pergi duluan ya? Dannish sudah menungguku di gerbang depan. Hehe” ucap Irgiana tersenyum yang tanpa basa-basi langsung beranjak dari duduknya.
“Hmm nggak seru deh, Gigi pergi. Eh girls, bagaimana kalau kita juga mencari pasangan?” ujar Beby mengemukakan pendapatnya dengan nada semangat.
Beby, Feli dan Dinda terus memikirkan hal tersebut. Mereka berpikir, alangkah baiknya jika mereka juga memiliki seorang kekasih agar tak merasa kesepian kalau-kalau salah satu dari mereka pergi dengan kekasihnya.
Brak ceklek
Irgiana berhasil memasuki mobil mewah berharga milyaran milik Dannish. Semua mata tertuju padanya. Dan tak sedikit yang nyinyir karena iri terhadap Irgiana.
“Huh serba salah deh! Pacaran sama Alfa di bully, putus sama Alfa juga di bully. Sekarang aku jalan sama kamu, lihat semua orang bergosip!” keluh Irgiana mengerucutkan bibirnya.
Heheheh
Dannish tersenyum melihat tingkah lucu Irgiana, sudah lama sekali dia tak melihat bibir manyun milik Irgiana. Sudah lima tahun lamanya Dannish mengenal Irgiana, belum pernah dia lihat Irgiana dekat dengan lelaki atau menjalin hubungan lebih.
Kenapa tidak sedari dulu saja kau menerima perasaanku Gi? Mengapa kau memilih Alfa untuk menjadi yang pertama?. Gumam Danish di balik senyumannya itu.
“Mau makan? Atau kita ke mana dulu?” tanya Dannish dengan genit melirik ke arah Irgiana yang masih mengerucutkan bibirnya.
Pffft hahaha
“Nah gitu dong! Jangan murung terus, tidak baik untuk kesehatan. Kamu bisa keriput! Ihihi” seru Dannish meledekinya.
Teot
Oooooouch!
Irgiana mencubit perut sebelah kiri milik Danish karena gemas dengan ulahnya yang terus menggodanya dengan lirikan lenjehnya.
Teot teot teot
“Hayo mana lagi yang mau ku cubit? Sini? Atau sini?” tak henti-henti Irgiana mencubiti Dannish sampai dia menepikan mobilnya di pemberhentian.
“Ayo lakukan lagi? Sekarang aku tidak akan sungkan, aku akan melahapmu jika kau terus mencubit perut sixpack ku!” tegas Dannish dengan nada tinggi.
Hahahaha mana mungkin sixpack, buncit kali!
Bahagianya Irgiana memiliki Dannish, yang tetap bertahan disampingnya meskipun tahu di dalam hati Irgiana masih ada Alfa. Lengkap sekali, super sempurna! Sudah tampan, kaya, baik hati, tidak sombong, setia pula! Berbeda dengan Alfa yang ketus dan jutek! Tetapi dengan orang lain Alfa sangat ramah dan sering tersenyum kok.
Huh lihat itu kan mobil Alfa, pasti didalamnya juga ada Viola. Azzzzz. Gumam Irgiana dalam hati.
Dannish menyadari bahwa Irgiana terus memerhatikan mobil yang melaju didepannya itu. Langsung ambi haluan dan menyalipnya.
“Dan pelan-pelan dong! Kenapa sih?” pekik Irgiana yang kesal karena dahinya menghantam sesuatu yang keras.
__ADS_1
Bruuuuummmm
Dannish menambah kecepatan dan berhasil menyalip mobil Alfa. Irgiana masih belum sadar tindakan Dannish yang sebenarnya ditujukan untuknya itu. “Ehem, sudah puas kan? Tak usah menengok ke belakang. Nanti sakit! Ck” tegur Dannish pada Irgiana.
Irgiana menggaruk kepalanya berkali-kali, “Duh bicara apa si kau Dan, aku aku tidak... Hmm baiklah, aku memang terganggu oleh Alfa. Bagaimana tidak Dan? Weekend nanti aku akan pergi bersamanya ke acara seminar di Kota C!” jelas Irgiana dengan nada bicara kesal.
“Oh ya? Gi, kenapa kelihatannya Alfa mengikuti kita. Wkwk lucu sekali, mari kita buat seru!” ujar Dannish menyeringai.
Dannish merasa kesal karena Alfa terus membuntutinya.
Astaga sudah seperti di sirkuit saja! Menyebalkan! Mengapa Dannish meladeninya?! Gerutu Irgiana dalam hati.
“Hentikan Dannish! Untuk apa kau meladeninya?!” keluh Irgiana dengan nada agak keras menatap ke depan dengan tajam.
Deg
Baru kali ini Irgiana menunjukan emosinya, Dannish malah semakin semangat untuk memancing emosi Irgiana. Dia berniat membuat Irgiana mengakui perasaannya yang sesungguhnya. Huh sebenarnya Dannish hanya ingin Irgiana mengakui sebesar apa perasaannya pada Dannish.
Aksi saling menyalip itu berhenti karena Irgiana menyuruh Dannish untuk berhenti di sebuah cafe.
Ckiiiiiiiittt
“Sudah aku saja yang turun, kau pulanglah! Lanjutkan saja aksi balapanmu dengan Alfa!” bentak Irgiana sambil menutup pintu mobil.
Dannish tercengang melihat ekspresi kecut dari Irgiana.
“Gi tunggu aku, anu itu...”
Oh shit! Kenapa aku terbawa emosi?! Hhh apa yang harus ku lakukan untuk membujuk hati Irgiana? Gumam Dannish.
Irgiana tak peduli dengan teriakan Dannish, bahkan ia tak sadar jika Alfa ikut berhenti dan masuk ke cafe tersebut. Entah apa yang akan dilakukan oleh Alfa sampai mengikuti Irgiana sampai sejauh ini. Dan terlihat Viola keteteran mengejar Alfa.
Tak tak tak
“Alfa tunggu aku!” teriak Viola.
Sama seperti Irgiana, Alfa juga terburu-buru masuk dan mukanya terlihat kecut seperti belimbing muda!
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1